Senin, 30 September 2013

Mereka Menuntut Perubahan

Mereka menuntut perubahan. Mereka melakukannya karena mereka merasa sudah habis masa mereka untuk melakukan perubahan. Menuntut para generasi untuk segera melakukan perubahan. “Negara ini sudah kebablasan!” dia berkata. “Dan kebudayaan seperti itu harus segera diubah.”

Merubah sesuatu itu tidak mudah bung, tidak semudah menulis tulisan seperti ini. Orang-orang dengan budaya yang kebablasan seperti disini mana bisa diatur dan diubah segampang anda berbicara tentang teori, konsep, metode atau sesuatu yang sama sekali tanpa action.

Hal kecil apa yang dapat para generasi ini lakukan sekarang? Hal kecil sekecil atom bahkan lebih kecil. Para generasi ingin melakukan suatu perubahan kecil hari ini, detik ini. Para generasi harus membuktikan jika kita mempunyai sensitivitas, membuktikan bahwa mereka salah terhadap kita semua.  


Minggu, 22 September 2013

20 September 2013

T.G.I.F. Thanks God It’s Friday! It should be! Harusnya kita bergembira hari ini. Yup! Emang menyenangkan, tapi hari jumat ini bener-bener penuh dengan sensasi.

Hari ini saya, upet, ameng dan mayo berencana untuk pergi berenang ke kolam renang yang letaknya ga jauh dari rumah ameng, Setiabudi. Rencana sih jam 7 caw, cuman kita rada kesiangan. Setengah 8 saya masih duduk cantik di ruang tamu rumah saya dalam rangka nunggu konfirmasi apakah jadi atau engga kita berenang. Dret dret dret, hape saya geter karena ada sms dari si jani alias si mayo yang bilang kalau dia udah ada di depan kosan upet. Saya pun segera meluncur kedepan gang untuk nunggu angkot ledeng-cimahi yang super lama tea bro. Setelah beberapa menit saya nunggu angkot yang ga nongol2 finally ada tetangga yang tak lain sepupu dari sepupu kakak ipar saya yang kebetulan mau pergi kerja dan arahnya tempat kerjannya searah sama tujuan saya, Ciwaruga!

Yes, saya pun nebeng nyampe kosan upet. Si mayo ga keliatan batang idungnya dan saya masuk kekosan upet lalu saya gedor2 pintunya. Pas dibuka, keluarlah muka yang bener2 baru buka mata dan kebangun gara2 saya gedor2 pintunya. Si upet baru bangun bro, dia bangun dan langsung ngambil air wudhu buat sholat subuh ceritanya, padahal jam dindingnya udah nunjukin pukul 8.00 pagi. Kata dia daripada ga sholat, yaudah saya ngangguk2 aja. Setelah si upet sholat subuh atau duha atau apapun itu, beresin baju buat berenang dan kita caw ke depan untuk nyamperin si mayo yang udah nunggu di kosan temennya di depan kosan upet. Tartil-lah kita ke gerlong, bertiga naek motor dan kita diturnin di pertigaan gerlong karena takut ada polisi. Pesen mayo “tunggu di Griya Setiabudi ya!” karena saya sama upet ga fokus sama intruksi tersebut, kita naek angkot setelah nyebrang. Di angkot, si mayo sms kalo kita ngelewatin Griya.

Kita berdua pun turun di depan KFC Setiabudi. Daaaaaaaaan, setelah si mayo dateng lalu nyuruh kita balik lagi ke Griya, braaaaaak! Terjadilah tabrakan antara motor dan motor depan kita, si bapak yang nabrak malah marah2 karena ga mau disalahin dan nonjok aa yang ditabraknya ampe berdarah. Lemes, gemeter, pokonya shoocking terapy sekali-lah! Setelah menyaksikan tontonan yang lumayan bikin badan lumpuh beberapa saat kita pun balik lagi ke Griya dan finally sampai di kolam. Berenanglah kita nyampe badan dan muka belang karena kepanasan.

Pulangnya kita kerumah neneknya si ameng buat minta makan, hee. Setelah puas nongkrong dirumah neneknya ameng, kita nge-baso di deket2 rumahnya. Abis itu kita berencana ke pujas Polban. Dan di daerah KPAD, daaaaaak! Ada mobil yang buka pintu tengah jalan pas macet dan kita nabrak pintunya. Si om goblok itu malah nanya ke kita maunya gimana, laaa orang lagi panik ditanya tanya. Goblok ga tuh. Mereka pun pergi tanpa pertanggung jawaban dan tangan kanannya si ameng soak alias kanget nyampe ga bisa digerakin. Karena panik, saya cuma inget nelpon si upet sama si mayo dengan tangan gemeter.


Dengan minbta bantuan anak UKM, (rebon, fakhri dan bintang) kita bisa ke kampus untuk nenangin dan nyari seseorang buat nguruut tangannya si ameng. Orang2 semuanya sibuk nyiapin acara buat para wisudawan besok dan karena masih linglung dan ga tau musti kemana dan ngapain, saya minta bantuan ucup buat nganterin saya pulang kerumah. Dan tadaaaa, saya dirumah dan masih hidup! Setengah 9 malem, saya pengen tidur dan mimpi indah. 

Hari ini bener2 huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaanjrit! Nano-nano sekali! Thanks God!

Senin, 16 September 2013

Kegagalan Seorang Sutradara

Saya telah gagal menjadi seorang sutradara, kali ini. Proyek yang saya kerjakan tidak mulus seperti proyek yang sebelumnya. Sedikit memalukan karena saya menggunakan ego saya dalam proyek ini. Pemain – pemain yang sulit untuk diajak kerja sama dan beberapa kendala lain yang membuat proyek ini tertunda bahkan tidak jadi untuk dipentaskan.

Pada awalnya saya berusaha bersabar karena ingin proyek ini berjalan dengan lancar dan bisa dipentaskan, tapi ketua pelaksana berkata, acara dibatalkan dan Gosh! Waktu yang saya habiskan untuk membuat naskah dan latihan – latihan dengan pemeran tanpa casting membuat saya merasa menjadi sutradara yang benar – benar buruk.

Saya lupa sesuatu, roda berputar! Jika pementasan kemarin berhasil, bukan berarti pementasan hari ini akna berhasil juga kan. Dengan pemain yang berbeda meski dengan proses yang sedikit sama tidak akan menentukan keberhasilan suatu pementasan. Saya salah besar!

Setiap pemain memiliki karakter dan cara mereka sendiri untuk bermain, maka saya hanya harus mengarahkan kemana alur ceritanya berjalan. Pelajaran yang sangat berharga. Mungkin saya belum pernah menjadi pemeran utama saat bermain di suatu pementasan, tapi saya adalah pemeran utama dari pementasan yang Tuhan buat untuk saya.

Mari kita menulis naskah yang lebih bagus dan mencari pemain – pemain yang berkompeten dan cukup pintar untuk diajak bekerja sama.



Stay stay stay

Baru kerasa jadi mahasiswanya! Laporan Kerja Praktek? Beres!! Tinggal Bab II plus kata pengantar sih, tapi yaaa beres!! Revisi, revisi!!

Penasaran! Bakal ada apa di smester ini. Terakhir dan kita semua harus menang! Berjuang ampe titik darah penghabisan. Pasti bakal kaya Tornado di Dufan, lebih deng! Ga sabar! Pasti banyak yang ngeluh, pasti banyak yang nangis, sedih dan bahagia. Haha.

Sesuatu itu ternyata bisa bikin si Monster Cupu stay di tempat itu. Tempat yang mungkin aja bikin si Cupu tambah cupu. Tapi dia stay. Si Cupu emang udah cape, dia ga mau nyangkal sama apa yang dia rasain sekarang. Dia cuma pengen nikmatin itu, soalnya mungkin aja kan dia ga bakal nemuin dan rasain perasaan itu lagi. Perasaan dimana seseorang pengen stay, meski sikonnya ga se-indah dulu, tapi dia tetep pengen stay di sikon itu.

Balik ke smester 5. Yup! Mungkin sebagian orang bilang tiap hari kita bakal ada di keadaan Panic at The Disco. Ga apa2, yang pasti si Cupu ini bakal terus berDisco ria nyampe dia mati. Lagunya ga akan berhenti nyampe semua orang ngrasain have fun-nya berDisco apalagi di tengah hujan. Licin, tapi asik!


Stay stay stay but sure!

Cuwiw

Cuwiw. Teman yang baik bagi si Monster Cupu.
Kemarin, dia bersedih karena bernasib sama seperti si Cupu ini. Dia patah hati. Ditinggalkan dengan alasan kasihan. Tragic karena kisah mereka telah berlangsung sangat lama, lebih lama dari si Cupu. Dan si Cupu berkata “satu kata, nikmatin! soalnya kapan lagi kita ngrasa patah hati karena diputusin. Kan kita jadi tambah sadar kalau roda itu bener-bener muter” kalimat itu si 
Cupu ucapkan untuk menenangkan hati si Cuwiw. Berharap si Cuwiw tidak bersedih berkelanjutan meski kalimat itu pasti belum cukup untuk menenangkan hati si Cuwiw.

Si Dancer partner berkata bahwa dia sedikit... apa yah, iri atau apalah itu melihat kehidupan si Cupu yang penuh dengan sensasi. Sebenarnya hidupnya juga tidak se-flat yang ia pikir. Hidupnya juga penuh sensasi jika dia tau dimana harus berbelok tajam di suatu pertigaan. Karena jalan itu bukan cuma tentang belok kiri atau kanan, tanjakan atau turunan, jalan berbatu atau fly-over, pertigaan atau perempatan, bukan cuma itu.  Bukan juga tentang kaca dashboard yang lebih gede daripada kaca spion, kamu mau kendarai ke arah mana kendaraan kamu. Tujuan yang pasti dan jelas. Meski di jalan kamu banyak bersinggah, banyak berbelok dan berkendara melalui jalan yang mungkin bisa membahayakan hidup kamu.

Klasiknya, hidup itu indah kalau kamu tau cara nimatinnya. Klasik kan?! Dan selalu inget kalau roda itu berputar, sama halnya dengan bumi yang belum lelah berputar terus menerus menunjukan siang dan malam. Terang, gelap, mendung dan cuaca lainnya yang harusnya membuka mata kita setiap saat kalau ga ada yang abadi di bumi ini. Ga ada yang disebut langgeng faktanya. Ga ada yang kekal. Dan simpelnya, orang hidup pasti mati.


Sekarang pilihan kamu buat milih jalan fly-over atau jalan berbatu yang belum di aspal. Sebentar, jalan fly-over aja ga selalu lurus kan, pasti ada belokannya. Karena hidup penuh sensasi itu, ASIK! Saran si Cupu, “keluar dari Zona aman kamu sekarang juga, kalau engga, kamu bakal nyesel seumur hidup karena udah lewatin masa kamu buat BERSENSASI (sensasi ke arah yang baik tentunya, tapi yang burukpun sekali kali harus kamu cobain dan pilihan semuanya ada ditangan kamu lagi)”

Kudeta

Baik tapi ga respect dan ga nutupin kelemahan anggotanya. Seseorang itu bakal berubah ketika ia dikasih jabatan atau tanggung jawab yang lebih besar. Ada yang berubahnya positif ada pula yang berubahnya negatif. Itu pilihan mereka, karena apapun yang mereka ambil pasti ada resikonya entah baik atau pun buruk. Dalam tulisan ini saya hanya ingin membahas orang – orang yang seperti itu. Bukan bermaksud merendahkan mereka atau menggosipkan hal – hal yang tidak – tidak pada mereka tapi saya hanya ingin sekedar membahasnya saja.

Salah besar jika hanya melihat sesuatu dari sudut kita sendiri, salah besar! Tapi salah satu teman saya berkata, setidaknya kita mempunyai sudut pandang yang kita pegang. Mempertahankan atau merubah.

Kadang, kepribadian seseorang akan mudah kita lihat saat dia menghadapi suatu situasi yang mengharuskan dia mengeluarkan segala cara untuk menyelesaikannya. Pemimpin seperti apa yang kita inginkan, pastinya pemimpin yang kita anggap dapat melindungi anggotanya dan membuat semuanya baik – baik saja.

Ayolah, saya benci pemimpin ini. Kapan ia sadar bahwa ia sama sekali tidak pantas duduk dikursi itu. Dengan mogoknya saya bekerja dan berbuat semau saya, apa ia belum sadar juga bahwa saya amat sangat tidak menyukainya duduk di kursi itu. Kurang lebih 3 bulan lagi ia akan segera turun dari kursi itu. Tapi saya sangat tidak sabar menunggu hari itu tiba. Karena percuma, sangat percuma. Saya sudah tidak mempunyai hak suara lagi saat itu. Dan tidak ada waktu lagi untuk menggulingkannya. Memberi pelajaran bahwa apa yang ia lakukan sama sekali tidak berguna. 


Minggu, 08 September 2013

Joker 2

Ngingetin si Monster waktu jadi Joker beberapa waktu silam. Teman si Monster ini terluka hatinya karena menginginkan hati seseorang yang sudah jadi milik seseorang yang lain. Itu kan hal wajar, toh resiko jadi Joker salah satunya itu, patah hati.

Sangat amat wajar kalau seorang Joker ngarep lebih. Jadi seseorang yang bisa dikatakan pelarian. Dia bilang, “ko sakit hati ya, saat dia bawa pacarnya kedepan mata dan dia bersikap dingin kaya ga kenal sama kita”.

“Bodoh ga sih kalau seseorang ngarep dipilih, ngarep kalau orang yang kita suka mutusin pacarnya, ngarep kalau kita ga mau lagi dijadiin Joker yang ada cuma saat dibutuhin aja.” Liat temennya, si Monster ini jadi nostalgia sekaligus sedih dan ngrasa pengen ketawa karena dia juga pernah ada di posisi itu.


Tapi apa yang bisa seorang Joker lakukan, endingnya emang bakal kaya gitu, si Joker bakal patah hati karena Joker ga akan pernah jadi prioritas seseorang yang udah punya seseorang. Tapi dia bakal dateng kalau dia butuhin si Joker lagi.  

Minggu, 01 September 2013

Hentai Creepy

Hentai Creepy bercerita tentang naga yang rela mati demi putri tidur yang nunggu pangerannya. Apa untungnya jadi si naga? Dia mati dan si putri bakal bahagia ever after sama pangerannya. Kenapa ga milih jadi pangerannya aja coba. He is a creep! Ya, dia menyebut dirinya begitu karena... dia sendiri yang ingin disebut creep. Pendengar yang baik, dan sedikit.. creepy!

Susah dibaca, aneh pokonya creepy! Nyampe si penulis ga tau musti deskripsiin dan nyari kata yang tepat buat makhluk ini. Banyak putri dia deketin tapi ga satupun dia jadiin putri. Mau lu apa sih creep?! Ahahaa sulit emang, bener-bener sulit.

Okeh, lakuin apa yang lu mau, dan nyanyiin lagu yang mau lu nyanyiin. Hidup itu bebas. Lu bebas lakuin apa aja yang lu mau. Termasuk ngeceng!! Ahahahaha. Next, after si penulis udah nemu kata yang tepat buat deskripsiin lu creep, tulisannya pasti lebih panjang dari ini.



Kuali

Berasa lucu kalau denger sudut pandang tiap orang. Pasti beda. Games, si Monster ga akan pernah main permainan konyol itu. bodo amat, ga peduli kamu mau anggep si Monster ini cupu atau apa. Si Monster hanya ingin ngejar dan dapetin apa yang dia butuhin sekarang, bukan apa yang dia pengen. Jahat itu emang gampang, tapi efeknya yang si Monster benci. Udah cukup buat si Monster beberapa kali kemaren keluar dari cangkang telur dan terjebak di zona ga aman, kaya digunjing orang, dibenci orang, lakuin apa yang biasanya si Monster ga lakuin. Nglakuin kejahatan bareng partner ini crime, itu udah cukup. Kamu boleh bilang si Monster ini cupu, terserah karena si Monster emang lebih cupu dari Monster Inc.

Si Monster pengen berenti kaya anak kecil. Penasaran itu sesuatu yang kita pengen, bukan sesuatu yang kita butuhin, jadi si Monster akan mulai stop buat nglakuin hal-hal goblok yang mungkn aja pengen dia lakuin. Kemarin dia udah nyoba nurunin ego-nya, tapi seseorang udah nolak penurunan egonya. Okeh! Si Monster tau alasan itu datang bukan cuma satu penyebabnya, mungkin bisa aja dua, tiga empat lima dan seterusnya. He deserve it! but she’s not!

Untungnya banyak telinga yang mau dengerin apa yang si Monster rasain, dan mata-nya sedikit demi sedikit terbuka lebar. Dia ngliat banyak sekali sudut pandang, berbeda-beda, sudut pandang tentang banyak hal. Hal yang mungkin ga kepikiran tapi dia tau sekarang.

Makes me that much stronger
Makes me work a little bit harder
It makes me that much wiser
So thanks for making me a fighter
Made me learn a little bit faster
Made my skin a little bit thicker
Makes me that much smarter
So thanks for making me a fighter

Itu yang pengen si monster utarakan mungkin. Semuanya bikin si Monster mikir, bingung, mikir lagi dan bingung lagi. Segala pertanyaan yang jawabannya udah pasti ngapain ditanyain lagi. Berasa kaya pecun, berasa murahan. Oiya si Monster lupa, dia memang seorang BITCH, Beautiful Monster. Meski sedikit cupu.

Dan sekarang, dia akan ngejar apa yang dia butuh, bukan yang dia pengen. Sensasi, udah cukup. Hidup-nya udah cukup bersensasi dua tahun terakhir ini sebagai Anak Petani. Tahun terakhir sebagai Beautiful Monster yang mungkin sedikit cupu dan dia ga mau main-main lagi.

Mulai ignore hal-hal yang bikin si Monster mikir banyak dan ga penting. Nginget semua yang udah Tuhan kasih dan berusaha bersyukur. Bersyukur Tuhan selalu ngasih kesempatan biar si Monster selalu ngadu dan nangis sama Tuhan. Monster cengeng. Berhenti mikirin ideologi-ideologi konyol yang cuma ngasih kebingungan. Si Monster bisa ngendaliin ini semua. Ini hal kecil dan ini mudah baginya. Banyak orang yang mau denger, banyak orang yang manggil, banyak orang who can treat her right. Ini proses, si Monster bakal dapet kuali berisi emas di ujung pelangi sana, tapi sebelumnya dia harus menunggu hujannya reda, bukan! Bukan nunggu, tapi nari di tengah hujan. Yaaa, Nari.