10.55 P.M.
Harusnya saya membaca materi yang
besok akan keluar di UAS Presentasi saya, tapi pikiran saya tidak bisa saya
fokuskan untuk hal yang satu itu karena tadi saya sedikit tersinggung dengan
perkataan teman – teman saya yang sedikit kasar kalu menurut saya. Ditemani
lagu Somewhere Only Knownya Keane, saya ingin bercerita tentang sesuatu yang
tidak bisa saya ceritakan pada orang lain.
Sedikit bego memang, ketika anda
tidak tau harus kemana, anda tidak tau harus mengadu dan bercerita pada siapa,
ini hanya tentang kekesalan saya dan kekecewaan saya terhadap sesuatu bernama
kepuasan. Kepuasan yang seseorang dapatkan saat pertama kali mereka mendapatkan
apa yang mereka cita – citakan. Saat anda merasa semua tidak sama lagi, apa
yang akan anda lakukan?
Ya, saya memang kekanak – kanakan.
Tapi ijinkan perempuan berusia 20 tahun yang pikirannya masih seperti anak SD
ini bercerita tentang harinya.
Saya bisa merasakan perasaan
Brittany si tokoh Glee yang selalu dihina jika kemampuan otaknya itu dibawah
rata - rata. Ya, IQ saya memang tak
setinggi mereka, malah saya iri kenapa Tuhan tidak menyamakan kemampuan semua
umatnya (maaf Tuhan jika saya kurang mensyukuri apa yang sudah saya punya). Jika
anda ingin membodohi saya, silahkan! Yang bisa saya lakukan nanti mungkin hanya
merasa menyesal kenapa saya ingin bodoh seperti anda yang sebenarnya pintar.
Maaf sebelumya, tapi saya benar – benar tersinggung dengan perkataan kalian
tadi. Memang sedikit berlebihan tapi inilah saya.
Saya hanya ingin berusaha
menghargai, mengerti dan beradaptasi dengan kehidupan orang lain yang mungkin
saja suatu saat akan menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi saya.
Saya selalu ingat mata yang
mengeluarkan air mata itu, wajah yang takut akan kehilangan, wajah penuh
ketakutan, ketakutan akan suatu perasaan yang membuat waktu ingin dihentikan.
Tangan yang ingin selalu menjaga dan kekhawatiran yang mungkin bisa dibilang
sedikit berlebihan. Bisakah saya melihat dan merasakanya lagi? Maaf, saya hanya
berkhayal karena hal itu pasti tidak mungkin saya lihat dan saya rasakan lagi.
Seseorang mengajarkan saya bahwa
tidak baik terus melihat kaca spion, tapi bolehkah saya melihat spion semalaman
ini saja. Bolehkah? Ya, saya tau persis kaca dashboard lebih besar daripada
spion tetapi malam ini saya hanya ingin mengingat semua moment – moment itu
kembali. Ijinkan saya.
Terima kasih sudah mendengar semua
cerita bodoh saya. Terima kasih banyak!