Rabu, 27 November 2013

Gadis Naif

Gadis itu terlihat polos dan naif, ya! Naif. Kenaifannya membuat semua orang terpikat kepadanya. Kepolosan seperti anak kecil yang ia ciptakan berjalan begitu saja seiring ia berjalan menyusuri waktu. Tetapi ada satu hal yang memmbuat aku tertarik mengangkat cerita tentang gadis ini, dibalik kenaifan dan kepolosannya, ia tak pernah mau menyapa atau menatapku seperti adik tingkat yang lainnya.

Ini yang membuat aku semakin penasaran kepada gadis ini, dia tak pernah mau bertegur sapa denganku, ia tak pernah mau aku masuki lingkaran itu. Lingkaran dimana ia memasukkan semua orang baru didalamya.

Siang itu hari dimana aku memakai rok panjang untuk kesekian kali ke kampus. Teriknya matahari membuat perut ini semakin berteriak bahwa ia membutuhkan asupan makanan. Akupun pergi kekantin dimana setiap mahasiswa menghabiskan sepauh waktunya untuk melahap dan menyantap beberapa makanan yang akan mengisi perut mereka. Karena semua tempat duduk penuh aku dan temanku menemukan dua orang anak baru sedang menduduki meja yang sebagian lagi kosong. Maka aku menminta dengan ramah untuk duduk di tempat itu dan dua gadis itu mengangguk. Aku tahu persis bahwa salah satu gadis yang waktu itu semeja denganku adalah anak baru itu.

Tanpa berkata apapun dan gadis itu pergi setelah menyelesaikan makanannya. Aku tidak mengerti kenapa ia begitu sombong dan judes ketika melihat wajahku, sampai saat ini. Perlakuan yang berbeda datang dari teman – temannya, mereka bersikap seperti biasa, menganggapku kakak mereka dan bersikap ramah tetapi gadis ini amat sangat membuatku penasaran, kenapa ia begitu judes dan selalu memasang wajah yang berbeda ketika melihat wajahku. Apa ia membenciku? Tetapi bila ia membenci ku, apa alasannya? Mungkin suatu hari nanti aku akan mengetahui jawabannya.


Gadis naif dan polos tapi bermuka dua. Cukup menarik perhatian.

Selasa, 26 November 2013

Surat Kecil Untuk Bapak

Surat Kecil Untuk Bapak

Apa kabar pak? Semoga bapak selalu dalam lindungan Tuhan.

Apakah bapak tau betapa sulitnya hidup kami disini? Dan apakah bapak pernah tau saya terkadang merindukan bapak meski saya sedikit membenci bapak. Maaf bila saya mempunyai perasaan seperti itu pak. Oiyah, apa bapak pernah merasa ingin memeluk ayah bapak? Atau apa bapak pernah berkhayal pergi berpiknik bersama anak bapak? Berpegangan tangan, bermain dan mengajarkan anak bapak tentang hidup. Memberi tahu anak bapak kenapa kupu – kupu bisa terbang dan bisa menjadi makhluk yang indah meski dulunya mereka hanyalah seekor ulat.
Sebenarnya apa yang ada dipikiran bapak. Kenapa bisa bapak melupakan seseorang dengan mudahnya. Meninggalkannya seperti anak kucing dipinggiran jalan. Surat ini saya tulis karena saya ingin memberi tahu bapak bahwa saya kesal berada diposisi ini, tetapi jangan takut pak, saya akan segera keluar dari lingkaran ini. Lingkaran dimana saya tidak bisa menerima jika bapak meninggalkan saya seperti kucing meninggalkan kotoran lalu menguburnya dalam – dalam.

Saya hanya ingin bapak tahu, bahwa saya sedang belajar tentang kehidupan. Meski tidak langsung tapi bapak sudah mengajarkan saya banyak pelajaran penting tentang hidup. Terimakasih pak, terimakasih banyak.


Selasa, 12 November 2013

Happy 100....

Happy 100....

Lucu ketika inget masa-masa itu. Kalau boleh minta, boleh ga balikin lagi hari itu, if only. Si Donkey emang punya cara aneh dalam lakuin sesuatu. Drama King!! :P

Setelah seharian bareng-bareng jadi pager ayu/bagus di nikahan salah satu temen kita Mr. R, dengan alesan pengen makan ramen, kita keliling-keliling bandung. Dari DU ke mana-mana tapi tu ramen ga ketemu juga. Ga maksud modus biar bisa bareng-bareng si Donkey laa emang si cupu bego jalan, apalagi kalau malem, kelar... gelap dah itu. Sebenernya sih ga laper, cuman dalam rangka menepati janji ya nganter dah tu si Cupu.

Gelang! Yup! Gelang drumsday 2011 yang seseorang janjiin bakal jadi milik si Cupu kalau dia udah bisa lakuin sesuatu. Tapi anehnya si Donkey ngotot pengen ngasih gelang yang ceritanya adalah punya dia. Dan eng ing eng... si Donkey dateng bawa kardus bekas sepatu yang ternyata berisi 100 burung origami yang.... di dalamnya terdapat gelang drumsday tersebut.
Si Donkey nyuruh si Cupu mikir kenapa itu gelang ada di dia. Karena pada dasarnya gelang itu memang punya si Cupu. Tapi kok si Donkey yang ngasih itu gelang, terlintas satu jawaban di kepala si Cupu tapi ga dia utarakan dengan alasan takut meleset.

Setelah lama nunggu-nunggu jawaban yang ga keluar-keluar, si Donkey-pun menjelaskan jikalau itu gelang memang buat si Cupu dan kenapa dia yang ngasih itu karena dia... sama sekali ga mengejutkan because si Cupu actually had been known about that. Yup, si Partner (dancer) had been told her a few time before that he has something for si Cupu.
Ngabisin waktu cuma buat bikin 100 origami, cowok?

Sehari setelah pernyataan itu si Cupu ngilang. Si Donkey kelimpungan, but time to time, the answer is opened. She and he involved in Diorama. Until now.