Kamis, 21 Januari 2016

It's Done (For Real)

Aku masih setengah sadar saat kemarin. Aku pikir aku masih setengah bermimpi ketika tahu yang terjadi kemarin akan mengubah beberapa aspek dalam kehidupanku. Masih tentang roman picisan klasik yang selalu membuat setiap wanita labil menangis setiap malam. Patah hati.

Aku tahu ini tidak benar ketika kau mulai mencari tahu tentang seseorang yang tak mau lagi hidup bersama kita. Aku tahu betul hal ini akan menggangguku beberapa hari setelah hal “patah hati” itu terjadi. Apa yang aku lakukan ini seolah tak pernah meningkat dari waktu ke waktu. Meratapi dan .... menutup hati.

Aku tak punya konsep beberapa waktu kemarin dan berhenti membicarakan kemarin. Aku ingin sekarang dan hari ini saja. aku ingin membuka hati, pikiran, mata dan telinga agar aku dapat mengerti semua yang sedang terjadi sekarang. Tapi masa lalu selalu memburu mu dengan niat jahat mereka, yaitu sedikit-sedikit melahap kita dengan ketakutan membiarkan kita mati dalam masa lalu.

Aku mengerti semua tak akan pernah sama. Meski kita membeli lem untuk memperbaiki sesuatu yang sudah pecah, tapi tetap saja tak akan pernah sebagus pertama kita membelinya.

Aku tidak akan lari meski aku ingin, aku hanya akan menikmatinya. Karena aku tau aku tidak akan pernah merasakannya lagi maka aku akan menikmatinya selagi bisa.

Jumat, 15 Januari 2016

Peperangan Bagian Kesekian

Suatu hari nanti akan aku kumpulkan semua kegelisahan yang telah aku alami di alam semesta ini. akan aku masukan mereka kedalam kotak kenangan yang sesekali akan aku buka untuk mengingat kembali bagaimana semua proses ini bisa membetukku menjadi seperti ini. menjadi aku yang semua orang acuhkan dan tak didengar.

Untuk pertama kalinya aku ingin mengubur diriku hidup-hidup dan melupakan semua yang ada di semesta ini. melupakan mereka yang tersenyum nyinyir dan berkata semua tidak mungkin. Aku bisa saja menutup mata dan telingaku. Ini hidupku, kenapa mereka merasa terganggu atas hidup orang lain. Tapi, kenapa aku terkadang terganggu mendengar mereka menyinyir seperti anjing yang lapar akan daging kemunafikan dunia.

Biarkan anjing-anjing itu meggonggong sesuka mereka. Aku tidak akan sedikitpun membalas anjing-anjing itu dengan memberi makanan yang sudah aku beri racun. Tapi aku akan menari dan menyanyi dalam diam. Buan bearti aku kalah tapi aku akan mengalah untuk memenangkan pertarungan ini. tidak akan pernah sekalipun aku keluarkan bendera putih pertanda perdamaian. Aku akan angkat senjataku dalam diam, tidak akan ada gencatan senjata terkecuali mereka sendiri yang menurunkan senjata mereka.


Aku akan menyiapkan perbekalan untuk keluar dari peperangan tak berguna ini. bukan melarikan diri tapi untuk memenangkan peperangan ini dengan caraku. 

Kamis, 07 Januari 2016

Kegelisahan Semesta Alam

Aku, Gadis yang sedang menunggu dia datang.

Aku, gadis yang sedang menunggu dia datang, bukan datang untuk pergi tapi dia yang datang untuk pergi dan kembali. Kembali dengan senyuman dan bunga ditangannya.
Aku menantikan dia yang akan setia menungguku dengan senyuman aku merindukanmu. Setiap wanita diumurku ini akan merindukan pria seperti itu. Menjemputku setiap hari, mengkhawatirkan ku ketika aku berada diluar rumah, dia yang melindungiku kemanapun aku pergi.

Aku merindukan dia yang memegang kepalaku dan berkata “semuanya akan baik-baik saja”.
Aku merindukan dia dengan tatapan tak ingin kehilangannya.
Aku merindukan dia dengan bahunya.
Aku merindukan dia yang tak keberatan aku merajuk.

Aku, gadis yang sedang menanti



6 Oktober 2015


Baru

Sang sutradara kini kembali dari kuburnya. Setelah sempat tidur beberapa waktu dia kembali membawa secarik kertas dan pena nya serta beberapa inspirasi. Sang sutradara sadar betul setahun kemarin dia banyak sekali melakukan penipuan terhadap pikiran dan hatinya. Penipuan besar yang jika terus dia lakukan, maka hidupnya akan hancur berantakan. Maka, sng sutradara memutuskan untuk menelan beberapa obat tidur dan tidur terlelap dalam kepura-puraan terhadap alam semesta.

Kini, dia bangun dan mengheningkan pikirannya sesaat. Dia menyadari bahwa banyak sekali waktu yang telah dia buang percuma, yaitu membuat pertunjukan yang bahkan tak seorangpun mau menonton drama murahannya. Dia hanyut dalam cacian dan hinaan terhadap hati dan pikirannya. “Sesuatu harus dibayar” ujarnya dalam hati.

Maka dari itu, sang sutradara memutuskan untuk membereskan semua kertas yang selama ini berserakan selama dia tidur. Ada yang harus dibakar, ada yang harus di arsipkan dan ada yang harus dilanjutkan. Menata adalah hal yang harus dilakukan pertama kali, setelah itu akan dia lanjutkan dengan rencana kerja dan goal yang akan dia capai. Semua ini butuh pemikiran jernih dan tenang. Lanjutkan cerita yang baik dan bahagia dan buang semua cerita yang buruk dan tak pantas untuk dipertontonkan.

Dia harus mulai bekerja keras untuk membuat cerita yang mendekati sempurna sekarang. Pecat semua tokoh yang tak menguntungkan dan mari buka audisi untuk pemain – pemain baru. Semua yang baik harus dipertahankan dan dijaga, sedangkan semua yang buruk harus dibuang kalau perlu bakar sampai jadi abu.

  

Dini Hari

Mata ini  lelah tetapi jari ini terus bergerak tak bersyarat. Mendengar seorang teman bercerita tentang kisahnya yang tak begitu menyedihkan bagiku tapi, cukup menyakitkan baginya. Semua kisah pasti akan berakhir, entah berakhir bahagia sebagai pasangan ataupun berakhir bahagia sebagai teman biasa. Kita hanya perlu menyikapinya secara pantas dan bijaksana.

Seperti perkataan teman lainnya, “setiap orang datang dan pergi, hanya yang terbaik yang bertahan”. Ini soal siapa yang akan menemani hidupmu sampai akhir hayat. Dia yang akan menjadi matahari di siang harimu, dia yang akan menjadi bulan dimalam harimu, dan dia yang akan menjadi selimut di saat kau tertidur. Dia juga yang akan menjadi payung disaat kau kehujanan dan dia pula yang akan menjadi pohon tempat kau bersandar dan berteduh di saat panas.

Aku, disini menunggu kamu yang sedang dalam perjalanan dikirim oleh Tuhan untuk menjadi semua yang aku butuhkan. Dimanapun kamu berada, seberapa jauh jarak kamu dan aku, pada waktunya tiba kita akan sedekat urat nadi yang tak akan pernah terpisahkan kecuali bila Tuhan berkehendak.


Selamat malam untuk setiap hati yang patah, mari kita nikmati rasa sakit yang menyenangkan ini. Dari aku, si Anak Petani yang mencoba bangkit dari kemati-suri-an. 

Free? War? Peace?

I'm just waiting for that moment. The moment when you feel free. Free from anything, anyone or everybody. Cuz there is someone who can let me go and I'm always look at him while I'm walking. He's hunting me every time, every moment and every second that I breathe.

This is very annoying, cuz I guess, no I mean I need to look forward and walking to the right path for the rainbow. Is it hard? cuz the problem solution is very very simple. I just need to think that I can create the happiness. By the way, bout the "happiness thing", everyone need and deserve to get their happiness. So do I. the classic quote said that happiness is not to be searched, you just need to create it.

The past is the problem now. They're always following us, and we just says "please... make peace with us". Don't kick them out, just make peace with them. Sometimes not always, we learn from the past. They teach us to be a better person for the next time. So, don't be a donkey! who always fall in the same place.

I did it for the 3 years in the past. This year, I'm trying to stop it. Stop to be a donkey! Just.... this mind. It's all about this mind. I have to make peace first and stop the war!

Takut?

Aku tidur dalam kebingungan dan bangun dalam ketidakpastian.
Arah yang dulu terlihat jelas kini semakin buram tertelan asap yang semakin hari semakin tebal.
Aku menghilang sejenak, tenggelam dalam kebingungan dan semua pertanyaan-pertanyaan konyol
Aku punya jawaban atas semua pertanyaan-pertanyaan itu, hanya saja tidak satu orang pun dapat membantuku menjawab satu pertanyaan
"bagaimana?"

Takut. aku tidur dalam ketakutan, aku makan dalam ketakutan dan hidup dalam ketakutan setiap saat.
Dia menyerangku setiap waktu. Dia tidak berhenti memburuku. Entah bagaimana aku bisa keluar dari siksaan ini.

 hah.. bicara apa aku ini, aku hanya bicara omong kosong setiap saat tanpa mencoba membuktikan bahwa aku punya keberanian untuk keluar dari zona menyebalkan ini.
Mencoba merangkai kalimat-kalimat indah agar seseorang mengerti semua yang aku keluhkan tentang dunia.

Aku tak sedikitpun berhenti mengeluh. mengeluhkan hal yang semua orang mengalaminya. sedikit menyebalkan ketika tau beberapa orang hanya menjadikan hal seperti ini bagian yang sangat kecil dan tidak penting. Sedangkan aku selalu menjadikan semuanya panggung yang harus di tampilkan dengan akting yang hyperbole dan penuh dengan gairah akan hidup yang orang lain bahkan tidak peduli.

Aku akan berhenti bicara omong kosong bila kebahagiaan datang menghampiriku. tapi dia salah besar,
kebahagiaan tidak datang dengan sendirinya. Kebahagiaan tentunya datang berdasarkan rasa kebersyukuran kita terhadap semua yang Tuhan beri pada kita.