Aku masih
setengah sadar saat kemarin. Aku pikir aku masih setengah bermimpi ketika tahu
yang terjadi kemarin akan mengubah beberapa aspek dalam kehidupanku. Masih
tentang roman picisan klasik yang selalu membuat setiap wanita labil menangis
setiap malam. Patah hati.
Aku tahu ini
tidak benar ketika kau mulai mencari tahu tentang seseorang yang tak mau lagi
hidup bersama kita. Aku tahu betul hal ini akan menggangguku beberapa hari
setelah hal “patah hati” itu terjadi. Apa yang aku lakukan ini seolah tak pernah
meningkat dari waktu ke waktu. Meratapi dan .... menutup hati.
Aku tak punya
konsep beberapa waktu kemarin dan berhenti membicarakan kemarin. Aku ingin
sekarang dan hari ini saja. aku ingin membuka hati, pikiran, mata dan telinga
agar aku dapat mengerti semua yang sedang terjadi sekarang. Tapi masa lalu
selalu memburu mu dengan niat jahat mereka, yaitu sedikit-sedikit melahap kita
dengan ketakutan membiarkan kita mati dalam masa lalu.
Aku mengerti
semua tak akan pernah sama. Meski kita membeli lem untuk memperbaiki sesuatu
yang sudah pecah, tapi tetap saja tak akan pernah sebagus pertama kita
membelinya.
Aku tidak akan
lari meski aku ingin, aku hanya akan menikmatinya. Karena aku tau aku tidak akan pernah
merasakannya lagi maka aku akan menikmatinya selagi bisa.