Kamis, 07 Januari 2016

Baru

Sang sutradara kini kembali dari kuburnya. Setelah sempat tidur beberapa waktu dia kembali membawa secarik kertas dan pena nya serta beberapa inspirasi. Sang sutradara sadar betul setahun kemarin dia banyak sekali melakukan penipuan terhadap pikiran dan hatinya. Penipuan besar yang jika terus dia lakukan, maka hidupnya akan hancur berantakan. Maka, sng sutradara memutuskan untuk menelan beberapa obat tidur dan tidur terlelap dalam kepura-puraan terhadap alam semesta.

Kini, dia bangun dan mengheningkan pikirannya sesaat. Dia menyadari bahwa banyak sekali waktu yang telah dia buang percuma, yaitu membuat pertunjukan yang bahkan tak seorangpun mau menonton drama murahannya. Dia hanyut dalam cacian dan hinaan terhadap hati dan pikirannya. “Sesuatu harus dibayar” ujarnya dalam hati.

Maka dari itu, sang sutradara memutuskan untuk membereskan semua kertas yang selama ini berserakan selama dia tidur. Ada yang harus dibakar, ada yang harus di arsipkan dan ada yang harus dilanjutkan. Menata adalah hal yang harus dilakukan pertama kali, setelah itu akan dia lanjutkan dengan rencana kerja dan goal yang akan dia capai. Semua ini butuh pemikiran jernih dan tenang. Lanjutkan cerita yang baik dan bahagia dan buang semua cerita yang buruk dan tak pantas untuk dipertontonkan.

Dia harus mulai bekerja keras untuk membuat cerita yang mendekati sempurna sekarang. Pecat semua tokoh yang tak menguntungkan dan mari buka audisi untuk pemain – pemain baru. Semua yang baik harus dipertahankan dan dijaga, sedangkan semua yang buruk harus dibuang kalau perlu bakar sampai jadi abu.

  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar