Sang sutradara
kini kembali dari kuburnya. Setelah sempat tidur beberapa waktu dia kembali
membawa secarik kertas dan pena nya serta beberapa inspirasi. Sang sutradara
sadar betul setahun kemarin dia banyak sekali melakukan penipuan terhadap
pikiran dan hatinya. Penipuan besar yang jika terus dia lakukan, maka hidupnya
akan hancur berantakan. Maka, sng sutradara memutuskan untuk menelan beberapa
obat tidur dan tidur terlelap dalam kepura-puraan terhadap alam semesta.
Kini, dia bangun
dan mengheningkan pikirannya sesaat. Dia menyadari bahwa banyak sekali waktu
yang telah dia buang percuma, yaitu membuat pertunjukan yang bahkan tak
seorangpun mau menonton drama murahannya. Dia hanyut dalam cacian dan hinaan
terhadap hati dan pikirannya. “Sesuatu harus dibayar” ujarnya dalam hati.
Maka dari itu,
sang sutradara memutuskan untuk membereskan semua kertas yang selama ini
berserakan selama dia tidur. Ada yang harus dibakar, ada yang harus di arsipkan
dan ada yang harus dilanjutkan. Menata adalah hal yang harus dilakukan pertama
kali, setelah itu akan dia lanjutkan dengan rencana kerja dan goal yang akan
dia capai. Semua ini butuh pemikiran jernih dan tenang. Lanjutkan cerita yang
baik dan bahagia dan buang semua cerita yang buruk dan tak pantas untuk
dipertontonkan.
Dia harus mulai
bekerja keras untuk membuat cerita yang mendekati sempurna sekarang. Pecat
semua tokoh yang tak menguntungkan dan mari buka audisi untuk pemain – pemain
baru. Semua yang baik harus dipertahankan dan dijaga, sedangkan semua yang
buruk harus dibuang kalau perlu bakar sampai jadi abu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar