Minggu, 29 Oktober 2017

Sajak Tanpa Arah

Angin datang dari selatan
Membawa nyanyian hampa
Kadang dia membawa awan mendung tanpa memberitahu
Aku duduk di kursiku menanti
Menanti datangnya angin membawa berita
Bukan awan atau hujan

Temanku bertingkah aneh akhir akhir ini
Dia berjalan menyusuri sungai hingga berenang jauh untuk menangkap ikan
Aku bilang, “Jangan lupa untuk kembali, aku berjanji takkan meminta ikanmu bila kau kembali” 
tapi sepertinya tak terdengar olehnya.

Aku masih duduk di kursi, aku sedang memperhatikan cicak
Cicak yang sedang mengobrol di atas itu sepertinya sedang membicarakan hal serius
Apa mungkin mereka sedang bertengkar?

Hah, aku hanya manusia yang pasti nya tak akan mengerti bahasa cicak
Mengerti bahasa manusia saja sulit terkadang apalagi bahasa hewan

Sedang apa aku ini

2017-06-17

I Miss My Old Friends

Karena yang lebih mengerikan adalah kesepian saat kita tidak sendiri.


Arahku tak menentu, aku kehilangan beberapa teman. Ingin ku menghubungi tapi perasaan takut mengganggu selalu menjadi ke-suudzonan masa kini. Aku rindu mereka. Aku butuh mereka. Salah seorang teman menghubungiku kemarin pagi. Dia bilang aku telah mengganggu mimpinya. Aku hanya bilang “aku merindukanmu teman” seolah sudah menjadi basa basi untuk berjanji akan bertemu tetapi tak pernah ada satupun pertemuan yang terjadi.

Aku bertanya, apakah aku yang terlalu lamban atau orang-orang yang terlalu cepat?
Salah satu temanku berkata “kau beruntung memiliki ibu yang sangat perhatian, dia selalu membekalimu makanan yang enak setiap hari” aku berkata “kau tahu kenapa? Karena dulu ibuku sibuk mencari uang sampai aku tak pernah sedikitpun kekurangan sesuatu. Dan hanya hari pertama sekolah ibu antar aku, ibu juga membiarkan menjadi anak mandiri karena berkatnya, aku bisa menyebrang jalan sendiri saat pulang sekolah, memakai dasi sendiri dan mengikat tali sepatu sendiri. Kenangan yang tidak boleh aku lupakan.


Mereka hanya tahu namaku bukan ceritaku.