Selasa, 15 November 2016

Losing My Dream?

Have you ever feel something burning in your body when someone dancing in your face? 

I was a dancer, yes I was. I feel free when I’m dancing. I can clearly feel myself. Moving my body is like expressing my feeling and emotion. I can even forget everything when I’m dancing. It feels like.... happiness for me.

I keep saying about “live without passion is nothing” that I don’t live by. It’s a lie. I’m suffering. I want that life, when I just need to move my body into the music that feels really right. I want to do this for me, cause I want to be a selfish but I can’t. I’m too terrified to take the path that I want it so much. It feels atrocious.

I have to tell you about this song. This is a superb lyric. I’ll write the translation cause it’s a Korean song.

“I’m still standing here with my eyes closed
Lost between the deserts and oceans
I’m still wandering Where should I go
I didn’t know there were this many Paths I can’t go and paths I can’t take
I never felt this way before Am I becoming an adult?
This is too hard, is this path right for me, I am confused
Never leave me alone, I still believe even though it’s unbelievable
To lose your path, Is the way to find that path
Lost my way, Constantly pushing without rest Within the harsh rainstorms
Lost my way, Within a complicated world without an exit
Lost my way------
No matter how much I wander, I want to believe in my path
Lost my way Found my way------
I once saw an ant going somewhere, There is no way to find the path at once
Constantly crashing and crawling forward, To find something to eat
Roaming for days, You know
There is a reason for all this frustration, I believe that we’re on the right path
If we ever find it, We will return home at once Just like an ant
This is too hard, is this path right for me, I am so confused Don’t you leave me alone-----
I wander, I want to believe in my path
So long Goodbye to my hope with no promise
So long Even if I’m slow I will walk with my own feet

Because I know this path is mine to take
Even if I go back, I will reach this path eventually
I never I will never
I will never lose my dream----- (*but I can’t promise)


This song is strong enough to express my mind. Maybe I’m late and cannot going back but, I believe that I have many paths. I just need to believe it, that’s all. 

Berbicara Tentang Menjadi Dewasa

Karena kita telah tumbuh bersama waktu, maka beberapa point telah berubah ada juga yang tak mungkin kembali sama seperti saat sebelum kita tumbuh.

Karena apa yang terjadi membuat kita semakin kuat dan menjadi berbeda. Kau mungkin bertambah cengeng atau pendiam tapi, jangan pernah lupakan dirimu yang dulu.

Beberapa teman telah menghilang bersama berjalannya waktu. Ada yang di telan aktifitas, ada yang dibunuh cinta dan ada juga yang dihabisi oleh uang. Mereka tak akan mungkin kembali ke kehidupan dulu. Sangat disayangkan tapi, yang paling aku sayangkan adalah, aku masih belum menerima kenyataan bahwa aku kehilangan banyak.

Bukankah pepatah mengatakan, “If you’re not losing friends, you’re not growing up” apakah harus? Ya! Itu keharusan untuk tumbuh menjadi lebih dewasa. Kita harus memutuskan apakah akan tetap tinggal disini atau pergi ke suatu tempat untuk menyelesaikan sesuatu yang harus diselesaikan.

Menulis apa aku ini? aku sangat ingin menjadi penulis, suatu hari novel atau ceritaku akan di film-kan oleh seorang sutradara. Haha... biarkan aku tetap bermimpi seperti tadi, aku sangat menikmati mimpi itu. biarkan aku berkhayal sesuka ku. Hanya dalam dunia khayalan ini aku bisa melakukan apapun. Bukankah pikiran lebih kuat daripada apapun? Dia, lebih cepat daripada apapun. Aku bisa pergi kemana saja dengan pikiran ini.



Berbicara Tentang Menjadi Dewasa

Karena kita telah tumbuh bersama waktu, maka beberapa point telah berubah ada juga yang tak mungkin kembali sama seperti saat sebelum kita tumbuh.

Karena apa yang terjadi membuat kita semakin kuat dan menjadi berbeda. Kau mungkin bertambah cengeng atau pendiam tapi, jangan pernah lupakan dirimu yang dulu.

Beberapa teman telah menghilang bersama berjalannya waktu. Ada yang di telan aktifitas, ada yang dibunuh cinta dan ada juga yang dihabisi oleh uang. Mereka tak akan mungkin kembali ke kehidupan dulu. Sangat disayangkan tapi, yang paling aku sayangkan adalah, aku masih belum menerima kenyataan bahwa aku kehilangan banyak.

Bukankah pepatah mengatakan, “If you’re not losing friends, you’re not growing up” apakah harus? Ya! Itu keharusan untuk tumbuh menjadi lebih dewasa. Kita harus memutuskan apakah akan tetap tinggal disini atau pergi ke suatu tempat untuk menyelesaikan sesuatu yang harus diselesaikan.

Menulis apa aku ini? aku sangat ingin menjadi penulis, suatu hari novel atau ceritaku akan di film-kan oleh seorang sutradara. Haha... biarkan aku tetap bermimpi seperti tadi, aku sangat menikmati mimpi itu. biarkan aku berkhayal sesuka ku. Hanya dalam dunia khayalan ini aku bisa melakukan apapun. Bukankah pikiran lebih kuat daripada apapun? Dia, lebih cepat daripada apapun. Aku bisa pergi kemana saja dengan pikiran ini.



Kamis, 07 April 2016

Menjadi Juri (Lagi)

Aku marah dan sedih dalam waktu yang bersamaan. Bagaimana orang-orang menilai homosexual itu biasa saja. homosexual adalah penyakit dan dapat menular. Aku ingin sembuhkan semua homosexual didunia. Mereka sakit dan harus disembuhkan, mereka butuh penanganan khusus. Mereka harus disembuhkan!

Al-Quran maupun Bible menyebutkan bahwa homosexual adalah dosa besar. Dosa yang pelaku harus dirajam sampai mati. Aku memang bukan orang paling suci didunia, malah mungkin aku sama sekali tak punya hak untuk menghakimi para homosexual tapi, aku hanya prihatin, sedih dan marah ketika mendengar salah satu temanku mengaku bahwa dia seorang homosexual. Aku sedih dan tak tau harus berbuat apa.

Dia mengaku bingung, malu dan tak mau menjalani hidup sebagai seorang homosexual tetapi, dia tak dapat mundur. Dia bingung, begitu pula aku. Dan hatiku bertambah sedih ketika dia berpikir dia ingin sembuh untuk keluarganya tetapi, dia mendapatkan perlakuan yang tak mengenakan dari keluarganya sendiri. Hal itu membuat dia tidak ingin sembuh dan hanya ingin menjadi seorang homosexual total.

Aku sedih, aku marah, tapi tak bisa berbuat apa-apa. Aku kesal pada diriku sendiri yang tak dapat berbuat apa-apa ketika orang-orang kehilangan apa yang mereka butuhkan. Aku hanya ingin mereka ijinkan aku untuk menolong mereka yang kesepian atas hidup mereka. Tolong ijinkan aku.

Disisi lain aku tak bisa berbuat apa-apa, terlintas pula pemikiran untuk “menerima mereka apa adanya meski mereka sakit.” Aku akan jadi orang yang dikutuk Tuhan jika aku mendukung mereka seperti itu tetapi, sudah jadi jalan mereka untuk menjadi kaum Luth. Aku sama sekali tak bisa berbuat apa-apa. Aku tak berguna, aku sedih.

Adalah hak mereka untuk memilih jalan mereka masing-masing. Setiap orang punya hak untuk menulis atau menggambar apapun di buku kosong mereka. Mungkin aku sedih tapi, aku sangat menghormati apapun keputusan mereka. Aku bukan orang baik, sama sekali bukan, tetapi aku hanya ingin teman-temanku dapat bahagia dan terjauh dari penderitaan.


Senin, 04 April 2016

Dunia Memang Jahat

Status pacaran memang tidak diakui negara maupun agama but guess what, norma masyarakat lebih jahat daripada norma hukum yang tertulis di negara. Seseorang bisa membunuh dirinya sendiri karena judgement dari masyarakat. Padahal masyrakat itu sendiri tidak ikut andil dalam urusan kehidupan si korban.

www.bloglovin.com
Siapa sebenarnya kita sehingga berani memberi penilaian jahat terhadap orang lain? Apakah kita sudah lebih baik dari orang yang kita nilai? Mungkin hampir semua orang didunia ini telah menyalahgunakkan hak. Hak berbicara dan hak mengeluarkan kritikan.

Beberapa orang hari ini sedang menyuarakan hak mereka untuk diterima karena penyakit yang mereka derita, LGBT semisal. Tidak adakah dokter yang ingin menyembuhkan mereka? maaf aku salah besar disini. Mereka harus menyadari diri mereka sakit terlebih dahulu, baru setelah itu dokter akan menangani mereka.

Aku mungkin termasuk orang yang jahat karena senang pula menilai orang lain tanpa tahu cerita dibaliknya. Tapi aku muak dengan orang-orang seperti aku yang terkadang menganggap dirinya paling benar. Aku bukan Tuhan dan mereka pun bukan. Mereka kotor, akupun tidak sebersih yang aku pikir.

Dunia memang jahat. Terkadang aku hanya ingin hidup di padang rumput impian dengan pohon besar ditengahnya. Sejuk, tentram dan damai. Mungkin itu pengertian damai yang terlintas di benakku. Ketika melihat dunia semakin liar dan amburadul, hanya tempat itu yang ingin sekali aku datangi. Dunia ini semakin kumuh dan menjijikan. Aku ingin kehidupan bersih tanpa suara gaduh hewan-hewan liar berada. Bahkan hewan mungkin lebih pintar daripada manusia hari ini, karena hewan tahu bagaimana cara untuk kawin. Kawin dengan lawan jenis.

Serendah itukah manusia hari ini? Maafkan aku karena aku menjadi juri hari ini. Aku mengeluarkan semua kalimat kotorku. Maafkan.

Sabtu, 05 Maret 2016

Sisa Patah Hati

Karena semua barang-barang ini yang membuat semuanya tampak menyakitkan.

Mari kita kubur semua yang menyakitkan ini. Mari kita bunuh beberapa burung dan beberapa bintang berwarna ini. Semua ini hanya membuat semua terasa tidak nyata. Barang-barang ini yang membuat kita terhanyut dalam mimpi indah. Aku akan memberitahu dunia jika semua ini tidak benar. Semua ilusi dan impian anak-anak hanyalah omong kosong semata.

Semua cerita cinta dan semua cerita tentang hidup itu indah, semuanya hanya ilusi dan impian setiap orang yang sama sekali jauh dari kenyataan. Seseorang berkata “orang yang memilih pergi dulunya pasti pernah bertahan sekuat hati. Intinya, orang yang memilih angkat tangan dan menyerah dulunya pernah memperjuangkan namun tak dihargai”. 

H-29

Masih tak ada tanda-tanda dia datang. Sejauh ini masih seperti ini dan aku bersyukur untuk hari ini dan hari-hari lainnya karena Tuhan telah mengirimkan ku malaikat tak bersayap yang bisa melakukan apapun dengan kedua tangannya. Dia wanita paling hebat sejagad raya.

Bagi mereka yang ingin mencintaiku, harus mencintai wanita hebat itu terlebih dahulu. Karena dia bukan hanya segalanya tapi, segala-galanya yang ada di muka bumi ini. aku tidak me-Tuhan-kan nya, hanya saja, Tuhan sangat menyayangiku sehingga Dia kirimkan malaikat tersebut kepadaku.

Aku tak akan pernah bisa mengungkapkan perasaan ini kepadanya. Karena terlalu... aneh. Biarkan perasaan ini aku sampaikan dengan caraku sendiri . karena aku tau, malaikat cerewet itu selalu tau apa yang aku rasakan dan apa yang aku pikirkan.

Semoga besok, dia yang lain datang dan segera memperlihatkan batang hidungnya karena aku sangat merindukannya. Siapapun dia, aku yakin Tuhan tau siapa yang terbaik dan mendekati sempurna untuk menemani dan menjaga hidupku kelak. 

Tolong Tuhan

I know this day will come. The day when he change the picture. Finally, this day is coming....

I’m glad and crying a bit, but it doesn’t matter. It clear me off.
Meski bukan yang pertama tetapi rasanya masih sakit seperti biasa, bahkan lebih sakit. Aku dengar, menulis dapat mengobati patah hati. Baiklah, aku akan menulis lagi mulai dari sekarang tapi aku tak akan memaksakan otakku untuk berpikir keras tentang hal apa yang harus aku tulis setiap harinya.

Aku sedih, sampai aku tidak bisa mengeluarkan air mataku untuk hal sedih ini. Aku tidak tau tapi aku ingin menangis karena sedih tapi tidak bisa. Harus aku beritahu siapa sedih ini? Bodoh!!! Kau punya Tuhan dan masih bilang kau kesepian? BODOH!

Aku tak ingin membuat keadaan menjadi hiperbol  tapi, aku tak ingin juga memandang semuanya secara biasa saja. Apa yang membuatku sedih kali ini bukan hanya tentang patah hatiku atau perasaan idiot selama 3 tahun ini tapi semua orang ternyata tak sebahagia kelihatannya. Mereka menderita menahan rasa sakit sembari tersenyum. Menyedihkan bukan?

Yah, mereka. Orang-orang disekitarku hanya berpura-pura bahagia. Fana, fatamorgana. Dunia nampak indah tapi.... menyedihkan. Kasihan sekali mereka. Kasihan sekali aku. Tuhan, tolong jangan tenggelamkan aku dalam dunia fana ini.


Kamis, 21 Januari 2016

It's Done (For Real)

Aku masih setengah sadar saat kemarin. Aku pikir aku masih setengah bermimpi ketika tahu yang terjadi kemarin akan mengubah beberapa aspek dalam kehidupanku. Masih tentang roman picisan klasik yang selalu membuat setiap wanita labil menangis setiap malam. Patah hati.

Aku tahu ini tidak benar ketika kau mulai mencari tahu tentang seseorang yang tak mau lagi hidup bersama kita. Aku tahu betul hal ini akan menggangguku beberapa hari setelah hal “patah hati” itu terjadi. Apa yang aku lakukan ini seolah tak pernah meningkat dari waktu ke waktu. Meratapi dan .... menutup hati.

Aku tak punya konsep beberapa waktu kemarin dan berhenti membicarakan kemarin. Aku ingin sekarang dan hari ini saja. aku ingin membuka hati, pikiran, mata dan telinga agar aku dapat mengerti semua yang sedang terjadi sekarang. Tapi masa lalu selalu memburu mu dengan niat jahat mereka, yaitu sedikit-sedikit melahap kita dengan ketakutan membiarkan kita mati dalam masa lalu.

Aku mengerti semua tak akan pernah sama. Meski kita membeli lem untuk memperbaiki sesuatu yang sudah pecah, tapi tetap saja tak akan pernah sebagus pertama kita membelinya.

Aku tidak akan lari meski aku ingin, aku hanya akan menikmatinya. Karena aku tau aku tidak akan pernah merasakannya lagi maka aku akan menikmatinya selagi bisa.

Jumat, 15 Januari 2016

Peperangan Bagian Kesekian

Suatu hari nanti akan aku kumpulkan semua kegelisahan yang telah aku alami di alam semesta ini. akan aku masukan mereka kedalam kotak kenangan yang sesekali akan aku buka untuk mengingat kembali bagaimana semua proses ini bisa membetukku menjadi seperti ini. menjadi aku yang semua orang acuhkan dan tak didengar.

Untuk pertama kalinya aku ingin mengubur diriku hidup-hidup dan melupakan semua yang ada di semesta ini. melupakan mereka yang tersenyum nyinyir dan berkata semua tidak mungkin. Aku bisa saja menutup mata dan telingaku. Ini hidupku, kenapa mereka merasa terganggu atas hidup orang lain. Tapi, kenapa aku terkadang terganggu mendengar mereka menyinyir seperti anjing yang lapar akan daging kemunafikan dunia.

Biarkan anjing-anjing itu meggonggong sesuka mereka. Aku tidak akan sedikitpun membalas anjing-anjing itu dengan memberi makanan yang sudah aku beri racun. Tapi aku akan menari dan menyanyi dalam diam. Buan bearti aku kalah tapi aku akan mengalah untuk memenangkan pertarungan ini. tidak akan pernah sekalipun aku keluarkan bendera putih pertanda perdamaian. Aku akan angkat senjataku dalam diam, tidak akan ada gencatan senjata terkecuali mereka sendiri yang menurunkan senjata mereka.


Aku akan menyiapkan perbekalan untuk keluar dari peperangan tak berguna ini. bukan melarikan diri tapi untuk memenangkan peperangan ini dengan caraku. 

Kamis, 07 Januari 2016

Kegelisahan Semesta Alam

Aku, Gadis yang sedang menunggu dia datang.

Aku, gadis yang sedang menunggu dia datang, bukan datang untuk pergi tapi dia yang datang untuk pergi dan kembali. Kembali dengan senyuman dan bunga ditangannya.
Aku menantikan dia yang akan setia menungguku dengan senyuman aku merindukanmu. Setiap wanita diumurku ini akan merindukan pria seperti itu. Menjemputku setiap hari, mengkhawatirkan ku ketika aku berada diluar rumah, dia yang melindungiku kemanapun aku pergi.

Aku merindukan dia yang memegang kepalaku dan berkata “semuanya akan baik-baik saja”.
Aku merindukan dia dengan tatapan tak ingin kehilangannya.
Aku merindukan dia dengan bahunya.
Aku merindukan dia yang tak keberatan aku merajuk.

Aku, gadis yang sedang menanti



6 Oktober 2015


Baru

Sang sutradara kini kembali dari kuburnya. Setelah sempat tidur beberapa waktu dia kembali membawa secarik kertas dan pena nya serta beberapa inspirasi. Sang sutradara sadar betul setahun kemarin dia banyak sekali melakukan penipuan terhadap pikiran dan hatinya. Penipuan besar yang jika terus dia lakukan, maka hidupnya akan hancur berantakan. Maka, sng sutradara memutuskan untuk menelan beberapa obat tidur dan tidur terlelap dalam kepura-puraan terhadap alam semesta.

Kini, dia bangun dan mengheningkan pikirannya sesaat. Dia menyadari bahwa banyak sekali waktu yang telah dia buang percuma, yaitu membuat pertunjukan yang bahkan tak seorangpun mau menonton drama murahannya. Dia hanyut dalam cacian dan hinaan terhadap hati dan pikirannya. “Sesuatu harus dibayar” ujarnya dalam hati.

Maka dari itu, sang sutradara memutuskan untuk membereskan semua kertas yang selama ini berserakan selama dia tidur. Ada yang harus dibakar, ada yang harus di arsipkan dan ada yang harus dilanjutkan. Menata adalah hal yang harus dilakukan pertama kali, setelah itu akan dia lanjutkan dengan rencana kerja dan goal yang akan dia capai. Semua ini butuh pemikiran jernih dan tenang. Lanjutkan cerita yang baik dan bahagia dan buang semua cerita yang buruk dan tak pantas untuk dipertontonkan.

Dia harus mulai bekerja keras untuk membuat cerita yang mendekati sempurna sekarang. Pecat semua tokoh yang tak menguntungkan dan mari buka audisi untuk pemain – pemain baru. Semua yang baik harus dipertahankan dan dijaga, sedangkan semua yang buruk harus dibuang kalau perlu bakar sampai jadi abu.

  

Dini Hari

Mata ini  lelah tetapi jari ini terus bergerak tak bersyarat. Mendengar seorang teman bercerita tentang kisahnya yang tak begitu menyedihkan bagiku tapi, cukup menyakitkan baginya. Semua kisah pasti akan berakhir, entah berakhir bahagia sebagai pasangan ataupun berakhir bahagia sebagai teman biasa. Kita hanya perlu menyikapinya secara pantas dan bijaksana.

Seperti perkataan teman lainnya, “setiap orang datang dan pergi, hanya yang terbaik yang bertahan”. Ini soal siapa yang akan menemani hidupmu sampai akhir hayat. Dia yang akan menjadi matahari di siang harimu, dia yang akan menjadi bulan dimalam harimu, dan dia yang akan menjadi selimut di saat kau tertidur. Dia juga yang akan menjadi payung disaat kau kehujanan dan dia pula yang akan menjadi pohon tempat kau bersandar dan berteduh di saat panas.

Aku, disini menunggu kamu yang sedang dalam perjalanan dikirim oleh Tuhan untuk menjadi semua yang aku butuhkan. Dimanapun kamu berada, seberapa jauh jarak kamu dan aku, pada waktunya tiba kita akan sedekat urat nadi yang tak akan pernah terpisahkan kecuali bila Tuhan berkehendak.


Selamat malam untuk setiap hati yang patah, mari kita nikmati rasa sakit yang menyenangkan ini. Dari aku, si Anak Petani yang mencoba bangkit dari kemati-suri-an. 

Free? War? Peace?

I'm just waiting for that moment. The moment when you feel free. Free from anything, anyone or everybody. Cuz there is someone who can let me go and I'm always look at him while I'm walking. He's hunting me every time, every moment and every second that I breathe.

This is very annoying, cuz I guess, no I mean I need to look forward and walking to the right path for the rainbow. Is it hard? cuz the problem solution is very very simple. I just need to think that I can create the happiness. By the way, bout the "happiness thing", everyone need and deserve to get their happiness. So do I. the classic quote said that happiness is not to be searched, you just need to create it.

The past is the problem now. They're always following us, and we just says "please... make peace with us". Don't kick them out, just make peace with them. Sometimes not always, we learn from the past. They teach us to be a better person for the next time. So, don't be a donkey! who always fall in the same place.

I did it for the 3 years in the past. This year, I'm trying to stop it. Stop to be a donkey! Just.... this mind. It's all about this mind. I have to make peace first and stop the war!

Takut?

Aku tidur dalam kebingungan dan bangun dalam ketidakpastian.
Arah yang dulu terlihat jelas kini semakin buram tertelan asap yang semakin hari semakin tebal.
Aku menghilang sejenak, tenggelam dalam kebingungan dan semua pertanyaan-pertanyaan konyol
Aku punya jawaban atas semua pertanyaan-pertanyaan itu, hanya saja tidak satu orang pun dapat membantuku menjawab satu pertanyaan
"bagaimana?"

Takut. aku tidur dalam ketakutan, aku makan dalam ketakutan dan hidup dalam ketakutan setiap saat.
Dia menyerangku setiap waktu. Dia tidak berhenti memburuku. Entah bagaimana aku bisa keluar dari siksaan ini.

 hah.. bicara apa aku ini, aku hanya bicara omong kosong setiap saat tanpa mencoba membuktikan bahwa aku punya keberanian untuk keluar dari zona menyebalkan ini.
Mencoba merangkai kalimat-kalimat indah agar seseorang mengerti semua yang aku keluhkan tentang dunia.

Aku tak sedikitpun berhenti mengeluh. mengeluhkan hal yang semua orang mengalaminya. sedikit menyebalkan ketika tau beberapa orang hanya menjadikan hal seperti ini bagian yang sangat kecil dan tidak penting. Sedangkan aku selalu menjadikan semuanya panggung yang harus di tampilkan dengan akting yang hyperbole dan penuh dengan gairah akan hidup yang orang lain bahkan tidak peduli.

Aku akan berhenti bicara omong kosong bila kebahagiaan datang menghampiriku. tapi dia salah besar,
kebahagiaan tidak datang dengan sendirinya. Kebahagiaan tentunya datang berdasarkan rasa kebersyukuran kita terhadap semua yang Tuhan beri pada kita.