Kamis, 06 November 2014

Dunia Nyatakah?

Inilah kehidupan dan inilah dunia nyata.

Bukan, ini bukan benar – benar dunia nyata, masih sedikit fantasi, setengah fantasi maksudnya. Terasa masih seperti mimpi saat harus berteman dengan rutinitas setiap hari. Sarapan dengan klason kendaraan, lampu merah, absen dan semuanya adalah bagian dari rutinitas setiap pagi.

Sesampainya di tempat berlangsungnya rutinitas, dering telepon dan seperangkat computer menanti dengan sebegitu sabarnya. Gantungan yang bertuliskan ‘closed’ dibalikan dan took telah dibuka, ‘open’. Email, chat, medsos jam dinding semuanya bekerja tanpa henti. Apa mereka tidak lelah?

Jam pulang dan waktunya berpamitan dengan si rutinitas. Macet, klakson kendaran dan semuanya seolah menyambut kepulangan teman si rutinitas. Mereka juga tak pernah lelah bekerja setiap harinya. Kasian. Rutinitas selalu memaksa memaksa mereka untuk tetap bekerja stiap waktu.

Ingin berhenti? Pasti tapi, inilah siklus yang berjalan. Keluar dari siklus? Sedikit mungkin, sedikit. Seperti halnya orang pacaran, pasti bertengkar lalu putus pada akhirnya meski ada dua kemungkinan, putus lalu menikah atau putus dan hanya ber-label mantan pacar.


Rodanya sedang berputar, kalau rodanya dihentikan dan dirusakan, aku akan terus disini sampai mati nanti.