Minggu, 29 Maret 2015

....

"Hujan jangan marah..."
Kalimat tersebut sering diucapkan beberapa orang akhir-akhir ini.

Aku kembali melukis, menggambar dan mewarnai. Setelah rehat untuk beberapa saat, aku kembali. hanya saja aku masih memikirkan akan aku warnai apa gambar sketsa yang sedang aku buat ini.

Langit sepertinya sedang bersedih, setiap hari dia selalu menangis dengan derasnya. Tanah dan rumput hanya bisa diam menyaksikan dirinya basah kuyup setiap hari. Apa karena hujan, sang pujangga belum juga menemukan perjamuannya.

Secepatnya, sang punjangga harus segera menemukan sang kekasih yang sedang menanti di sana. Seperti cerita Cinderella, si gadis yang akhir akhir ini di panggil si picik karena ternyata dia terbukti telah sengaja meninggalkan sepatu kacanya agar pangeran menemukan dan menikahinya.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar