Mr.R adalah pria pecinta yang rela melakukan
apa saja demi wanita yang ia sukai. Dan Mr.S adalah sahabat ia sedari kecil,
bisa kita katakan dimana ada Mr.R disitu ada Mr.S. Suatu hari Mr.S memiliki
kekasih dan Mr.R marah dan sangat membenci kekasihnya karena dia merasa Mr.S
telah lupa akan dirinya, sahabatnya. Mungkin lebih tepatnya cemburu karena
sedikit dilupakan.
Mereka benar – benar tak terpisahkan tapi
suatu hari datanglah dimana kepercayaan dan persahabatan mereka hancur karena
suatu makhluk bernama wanita.
Lady A adalah gadis sederhana, polos yang
sedikit kekanak kanakan, apa adanya dan naif. Mr.R jatuh cinta padanya dan rela
melakukan apapun demi gadis ini. Mr.R bahkan rela menjadi orang yang mengantar
Lady A kemanapun dia pergi. Menjadi guru, menjadi kakak, bahkan menjadi ayah
yang selalu ada untuk Lady A. Apapun yang Lady A butuhkan, apapun yang Lady A
inginkan Mr.R selalu berusaha untuk memenuhinya.
Beberapa kesempatan Mr.R mencoba meminta
jawaban atas semua yang sudah ia lakukan dan selalu berusaha meyakinkan sang
Lady jika Mr.R bisa jadi apapun yang Lady inginkan. Tapi Lady selalu meminta
perpanjangan waktu untuk menjawab itu semua. Dibalik permintaan perpanjangan
waktu itu, ternyata si Lady ini bermain main dengan sahabat Mr.R, ya! Mr.S pun
sama sekali tidak menolak dengan situasi yang datang menghampirinya. Disamping
itu, si Lady juga membuat suatu kudeta dengan beberapa teman – teman Mr.R,
cukup jahat bukan. Polos dan naif. Ternyata dia adalah gadis penuh kejahatan.
Setelah memanfaatkan Mr.R, dia menarik Mr.S
dalam permainannya. Dia mengaku bahwa ingin melepaskan diri dari Mr.R yang
selalu mengekangnya melebihi orang tuanya sendiri. Mr.R memang tipe orang
pemaksa, tidak peduli apapun yang menghalanginya untuk memiliki si Lady. Bahkan
Lady mengaku jatuh cinta pada Mr.S, meski sedikit canggung pada awalnya tetapi
Mr.S tidak menolak dan akhirnya mereka menikmati situasi itu. Beberapa teman
kepercayaan Mr.S sudah mengetahui apa yang terjadi antara ia dan si Lady, tapi
belum dengan Mr.R.
Saling menusuk dari belakang dan saling
berlomba untuk tetap bertahan di lingkaran kemunafikan.
Mr.S berkata, bahwa apa yang Mr.R lakukan
sangat amat berlebihan. Sangat amat memaksakan kehendaknya yang jauh dari kemungkinan.
Tapi tidak ada yang dapat menghentikan Mr.R, bahkan sahabatnya sendiri sudah
menyerah untuk membantu sahabatnya itu dan malah menikmati permainannya dengan
si Lady.
Si Lady A-pun tidak bisa menegaskan bahwa ia
jelas – jelas menolak dan membenci situasi itu, dan piciknya ia malah
memanfaatkannya. Caranya lari yaitu dengan bermain dengan Mr.S, sangat amat
tidak bertanggung jawab. Mereka bertiga terjebak dalam permainan yang membuat
mereka terluka, mungkin tidak semua yang merasa dirugikan karena si Lady A
lebih banyak mendapat keuntungan dari permainan ini. It was really mean!
Mr.R bercerita bahwa dia tidak bersalah dan
hanya di butakan oleh cinta. Sahabatnya yang dia pikir 100% bersalah karena telah
menusuknya dari belakang, merebut orang yang ia kasihi dan menghancurkan
persahabatannya. Tidak heran, karena mereka semua tidak ada yang mau
disalahkan.
Suatu hari, Mr.S-pun sudah lelah bermain dan
akhirnya terkuaklah permainan kotor yang ia lakukan dengan si Lady. Mr.R tidak
bisa menerima itu lalu hilanglah kepercayaan mereka. Sekarang, Mr.S dan si Lady
menghilang dari panggung, tersisa Mr.R yang masih berlalu lalang diatas
panggung dimana penonton dapat melihatnya. Kemana mereka berdua, sama sekali
tidak ada yang tau. Mereka bertiga adalah contoh dari orang – orang yang
terkadang melakukan sesuatu yang sedikit memuakkan. Ini bukan hinaan, tapi
sedikit cacian. Karena mereka hidup dalam kemunafikan yang menjerumuskan mereka
ke dalam lingkaran kejahanaman.