Finally, ada juga teman untuk berbagi semua
tekanan. Memang telinga yang sedang saya butuhkan sekarang. Telinga untuk
mendengar semuanya, tidak butuh advice, hanya butuh telinga. Tidak butuh tempat
bersandar, hanya telinga.
Terlalu worry, terlalu takut dan terlalu...
apa ya. Tidak pernah menemukan kata yang benar – benar pas untuk mengungkapkan
semuanya. Waktu itu, saya benar – benar ingin berhenti bermain, tapi anda datang
dengan air mata di mata anda. Saya tidak mengerti, dan saya tidak pernah mau mengerti.
Saya sudah tidak mau main lagi, tapi anda menawarkan untuk bermain permainan
yang saya pikir tiak akan pernah jadi
permainan karena saya sudah benar – benar lelah dengan hal – hal semacam itu.
Seperti ada garpu di tenggorokan yang tersangkut.
Kakak itu bilang, jangan pernah mengambil keputusan jika anda masih ragu. Saya melakukan
apa yang emosi saya katakan. Saya melakukan apa yang ego saya katakan. Hal seperti
ini tidak mungkin selesai jika kita tidak pernah mau jadi dewasa. Saya hanya
membutuhkan sedikit waktu untuk mempelajari hal – hal seperti ini.
Bukan lagi tentang kita yang ingin bahagia jika
bersama seseorang, tapi tentang bagaimana seseorang bahagia karena kita.
Saya yang salah, bukan saya yang menentukan
saya worth it atau tidak untuk seseorang. Tapi seseoranglah yang menentukan itu
semua. Saya selalu bertanya, apa yang anda cari dari saya?
Saya tidak punya apa
– apa untuk membuat seseorang tertawa. Saya tidak punya apa yang anda butuhkan.
Tapi finally semuanya seperti itu, apa ini perlakuan anda terhadap sesuatu yang
anda dapat secara susah payah? Ok, saya salah! Gampang kan? Itu alasannya saya
tidak berharga. Maaf, tapi itu yang saya pikirkan.
Kalau anda tidak mau saya berpikir seperti
itu, tolong beri saya pernyataan atau bukti supaya saya bisa percaya semua itu hanya
pikiran saya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar