Selasa, 13 Agustus 2013

Kakak itu Berkata

Finally, ada juga teman untuk berbagi semua tekanan. Memang telinga yang sedang saya butuhkan sekarang. Telinga untuk mendengar semuanya, tidak butuh advice, hanya butuh telinga. Tidak butuh tempat bersandar, hanya telinga.

Terlalu worry, terlalu takut dan terlalu... apa ya. Tidak pernah menemukan kata yang benar – benar pas untuk mengungkapkan semuanya. Waktu itu, saya benar – benar ingin berhenti bermain, tapi anda datang dengan air mata di mata anda. Saya tidak mengerti, dan saya tidak pernah mau mengerti. Saya sudah tidak mau main lagi, tapi anda menawarkan untuk bermain permainan yang saya pikir tiak akan  pernah jadi permainan karena saya sudah benar – benar lelah dengan hal – hal semacam itu.

Seperti ada garpu di tenggorokan yang tersangkut. Kakak itu bilang, jangan pernah mengambil keputusan jika anda masih ragu. Saya melakukan apa yang emosi saya katakan. Saya melakukan apa yang ego saya katakan. Hal seperti ini tidak mungkin selesai jika kita tidak pernah mau jadi dewasa. Saya hanya membutuhkan sedikit waktu untuk mempelajari hal – hal seperti ini.

Bukan lagi tentang kita yang ingin bahagia jika bersama seseorang, tapi tentang bagaimana seseorang bahagia karena kita.
Saya yang salah, bukan saya yang menentukan saya worth it atau tidak untuk seseorang. Tapi seseoranglah yang menentukan itu semua. Saya selalu bertanya, apa yang anda cari dari saya? 

Saya tidak punya apa – apa untuk membuat seseorang tertawa. Saya tidak punya apa yang anda butuhkan. Tapi finally semuanya seperti itu, apa ini perlakuan anda terhadap sesuatu yang anda dapat secara susah payah? Ok, saya salah! Gampang kan? Itu alasannya saya tidak berharga. Maaf, tapi itu yang saya pikirkan.


Kalau anda tidak mau saya berpikir seperti itu, tolong beri saya pernyataan atau bukti supaya saya bisa percaya semua itu hanya pikiran saya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar