Tirai sudah ditutup. Pertunjukan seperti
sudah selesai karena endingnya sudah diketahui. Bab yang baru, script yang
baru, dan pemain yang juga pastinya baru meski sutradara dan pemeran utamanya
masih sama.
Sedikit miris karena endingnya meleset dari
script. Tapi cerita ini benar – benar menarik dan, yah cukup berkesan bagi sang
sutradara karena cerita ini sangat menarik dan cukup membuat si pemeran utama
kelimpungan untuk menghadapi partner alias lawan mainnya. Cukup
melelahkan,sangat amat melelahkan.
Sang sutradara masih tertegun melihat ending
dari pertunjukan yang baru saja selelai ini. Tak tau harus berkata apa, dan tak
tau apa hal pertama yang harus ia lakukan. Segera mencari pemain baru atau apa
dan bagaimana.
“Seperti harus segera dibuka casting,” pikir
sang sutradara. “tapi... rehat sebentar mungkin adalah keputusan yang tepat.”
Pikirnya lagi. Baiklah, rehat adalah keputusan yang tepat untuk sekarang.
Menyusun semuanya dari awal, bukan bukan! Bukan dari awal, tapi melanjutkan
yang sudah tersusun. Semua kru juga memerlukan istirahat yang lumayan lama
karena mereka nampak kelelahan dengan pertunjukan yang baru saja usai.
“Jika begitu, mari kita berlibur dan rehat
untuk sejenak, kita kembali ke hari hari dimana kita ada diluar panggung, tanpa
make up, tanpa kostum dan tanpa script yang harus dimainkan. Rehat dan
beristirahat, mengambil nafas, menutup mata dan mencoba menikmati udara tanpa
nada, nanti setelah kita rehat, setelah casting dan setelah naskah baru selesai
dibuat, baru kita mulai latihan dan membuka tirai kembali” ujar sang sutradara.
Mungkin sedikit happy ending akan sedikit
menyenangkan untuk cerita selanjutnya, meski fairytale tak selalu happy ending
tapi selanjutnya kita akan mencoba membuat ceritanya seperti itu. Sang
sutradara sudah lelah dengan cerita yang terus membuat si pemeran utama
menguras air matanya. Sedikit serius juga akan lebih menyenangkan sepertinya.
Mari kita tutup naskah ini dan membuka buku
kosong untuk dituliskan naskah yang lebih menarik. Terimakasih telah
berpartisipasi dalam pertunjukan ini, tapi maaf bila bayarannya ada yang tidak
sesuai dengan kelelahan yang kalian dapat. Tetap semangat untuk mendapat tepuk
tangan paling meriah dari penonton yang akan menonton pertunjukan kita
selanjutnya.
“Hanya dua kata yang dapat saya katakan, Maaf
dan Terimakasih banyak!”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar