Senin, 05 Agustus 2013

Pertunjukan kita

Tirai sudah ditutup. Pertunjukan seperti sudah selesai karena endingnya sudah diketahui. Bab yang baru, script yang baru, dan pemain yang juga pastinya baru meski sutradara dan pemeran utamanya masih sama.

Sedikit miris karena endingnya meleset dari script. Tapi cerita ini benar – benar menarik dan, yah cukup berkesan bagi sang sutradara karena cerita ini sangat menarik dan cukup membuat si pemeran utama kelimpungan untuk menghadapi partner alias lawan mainnya. Cukup melelahkan,sangat amat melelahkan.

Sang sutradara masih tertegun melihat ending dari pertunjukan yang baru saja selelai ini. Tak tau harus berkata apa, dan tak tau apa hal pertama yang harus ia lakukan. Segera mencari pemain baru atau apa dan bagaimana.

“Seperti harus segera dibuka casting,” pikir sang sutradara. “tapi... rehat sebentar mungkin adalah keputusan yang tepat.” Pikirnya lagi. Baiklah, rehat adalah keputusan yang tepat untuk sekarang. Menyusun semuanya dari awal, bukan bukan! Bukan dari awal, tapi melanjutkan yang sudah tersusun. Semua kru juga memerlukan istirahat yang lumayan lama karena mereka nampak kelelahan dengan pertunjukan yang baru saja usai.

“Jika begitu, mari kita berlibur dan rehat untuk sejenak, kita kembali ke hari hari dimana kita ada diluar panggung, tanpa make up, tanpa kostum dan tanpa script yang harus dimainkan. Rehat dan beristirahat, mengambil nafas, menutup mata dan mencoba menikmati udara tanpa nada, nanti setelah kita rehat, setelah casting dan setelah naskah baru selesai dibuat, baru kita mulai latihan dan membuka tirai kembali” ujar sang sutradara.

Mungkin sedikit happy ending akan sedikit menyenangkan untuk cerita selanjutnya, meski fairytale tak selalu happy ending tapi selanjutnya kita akan mencoba membuat ceritanya seperti itu. Sang sutradara sudah lelah dengan cerita yang terus membuat si pemeran utama menguras air matanya. Sedikit serius juga akan lebih menyenangkan sepertinya.

Mari kita tutup naskah ini dan membuka buku kosong untuk dituliskan naskah yang lebih menarik. Terimakasih telah berpartisipasi dalam pertunjukan ini, tapi maaf bila bayarannya ada yang tidak sesuai dengan kelelahan yang kalian dapat. Tetap semangat untuk mendapat tepuk tangan paling meriah dari penonton yang akan menonton pertunjukan kita selanjutnya.


“Hanya dua kata yang dapat saya katakan, Maaf dan Terimakasih banyak!”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar