Rabu, 09 Februari 2022

Perkara Galon

 Akankah ada yang bersedia memasangkan gallon air untukku dan ibuku?

Aku mencoba memasang galon dan berakhir dengan mematahkan dispender 200ribu kurang itu.aku mencoba membuat semuanya bisa dikerjakan ternyata, selain titit aku juga membutuhkan mereka untuk memasang gallon.

Aku selalu mencapai puncak kekesalan ku jika terjadi hal-hal seperti ini. Rasa marahku berkecamuk tentang kenapa tidak ada laki-laki baik yang mau memasangkan gallon untuk aku dan ibuku. Sedih rasanya, hal sepele yang membuatku menangis.

Apakah aku akan mati dalam kesedihan tak akan ada orang yang mau memasangkan gallon air untukku dan ibuku?

Minggu, 28 Februari 2021

Keputusan Besar

 

14 januari 2021

Aku memakai hijab untuk pertama kali dan aku tahu, aku tidak main-main.

Aku tidak bisa kembali dan aku akan berusaha untuk tidak melepasnya.

Kenapa?

Banyak yang aku lalui di bulan desember kemarin. Menjadi pasien covid dan sampai detik ini pun aku masih belum dapat mecium bebauan dengan benar. Sebulan aku diam dirumah tanpa melakukan apapun. Merasa kecil tapi membukakan mataku dengan jelas, mana orang baik dan mana orang yang kurang baik. Aku berpikir, mungkin tujuan Tuhan menurunkan virus ini ya untuk menyadarkan manusia bahwa hijab dan cadar melindungi para wanita dari hal macam virus ini, makanya kita harus melindungi diri kita dengan memakai masker. Mereka bisa menempel dimanapun salah satunya rambut. Rusaklah rambutku bila harus keramas tiap malam. Mungkin saja, ini hanya pemahamanku. Tapi pada akhirnya aku harus menutup rambutku bukan?

Lalu, aku dicaci maki tetangga yang sama sekali bukan tandinganku, mereka orang yang tidak berpendidikan dan bodoh, maaf tapi itulah kenyataannya. Kita tak pernah menang berdebat dengan orang bodoh bukan? Mereka juga melakukan kekerasan kepadaku. Dan aku hanya bisa diam tanpa bisa membalas apapun. Dari kejadian inipun aku tahu siapa yang benar-benar membela atau hanya pura-pura membela. Ibuku juga berusaha merelakan rumah ini untuk dijual karena lingkungan ini sudah membuat kami gerah dengan keadaan tetangganya. Itu kenapa aku selalu ingin hidup di rumah komplek. Bahkan, aku tidak bisa melupakan orang yang sudah menghina kami sedikitpun. Orang bodoh itu selalu aku ingat dan dihari dimana aku tidak bersalah sama sekali tapi aku ditampar aku ingin sekali menjebloskannya ke penjara tapi, percuma karena hukumannya hanya akan beberapa bulan saja dan ketika orang itu keluar, maka dia akan semakin dendam pada kami, itu pertimbangan keluargaku.

Aku sampai tidak bisa tidur ketika memikirkan betapa dendam dan sakit hatinya saat harga diri ku dan ibuku diinjak injak oleh orang seperti itu. Dia sama saja menggali kuburannya sendiri. Karmanya akan segera datang, tidak hanya kepada perempuan jalang itu tapi kepada seluruh keluarganya bahkan keluarganya yang telah mati. Aku tidak peduli tapi dia akan membayarnya. Aku tahu Tuhan sedang merencanakan pembalasan untuknya.

Terakhir, aku terjatuh dari tangga dan sarafku sedikit terjepit. Hapir 2 bulan aku merasakan sakit yang tidak berujung dari punggung hingga menjalar ke kakiku. Aku kesulitan saat sholat, berdiri setelah duduk, duduk setelah berdiri, saat tidur maupun bangun. Kadang aku tak sengaja ingin menyerah tapi Tuhan sepertinya mengujiku apakah aku sanggup menerima semua ini. Tapi hari ini semua nya lebih baik, kesakitanku sedikit berkurang karena seseorang membenarkan syaraf-syarafku yang sedikit terganggu. Aku yakin besok dan seterusnya akan menjadi lebih baik dan lebih baik lagi.

Tuhan benar-benar sayang padaku, bukan begitu? Aku tidak berbicara secara ironi tapi aku benar-benar mengatakannya. Aku pernah berdoa agar aku didekatkan dengan Nya dan Dia sepertinya mendengar doaku. Aku harus berhati-hati mulai sekarang. Aku akan berhati-hati ketika berdoa. Tuhan sangat amat peka terhadap doa aku tahu itu. Kau tak ingin mengacau lagi, aku akan lebih berhati-hati. Samapi aku lupa aku kesepian dan ingin sekali menemukan seseorang yang bisa aku andalkan saat aku dihina dan direndahkan oleh orang lain. 

Disamping itu, aku hanya ingin berusaha menjadi orang dengan versi lebih baik dari aku yang sebelumnya. Mungkin tak akan mudah, contohnya seperti aku berusaha mencoba memakai hijab dengan benar tapi aku tak akan menyerah. Beberapa waktu lalu aku ingin menyerah dan berhenti saja. Tapi aku masih di beri Tuhan untuk membenarkan apa yang belum benar.

Aku bersyukur Tuhan mash memberiku ujian-ujian ini. Oiya, teman kantorku resign karena suaminya hidup berbeda kota, jadi aku akan mempunyai job desk baru mulai dari bulan ini. Aku masih belajar tapi aku akan bisa menghadapinya.

Sebenarnya, aku juga ingin menikah dengan jodoh seumur hidupku tapi mungkin masih belum waktunya. Jadi ya tugasku adalah untuk menunggu, masih menunggu. Aku ingin mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dari sekarang. Aku harus mendapatkannya meski melihat umur, aku mungkin akan sedikit kesulitan.

Akan masih sedikit sulit tapi tenang saja, aku akan bisa melawatinya. Semua akan menjadi lebik baik dan baik-baik saja. Ayo tidur, tidur saja, tidak usah beri aku mimpi, aku hanya ingin tidur nyenyak dan besok akan lebih baik dari hari ini, meski hatiku berkata itu klasik dan menyebalkan tapi apa salahnya menjadi optimis?

 

 

Ibu Tunggal

 

“Ibu macam apa yang menikah? Tak ada anak lain yang ibunya menikah lagi, kau tahu rasanya menyaksikan ibumu sendiri menikah?”-Kang Pilgu (When The Camellia Blooms)

Ibu yang menikah, ya. Ibuku menikah beberapa kali dan hal itu cukup melukai perasaanku. Kata-kata Pilgu di drama itu mewakili perasaan ku selama ini. Selain melukai perasaanku, hal itu juga melukai mentalku.

Apa pernah kau menyayangi seseorang tapi kau sama sekali tidak menyukai orang itu? Ya, aku menyayangi ibuku tapi aku sama sekali tidak menyukainya. Aku selalu marah dan ketus, aku tak pernah bersikap lembut padanya. Tak pernah aku tahu alasan kenapa aku bersikap seperti itu padanya tapi, sekarang aku mulai mengerti. Dia kesepian dan hanya ingin menemukan cinta. Dia juga butuh perlindungan, aku tak bisa memberinya hal-hal itu, maka dia mencarinya. Awalnya aku pikir itu hal yang paling egois yang pernah dilakukan seprang ibu tapi, dia butuh diselamatkan.

Temanku seorang janda dengan anak satu. Awalnya pun aku pikir dia egois dan hanya mementingkan dirinya sendiri karena dia selalu mencari seseorang untuk kepentingan percintaanya dan saat aku menanyakan hal tersebut dia menjawab

“aku memang bersyukur mempunyai seorang anak laki-laki, dia menghiburku saat aku sedih dan seolah menjadi hadiah dari Tuhan namun, anak sekecil itu apa aku bisa menceritakan semua kegelisahanku padanya? Apa aku bisa meminta solusi atas semua keluh kesahku? Tidak kan. Tetap saja manusia butuh lawan jenis dihidup mereka” jawabnya.

 Pikiranku tidak henti-hentinya beraktifitas, bukan masalah pekerjaan atau apa tapi dipenuhi dengan kegelisahan dan kegundahan. Tuhan mendengar doa-doaku, aku yakin akan hal itu. Maka dari itu, setiap ibu harus dan pantas mendapatkan kebahagiaan dan cinta. Semoga aku bisa memberinya semua hal itu.

Masa-masa sulit dalam menunggu ini pasti akan berakhir, bahkan akan menjadi suatu awal. Lalu nanti aka nada hal lain yang harus ditunggu dan akan menjadi suatu awal lagi begitu seterusnya sampai kita mati. Tidak tidak, bahkan mati saja adalah awal dari kehidupan yang sebenarnya. Sejauh ini aku masih bisa bertahan dan hanya ini yang bisa aku lakukan.

Selasa, 22 Desember 2020

Hal Paling Goblok

Desember, 22 tahun 2020

Dari awal bulan, aku sudah di sambut oleh covid. Aku menjadi pasien covid. Setelah 3 minggu penciumanku kembali meski belum 100%, tapi tidak ada halangan bagiku untuk beraktivitas. Dan kemarin untuk pertama kali aku sangat menyesal atas apa yang aku lakukan. Aku berdebat dengan orang bodoh.

Tetangga 16 November lalu memaki aku dan ibuku perkara kotoran ayam, kembali memakiku. Kali ini dia menamparku tanpa tahu salahku apa. Aku hanya bertanya apa alasan dia memaki ibuku, dan dia menjawab “aku juga punya ibu”. Aku sempat berhenti mengernyitkan dahiku dan berpikir dalam hati, “sepertinya aku telah salah memilih lawan berdebat, orang ini goblok dan bodoh, dia bahkan sadar dan tak mabuk seperti pertama memaki aku dan ibuku tapi tetap saja dia tidak bisa mencerna pertanyaanku.

Dan hari ini aku semakin merasa menyesal karena telah meladeni orang goblok dan bodoh seperti perempuan itu. Sekarang kakakku bilang aku dalam bahaya, bisa saja dia mencelakaiku di jalan atau mencelakai ibuku di rumah. Tapi tetangga sekitar seperti tak peduli dan menutuo mata telinga mereka tidak ingin tahu tetangganya telah menjadi korban kekerasan verbal dan nonverbal. Bahkan keluarganya yang rumahnya bersebelahan denganku seperti tidak mau tahu salah satu keluarganya melakukan hal yang meresahkan bagi orang lain.

Padahal jika dia menjawab alasan kenapa dia memaki keluargaku beberapa minggu yang lalu aku akan dengan senang hati meminta maaf karena ayamku tidak aku sekolahkan untuk membuang kotoran mereka sembarangan dan masalah selesai. Dia tetap bersikukuh tidak terima aku bilang tukang mabuk.

Semoga tidak terjadi apa-apa pada keluargaku. Meski sampai sekarang kami belum merasa tenang tapi aku tahu Tuhan akan melindungi kami. Dan kakakku meminta perlindungan untuk kami berdua. Semoga perempuan itu dan keluarganya mendapatkan karma dekat-dekat ini.

Sabtu, 10 Oktober 2020

Hukum Baru

Aku tak ingin tidur ketika mengantuk. Aku ingin terjaga dan berpikir berlebihan. Menikah dan menjadi karwayan tetap adalah tujuan ku di usia 27 ini.

Aku ingin merasa bangga memakai name tag identitasku, bukan sebagai pegawai kontrak atau outsourcing tapi sebagai pegawai tetap dengan jaminan hari tua yang menjanjikan. Membuat siapapun merasa tenang bukan?

Omnimbus Law. Suatu peraturan baru pemerintah yang membuat 3 hari kemarin menjadi seolah lupa akan pandemic. Demo 3 hari berturut-turut disetiap daerah untuk menolak hukum yang dibuat hanya untuk menguntungkan para pengusaha dan memeras setiap buruh yang bekerja. Memikirkannya saja sudah membuat Lelah. Sampai kapan aku akan menjadi buruh yang tak membanggakan ini.

Ramai sekali negri. Tapi jangan Lelah, kita harus berjuang ditengah keadaan ini. Menyebalkan, iya memang, tapi setiap awal pasti ada akhir meski pasti tapi akhirnya kapan yaa siapa yang tahu.

Selasa, 08 September 2020

Kembali Ep. (26)

 Hi, aku kembali, dengan usaha keras aku mencoba untuk kembali menulis.

Aku mulai berhenti karena aku tidak punya alasan untuk menulis. Bukan karena aku terlalu sibuk dengan dunia, tapi aku bahkan banyak membuang waktu percuma di luar sana. Sudah lama aku ingin bercerita ini, itu tapi aku memutuskan untuk menyimpannya saja. Toh, aku berpikir meski aku menulis lagi, tidak akan ada yang menemukan tulisan ini. 

Mari kita sebut ini krisis manusia 25 tahun oops, aku 26 sekarang dan masih belum tahu pasti apa yang akan aku lakukan di masa depan. Mimpi? Aku masih bermimpi menjadi seorang sutradara? Dancer? Pelatih dancer? CEO sebuah entertainment? Penulis? Banyak sekali aku ingin menjadi. Tapi aku tak pernah tahu pasti aku akan menjadi apa.

Tersesat? Tidak juga, aku rasa aku punya jalan yang cukup jelas meski remang-remang.  Saat ini aku hanya ingin merasa hidup. Aku lakukan semampuku dengan melakukan apapun yang terlintas di pikiranku. Medsos, youtube, dan hal – hal kekinian lainnya aku lakukan beberapa tahun terakhir ini. 

Seorang temanku mengeluh dia kehilangan teman yang sangat berharga baginya. Aku bahkan tak peduli lagi siapa temanku. Aku tak tahu harus percaya siapa, bahkan aku tak percaya diriku sendiri. Setelah apa yang terjadi dan semua yang masih terjadi dalam hidupku, rendah diri, tak percaya diri, merasa tak berharga, itulah yang aku rasakan beberapa tahun terakhir ini. 

Berharap datang seseorang bisa menyelamatkan hidupmu dan semua berakhir bahagia? Jangan pernah mengharapkan sesuatu dari manusia, hal terbodoh adalah berharap pada manusia. Kau tahu pasti kau akan terluka dan kecewa jika melakukan itu. Maka sejak suatu saat yang mengecewakan itu, aku tidak akan mengandalkan manusia dalam hal menemukan kebahagian, hanya aku, diriku dan Tuhan.

Aku benci mendengar sampah semua orang yang merasa hidup mereka tidak baik-baik saja, bahkan aku malas mengeluh sekarang, karena tak akan gunanya untuk mengeluhkan kehidupan yang sebenarnya indah ini. Indah? Hidup indah tak selalu terlihat indah bukan?

Setelah mengakhiri tulisan ini aku akan kembali menonton film dan tidur. 


Kembali Ep. (25)

 Kpop sudah membuatku kurang produktif 1 tahun ini. Membuatku memuja mereka para anggota boyband yang tak pernah ada habisnya. Sampai satu hari, akupun tersadar bahwa ini semua harus segera aku akhiri. Mengagumi mereka (KPOP) adalah hal benar-benar memuaskan tetapi semu.

Contohnya, saat aku memonton konser mereka, secara dekat aku bisa mendengarkan mereka bernyanyi langsung juga menikmati indahnya fisik mereka. Tetapi selalu ada perasaan kosong menyebalkan yang selalu hadir saat konser berakhir. Rasanya seperti dibangunkan dari mimpi ke dunia nyata yang … aku tidak inginkan. Kenapa? Karena sedikit pleasure atau kenikmatan yang dapat aku rasakan di dunia nyata. Sedangkan kenikmatan di dunia semu sangat memuaskan dan membuat kau ketagihan sehingga mengagumi mereka adalah hal yang sulit untuk dihentikan meski kau berusaha keras.

Kurang lebih 30 hari lagi aku akan berumur 25 tahun. Banyak sekali yang aku harapkan, salah satunya adalah meniup lilin di kue ulang tahun. Dan, aku sangat merindukannya… ya, dia. Dia yang sangat manis dan indah. Dimana aku harus menemukannya. Dia tampaknya tak mau datang lagi.