Rabu, 23 Oktober 2013

You Will Get What You Give

Pacar atau keluarga... pasti keluarga. Pacar atau kerjaan... pasti kerjaan. Pacar atau temen.. rata-
rata temen. Jadi dimana sebenernya posisi pacar itu sendiri?

Sebagian temen saya yang ngejalanin LDR atau Long Distance Relationship ngeluarin statement kaya gini “mending LDR-an daripada punya pacar deket tapi brasa LDR”. Statement tersebut mungkin mereka keluarkan untuk membela kondisi mereka yang emang ga bisa diapa-apain lagi.
Kemarin, malam minggu bro dan... perjalanan pulang saya dari tempat saya nglatih dance anak smp selama dua jam saya habiskan di dalam angkot yang Subhanalloh sekali yaa, puanas asli. Dan depan saya ada satu pasangan muda yang mungkin mau malam mingguan. Mereka kira-kira SMA-lah, pacaran di angkot, pegang-pegangan tangan di angkot dan.. Gosh! Kenapa saya ngliatnya lucu ya. Apalagi pas mereka turun dari angkot, tas si cewe dibawain sama si cowo-nya. Itu tas slendang loh, tas khusus cewe dan merekapun ga ngelepasin tangan mereka selepas turun dari angkot. Ya elaah neng, gan, ga akan terbang kali pacarnya. Tapi ga apa-apa, namanya juga anak SMA.

Kedua, terlihat-lah pasangan kedua. Kali ini ga lagi di angkot tapi dipinggir jalan deket SMP di Setiabudi. Pasangan anak SMP itu pacaran piggir jalan, pegangan tangan dan saling usil satu sama lain. Cowo-nya lebih pendek dari cewe-nya. Dan saya kembali senyum sendiri sambil geleng2 kepala. Lucu yaaa.

Hal-hal klasik dalam pacaran kaya nonton, foto box atau makan es krim bareng itu emang lucu. Kaya-nya harus gitu lakuin hal-hal macem itu. Ya namanya juga refreshing bu! Kalau punya pacar cuma bikin kamu ga bisa nafas dan shocking therapy terus ya ngapain? Mungkin itu salah satu fungsi pacar. Fungsi lainnya yaitu supaya kamu ga ngrasa sendirian. Wherever you go, wherever you are, you will feel that you’re not alone.  Kalau lupain temen gara2 pacar itu wajar, toh dia masih punya pacar yang pastinya ada tiap detik tiap waktu, kaya salah satu temen saya yang lupain semua temennya dan memprioritaskan pacarnya diatas segalanya, wuidih! Ngeri bos, ga apa2 pacar-nya always ON soalnya.


Tapi lain ceritanya kalau temen ga ada, pacar juga ga ada. Mati-lah! Makanya seimbangkan semuanya. Jangan terlalu memprioritaskan sesuatu secara berlebihan. Ga baik bro! Jangan biarkan diri kamu ada diposisi sendirian yang bener-bener sendirian. Sendirian yang orang2 ga bisa ada pas kamu butuhin, padahal ada pekerjaan yang kamu ga bisa lakuin sendirian. Kembali ke hakikat manusia yang ga bisa kita hindari. Manusia adalah makhluk sosial. Semandiri-mandiri-nya kamu, kamu pasti butuh pertolongan orang lain di satu kondisi. Tapi inget juga, “you will get what you give”. Kalau kamu ngasih dan bikin orang lain bahagia, Insya Allah kamu bakal dapet kebahagian juga, tapi kalau kamu ngasih luka dan kesengsaraan atau sakit hati sama orang lain, yaa kamu bisa tau sendiri apa yang bakal kamu dapet. 

Saya, Anda dan Diorama

Basic kita sama-sama pengen diperhatiin, ga heran kalau kita sama-sama manja. Anak terakhir pula. Kadang kamu merah dan saya biru. Bener-bener ga bisa ketebak. Saya udah nyoba sinkronin semuanya dari dulu, tapi hasil dari usaha saya belum bisa saya rasakan. Kenapa ya?
Sama-sama nunggu, nunggu siapa yang duluan. Lucu sih tapi lama-lama ko gitu. Kayanya kita harus rubah semua cara kita kalau kita pengen survive. Ngerubah dengan cara lakuin apa yang kita pengen dari kita masing-masing. Coba semuanya dari diri sendiri. Ga nunggu-nunggu. Kalau saling nunggu dan ga ada yang mau mulai, bakalan gini terus?

Mungkin ini emang waktu dimana semuanya terasa flat. Selalu kesel dan marah sama satu keadaan tapi ga mau ngerubah dan ga mau ngomong apa yang kita pengen. Sebenernya bukan ga mau ngrubah atau ngomong, tapi posisinya sekarang masih saling mikir. Cara apa yang paling tepat biar ga gini sikonnya.

Apa usaha yang saya coba emang nol? Emang ga ada usaha mungkin dari saya, hanya saja saya selalu merasa terus berusaha padahal saya ga pernah lakuin itu.
Mari kita coba lagi, apa kerja sama akan membuahkan hasil yang lebih baik? mari kita coba aplikasikan apa yang dinamakan hubungan. Hubungan yang akan disebut hubungan bila ada timbal balik. Mengaplikasikan ilmu yang kemarin kita dapat dari rasa sakit dan tangis yang setiap malam membanjiri bantal kita sebelum tidur. Mari kita coba lagi untuk melakukan hal-hal bodoh yang membuat hidup kita berwarna setiap harinya. Saya, hanya ingin mencoba membuat anda merasakan diorama yang endingnya tidak pernah kita ketahui.


Saya, anda dan diorama yang endingnya tidak pernah kita ketahui. 

Kamis, 17 Oktober 2013

Let's Talk About It

Si cupu ingin bebicara tentang ‘Cinta’ sekarang. Mendengar All you need is Love by The Beatles dimalam hari membuat si cupu terpikir untuk menulis sesuatu tentang... sesuatu yang klasik, cinta.

Sangatlah basi saat si cupu ini mengatakan bahwa saat cinta datang, semuanya berubah warna menjadi pink. Bunga dimana mana dan senyuman bahagia akan terlukis manis di wajahmu. Disini cinta dalam konteks apapun, entah itu orang, barang atau apapun. Seseorang yang mengaku mencintai sesuatu akan merawat sesuatu-nya itu dengan baik.

Cinta itu bukan ketika kamu mau melakukan apa saja terhadap sesuatu yang kamu ingin dapatkan atau ingin kamu miliki. Cinta yang si cupu ini tau, yaitu ketika seorang ibu mengkhawatirkan anak perempuannya yang belum juga pulang saat jam menunjukkan pukul 10 malam. Itu yang si cupu tau. Hal ini mungkin akan bertentangan dengan kamu yang mempunyai sudut pandang berbeda, absolutely!

Sudut pandang seperti apa yang kalian miliki? Cinta itu suck? Beautiful? Or... Love iis everything?

I can’t find the exactly, what the meaning is. That I know about Love is...  I can do anything for it, even I can’t, I will try to do my best. 

Ucapan Terima Kasih

Curhatan ya?! Blog ini emang tentang kehidupan si cupu ini, kalau emang ga suka ya ga usah dibaca.

Memang menulis adalah cara lain si cupu ini untuk mengungkapkan perasaan yang tidak bisa ia keluarkan lewat cara lain. Sekarang ini perasaan sedih yang tiba-tiba datang menyerang si cupu dan alhasil, air mata keluar tiba-tiba seperti biasa. Perasaan macam apa ini?!

Minggu ini benar-benar minggu yang berat, pressure dimana-mana, dua dosen yang berubah jadi demon bertanduk lima, tugas yang bertubi-tubi, dan hal lainnya. Kelas tidak bersahabat seperti biasanya, sebentar, sejak kapan kelas bersahabat! Ngaco!! Terlihat wajah-wajah yang mencibir, merendahkan dan menghina saat si cupu berbalik badan. Pintu kelas memang terbuka untuk siapa saja tapi, terasa asing jika dirasakan. Terasa cuaca asing yang benar-benar asing saat berada di kelas itu. Gumaman mereka terasa begitu kuat ditelinga saat si cupu terdiam untuk mendengar angin sejenak.

Kenapa susah untuk jadi seseorang yang dapat melakukannya sendiri. Bergantung pada orang itu benar-benar tidak baik, apalagi menjadi parasit. Itu bukan maksud si cupu untuk merepotkan dan menyita waktu seseorang, bukan itu maksudnya. She just needs a place to hide away from much stuff that make her cannot breathe except her God and her Mom. Bahkan teman dekat pun berubah jadi menyakitkan saat berucap. Keadaan yang benar-benar mendukung membuat semua situasi dan kondisi terasa tajam dan apa yang harus dilakukan? Survive! Bertahan! Ingat? Survive adalah jalan paling tepat sekarang.

Setelah menulis pasti selalu ada perasaan lega. Mengantuk, mencuci muka dan kaki, lalu menyembunyikan diri di balik selimut tebal berwarna coklat yang sudah lama tak dicuci, membaringkan badan dan pikiran yang seharian ini telah bekerja begitu keras, memejamkan mata yang akhir-akhir ini mempunyai kantung mata lebih tebal dari biasanya. Ditemani si Elmo kecil yang tak pernah menghilangkan senyum bahagia diwajahnya, tak lupa baju tua usang berwarna hijau kebiru-biruan yang tak pernah jauh dari si Elmo dan tangan pemiliknya bila tidur. Berharap tertidur pulas dan bermimpi indah malam ini agar saat sang mentari menyapa esok hari, si cupu dapat mengukir senyuman kecil yang dapat membuat dirinya tetap tersenyum menjalani hari-hari yang kasar dan jahat.

Diam bukan pilihan yang tepat, si cupu harus menjalani hari-hari seperti biasanya. Melakukan apapun yang ia mampu lakukan. Mari pejamkan mata dan berdoa supaya esok hari menjadi hari yang lebih baik dari hari ini. Meski akan menjadi hari yang lebih kasar, jahat dan berat dari hari ini tapi mari kita kita berdoa supaya esok hari kita masih tetap menari meski hujan datang.

“Terimakasih Tuhan telah memberi Ibu yang selalu memberikan senyum terbaiknya setiap hari, telah memberi saya orang-orang seperti Donkey dan yang lainnya yang telah bersedia saya ganggu dan saya repotkan dan selalu mengingatkan saya kata ‘Semangat’ saat saya lupa. Saya sangat bersyukur dan berterima kasih telah mempunyai MEREKA, terimakasih!”


Kamis, 10 Oktober 2013

Dua Paragraph

Ga ngerti pola! Pretend! Ga mau pake pola, kebanyakan dan jadi bego berada dilingkaran setan yang makin lama makin tebel. Cara keluarnya cuma satu, SURVIVE! Ga ada jalan lain selain survive. Apapun yang bakalan terjadi hari ini atau datang besok atau seterusnya, survive adalah cara terbaik. Perlahan lingkaran ini bakal menipis terus ilang dengan sendirinya.

Sekarang, demon berubah jadi angel, dan yang dulunya angel berubah jadidemon bertanduk lima. Gosh! Pressure! Dosen ini selalu ngasih pressure tiap selasa dan rabu. Ini tahun terakhir, survive dan menjadi survivor hingga hari kebebasan datang. Tekanan yang mereka beri bakal jadi sesuatu dia akhir perang ini. Bukan tidak ada perlawanan, tapi bertahan adalah cara terbaik untuk tetap bertahan hidup dilingkaran setan ini.

SEMANGAT! LULUS TEPAT PADA WAKTUNYA!!! J