Aku marah dan
sedih dalam waktu yang bersamaan. Bagaimana orang-orang menilai homosexual itu
biasa saja. homosexual adalah penyakit dan dapat menular. Aku ingin sembuhkan
semua homosexual didunia. Mereka sakit dan harus disembuhkan, mereka butuh penanganan
khusus. Mereka harus disembuhkan!
Al-Quran maupun
Bible menyebutkan bahwa homosexual adalah dosa besar. Dosa yang pelaku harus
dirajam sampai mati. Aku memang bukan orang paling suci didunia, malah mungkin
aku sama sekali tak punya hak untuk menghakimi para homosexual tapi, aku hanya
prihatin, sedih dan marah ketika mendengar salah satu temanku mengaku bahwa dia
seorang homosexual. Aku sedih dan tak tau harus berbuat apa.
Dia mengaku
bingung, malu dan tak mau menjalani hidup sebagai seorang homosexual tetapi,
dia tak dapat mundur. Dia bingung, begitu pula aku. Dan hatiku bertambah sedih
ketika dia berpikir dia ingin sembuh untuk keluarganya tetapi, dia mendapatkan
perlakuan yang tak mengenakan dari keluarganya sendiri. Hal itu membuat dia
tidak ingin sembuh dan hanya ingin menjadi seorang homosexual total.
Aku sedih, aku
marah, tapi tak bisa berbuat apa-apa. Aku kesal pada diriku sendiri yang tak
dapat berbuat apa-apa ketika orang-orang kehilangan apa yang mereka butuhkan.
Aku hanya ingin mereka ijinkan aku untuk menolong mereka yang kesepian atas
hidup mereka. Tolong ijinkan aku.
Disisi lain aku tak
bisa berbuat apa-apa, terlintas pula pemikiran untuk “menerima mereka apa
adanya meski mereka sakit.” Aku akan jadi orang yang dikutuk Tuhan jika aku mendukung
mereka seperti itu tetapi, sudah jadi jalan mereka untuk menjadi kaum Luth. Aku
sama sekali tak bisa berbuat apa-apa. Aku tak berguna, aku sedih.
Adalah hak mereka
untuk memilih jalan mereka masing-masing. Setiap orang punya hak untuk menulis
atau menggambar apapun di buku kosong mereka. Mungkin aku sedih tapi, aku
sangat menghormati apapun keputusan mereka. Aku bukan orang baik, sama sekali
bukan, tetapi aku hanya ingin teman-temanku dapat bahagia dan terjauh dari penderitaan.
