Kamis, 21 Februari 2013

Saat Ketidak jelasan menyerang...


Seberapa sering kamu meng sms teman dekat kamu, seberapa sering kamu menyebut nama orang yang kamu pikir kamu nyaman saat bersama mereka. Apa yang dimaksud kenyaman itu sendiri.
Seseorang mengaku telah membenci seseorang yang lain, tapi disisi lain dia intens sekali menyebutkan nama orang yang telah dia benci. apa artinya? Mungkin itu artinya dia berbohong. Sebenarnya dia tidak benar –benar membenci orang itu, tapi dia mencoba untuk membenci orang itu karena suatu hal.

Terima kasih dan maaf, kata paling klasik tetapi paling jarang dikatakan.

Kata nyaman memang sangat simpel, sesimpel kita berkata kalau kita nyaman! Tapi apakah kenyaman yang kita rasakan murni datang dari hati kita? Kembali ke kehidupan yang kita jalani sehari – hari, berurusan dengan orang – orang yang mempunyai karakter berbeda – beda membuat kita terkadang merasa lelah menghadapinya. Mungkin jika terbiasa kita akan menjalaninya dengan kenyamanan, tapi apa yang terjadi jika suatu hari kenyamanan yang kita rasakan seketika hilang begitu saja. Yang saya tahu itu sangat menyiksa. 

Dan ketika kenyamanan itu berubah menjadi kepura puraan karena kau tidak mampu mengutarakan apa yang kau rasakan dan inginkan, itu benar benar misery! Kode yang di berikan mungkin kurang jelas bagi si ketidaknyamanan, tapi dalam pertemanan kenyamanan atau ketidaknyamanan timbul dari orang – orang yang membuat ketidak nyamanan atau kenyamanan itu timbul dengan sendirinya...

Selasa, 19 Februari 2013

Ini dia....


DANCE....

Saya menyukai aktivitas ini sudah hampir 5 tahun lebih. Menyenangkan dan bisa membuat saya lupa akan semua kepusingan yang sedang saya alami. mengekspresikan semua yang saya rasakan melalui gerakan - gerakan yang diiringi oleh lagu. suatu seni yang indah dan menyenangkan. mengontrol emosi dan egomu berdasarkan gerakan - gerakan yang harus kita gerakan serta belajar menerima ideologi orang lain yang benar - benar tak sepaham denganmu,  jauh dari sepaham.

Saya tak pernah tau cara untuk mendeskripsikannya


Saya tak pernah tau cara untuk mendeskripsikannya. Ini bukan kesal atau putus asa tapi ijinkan saya menuliskan apa yang tidak bisa saya ungkapkan kepada siapapun.

Persetan dengan semuanya, saya akan memakan apa yang ingin saya makan meski wanita itu melarang saya untuk memakannya. Toh semua orang akan mati bukan? Mungkin hanya masalah waktu, siapa yang mati terlebih dulu. Semuanya membuat saya hampir gila, saya benar – benar tidak percaya telah terjebak dalam keadaan yang hampir membuat saya mati lebih dulu dari ibu saya sendiri. Tapi apa akan lebih baik bila saya meninggalkan dunia terlebih dahulu? Mengingat betapa menyebalkannya saya telah mengganggu ketenangan hidup orang – orang dan menyusahkan mereka mungkin saya pantas menerima ini. Pikiran saya ikut – ikutan tak sehat. Selalu berpikir negatif atas sesuatu. Cuma menulis satu – satunya cara untuk mengungkapkan semua yang saya rasakan karena saya tidak tau harus berbagi semua ini dengan siapa.

Cengeng, tukang ngeluh dan manja adalah sifat yang mungkin hanya beberapa orang yang tau tentang itu. Setiap malam saya menghabiskan waktu menatap tembok berwarna biru ini dan memikirkan hal – hal mengenai hidup dan orang – orang. Bernyanyi tanpa syair.

Pernah suatu hari, saking ketakutannya saya tidak mau memejamkan mata saya karena takut ada malaikat pencabut nyawa datang dan mengambil nyawa saya tanpa persetujuan saya terlebih dahulu. Saya sangat ketakutan karena saya merasa belum mempunyai bekal yang cukup untuk melanjutkan hidup di dunia setelah mati. Mungkin waktu itu saya belum menemukan tujuan hidup yang sebenarnya. Sekarang pun saya masih belum menemukan tujuan yang sebenarnya selain untuk menyembah-Nya. Tapi apa benar ada tujuan lain selain itu? Saya menemukannya sewaktu saya memikirkan hal – hal tentang ibu saya, yaa tujuan saya hidup selain untuk beribadah adalah membuat ibu saya dan orang – orang disekitar saya bahagia.

Kau tau, menyenangkan sekali saat kau bisa membuat seseorang bahagia atas apa yang kau lakukan. Memberi tanpa mengharapkan imbalan itu sangatlah menyenangkan. Bisakah saya membuat orang – orang bahagia mengingat kelakuan buruk saya yang membuat orang – orang kesal kepada saya. Masalahnya saya tidak bisa, atau mungkin belum bisa bersikap manis semanis topeng – topeng berjalan itu. Saya hanya berpikir bagaimana cara mengekpresikan apa yang saya rasakan dengan cara yang saya miliki sendiri. Terkadang terlihat salah, bodoh dan menyebalkan tapi selalu keras kepala bila apa yang kita mau itu yang paling benar. Ini sangat aneh ketika apa yang kau tolak dan tidak suka dalam hidupmu datang dan terus mencoba menerobos masuk kedalam hatimu yang masih saja belum bisa menempatkannya dengan benar.

Minggu, 17 Februari 2013

Try to be mature

Saya harus dewasa, orang – orang disekitar saya tersakiti dan menangis serta merasa kesal bila berinteraksi dengan saya. Saya harus berubah dari sekarang. Mungkin dimulai dari diam untuk merenung. Seseorang bilang, saya menyebalkan dan bodoh karena selalu merasa benar. Iya, semua keadaan dan apa yang saya alami membuat saya bersikap seperti ini. Dan hanya saya yang mungkin tau alasan kenapa saya bisa bersikap seperti ini. Bersikap salah dan membuat orang lain tergangggu dengan keberadaan saya, kapan saya akan berhenti.

Ini sangat fatal, benar- benar fatal. Setelah diam saya tidak akan banyak bicara. Ini keadaan paling buruk yang pernah saya alami, yaitu dimana banyak orang merasa terganggu dan tersakiti karena apa yang saya lakukan, termasuk orang yang paling saya sayang, ibu saya sendiri. Amarah dan kekecewaan saya membuat saya menutup mata dan tidak peduli atas apa yang dia lakukan terhadap saya  selama ini. Sangat fatal dan bodoh. Saya benar – benar harus memperbaiki ini, semua ini. Umur saya sebentar lagi sudah tidak belasan lagi, dan sekali lagi, saya harus bersikap dewasa karena dengan begitu saya akan hidup dengan nyaman tanpa harus melihat orang – orang merasa terganggu dan sakit karena kelakuan saya yang kekanak kanakan ini.

Tua itu pasti, dewasa itu pilihan. Dan saya memilih untuk dewasa sekarang meski mungkin sulit kelihatannya tapi saya akan berusaha sekeras mungkin untuk bersikap dewasa dan matang dalam melakukan sesuatu, berpikir jauh kedepan dan meng-arrange semuanya dengan sistematis.

Senin, 11 Februari 2013

Diorama yang masih berlanjut


Waktu itu, didengarnya cerita numerik si keledai tengil. Mendengar semua mimpi – mimpinya yang penuh dengan perhitungan, membuat anak petani mengerutkan keningnya dan berpikir “orang ini memang diciptakan bersama numerik yang menjadi kata – kata dalam hidupnya.” Semuanya dia hitung serinci mungkin agar tidak ada satupun rencana yang keluar dari perhitungan. Ini sangat gila! Ya, dia memang keledai tengil yang sangat mencintai angka atau lebih tepatnya saiko atas numerik – numerik itu.

Setelah menunggu beberapa waktu untuk mengetahui apakah keledai tengil jadi pergi atau tidak. Anak petani sedikit kesal atas keinginan keledai tengil yang hampir menjadi nyata, tapi saat semuanya terasa dekat dan hampir dia dapat, sesuatu telah membuatnya sedikit tidak menginginkan keinginan bodoh yang sebentar lagi dia dapat. Tapi apa yang bisa anak petani lakukan? Hanya bisa memberinya sesuatu yang mungkin tidak berharga, yaitu ucapan “semoga beruntung!”. Belum bisa anak petani bayangkan untuk dapat jauh dari keledai tengil karena anak petani sudah sangat bergantung padanya.

Dan ternyata..., keledai tengil tidak jadi pergi. Hal bodoh yang dia inginkan tidak terkabul dan tidak dia dapatkan. Tapi apakah dia senang karena tidak mendapatkan apa yang dia inginkan sejak lama, bahkan sebelum dia mengenal anak petani. Mengingat semua yang telah terjadi, anak petani telah memutuskan untuk berusaha mempercayai bahwa yang terjadi adalah yang terbaik, itu kata miss screaming. Dan anak petani telah masuk dalam permainan yang telah dibuat takdir, yaitu keledai tengil.
Keledai bertanya, “masih ingin lanjut?”, tidak ada jawaban. Kita lihat, apakah diorama ini akan berlanjut dan memiliki ending yang cukup menarik.

Minggu, 10 Februari 2013

Sepatah Kata dari Kerajaan

Kemarin - kemarin juga adalah hari yang melelahkan mengingat beberapa orang akan pergi dari sebuah kerajaan yang setiap hari menjadi tempat dimana orang – orang goblok bertemu dan membuat gaduh serta menciptakan kehangatan yang tidak akan di temukan di manapun. Mereka telah memilih jalan mereka sendiri dan mengejar apa yang sebenarnya mereka inginkan. Meski mereka tidak akan benar – benar bisa jauh dari kerajaan bodoh ini tapi kesedihan tetap dirasakan anggota kerajaan. Tapi apa yang dapat mereka lakukan, itu sudah menjadi jalan yang telah di goreskan oleh takdir. Meski mereka berada jauh dari lingkungan kerajaan, mereka tetap anggota kerajaan. Karena pasti ada yang datang dan pergi. Itulah janji Tuhan, sesuatu datang dan pergi dengan sendirinya.

Komitmen

Sudah lama tak bersuaaa!

Kemarin - kemarin saya membuat banyak orang berkomitmen akan sesuatu, mereka saya suruh untuk mengucapkan janji agar mereka melakukan tugas sesuai dengan posisi yang mereka emban setahun kedepan. saya menyadari bahwa mereka orang - orang yang cukup bernyali untuk berkomitmen di banding saya yang takut akan komitmen.


Takut akan komitmen? Itu terdengar lucu ketika kamu tidak tau arti sebenarnya dari komitmen itu sendiri. Kebanyakan janji adalah kata – kata tanpa bukti. Hanya orang – orang bekomitmen tinggi yang dapat membuktikan dan bertanggung jawab terhadap ucapan – ucapan mereka sendiri. Contoh kecil, lihat wajah orang – orang yang terpampang di setiap spanduk di pinggir jalan yang bacaannya meminta untuk memilih mereka, janji – janji serta ucapan – ucapan mereka sedikitnya lumayan dapat menarik perhatian beberapa warga untuk memilih mereka. Apa yang membuat beberapa orang gampang untuk dirayu? Materi? Atau mungkin beberapa orang gampang dirayu hanya dengan ucapan – ucapan kosong yang sebenarnya mereka tidak tau untuk apa itu diucapkan. Tapi acungan jempol mustinya kita beri untuk mereka karena mereka sudah mengambil banyak resiko untuk menjadi khalifah bagi beberapa warga. Saya tidak berada di pihak manapun, tetapi saya hanya ingin  berbicara tentang semua yang saya lihat, saya dengan dan saya rasakan,.

Kembali lagi pada komitmen dan janji, untuk apa mereka ada. Mengikat sesuatu dan memperjelas sesuatu dengan label yang jelas mungkin termasuk komitmen atau jalan yang kau ambil untuk menyusun janji – janji apa saja yang akan kau buat untuk kedepannya. Setelah itu kau punya tanggung jawab penuh terhadap janji – janji yang sudah kau susun, pertanggung jawabannya adalah apakah kau mampu dan  mau berusaha memenuhi semua ucapan atas kata – kata mu itu atau kau hanya akan menjadi pembual besar.