Minggu, 10 Februari 2013

Komitmen

Sudah lama tak bersuaaa!

Kemarin - kemarin saya membuat banyak orang berkomitmen akan sesuatu, mereka saya suruh untuk mengucapkan janji agar mereka melakukan tugas sesuai dengan posisi yang mereka emban setahun kedepan. saya menyadari bahwa mereka orang - orang yang cukup bernyali untuk berkomitmen di banding saya yang takut akan komitmen.


Takut akan komitmen? Itu terdengar lucu ketika kamu tidak tau arti sebenarnya dari komitmen itu sendiri. Kebanyakan janji adalah kata – kata tanpa bukti. Hanya orang – orang bekomitmen tinggi yang dapat membuktikan dan bertanggung jawab terhadap ucapan – ucapan mereka sendiri. Contoh kecil, lihat wajah orang – orang yang terpampang di setiap spanduk di pinggir jalan yang bacaannya meminta untuk memilih mereka, janji – janji serta ucapan – ucapan mereka sedikitnya lumayan dapat menarik perhatian beberapa warga untuk memilih mereka. Apa yang membuat beberapa orang gampang untuk dirayu? Materi? Atau mungkin beberapa orang gampang dirayu hanya dengan ucapan – ucapan kosong yang sebenarnya mereka tidak tau untuk apa itu diucapkan. Tapi acungan jempol mustinya kita beri untuk mereka karena mereka sudah mengambil banyak resiko untuk menjadi khalifah bagi beberapa warga. Saya tidak berada di pihak manapun, tetapi saya hanya ingin  berbicara tentang semua yang saya lihat, saya dengan dan saya rasakan,.

Kembali lagi pada komitmen dan janji, untuk apa mereka ada. Mengikat sesuatu dan memperjelas sesuatu dengan label yang jelas mungkin termasuk komitmen atau jalan yang kau ambil untuk menyusun janji – janji apa saja yang akan kau buat untuk kedepannya. Setelah itu kau punya tanggung jawab penuh terhadap janji – janji yang sudah kau susun, pertanggung jawabannya adalah apakah kau mampu dan  mau berusaha memenuhi semua ucapan atas kata – kata mu itu atau kau hanya akan menjadi pembual besar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar