Kamis, 06 November 2014

Dunia Nyatakah?

Inilah kehidupan dan inilah dunia nyata.

Bukan, ini bukan benar – benar dunia nyata, masih sedikit fantasi, setengah fantasi maksudnya. Terasa masih seperti mimpi saat harus berteman dengan rutinitas setiap hari. Sarapan dengan klason kendaraan, lampu merah, absen dan semuanya adalah bagian dari rutinitas setiap pagi.

Sesampainya di tempat berlangsungnya rutinitas, dering telepon dan seperangkat computer menanti dengan sebegitu sabarnya. Gantungan yang bertuliskan ‘closed’ dibalikan dan took telah dibuka, ‘open’. Email, chat, medsos jam dinding semuanya bekerja tanpa henti. Apa mereka tidak lelah?

Jam pulang dan waktunya berpamitan dengan si rutinitas. Macet, klakson kendaran dan semuanya seolah menyambut kepulangan teman si rutinitas. Mereka juga tak pernah lelah bekerja setiap harinya. Kasian. Rutinitas selalu memaksa memaksa mereka untuk tetap bekerja stiap waktu.

Ingin berhenti? Pasti tapi, inilah siklus yang berjalan. Keluar dari siklus? Sedikit mungkin, sedikit. Seperti halnya orang pacaran, pasti bertengkar lalu putus pada akhirnya meski ada dua kemungkinan, putus lalu menikah atau putus dan hanya ber-label mantan pacar.


Rodanya sedang berputar, kalau rodanya dihentikan dan dirusakan, aku akan terus disini sampai mati nanti.  

Minggu, 19 Oktober 2014

Dunia Nyata


Aku Sela Fitriani dari sini melaporkan bahawa semua orang sibuk hari ini. Kantor sepi melompong dan hanya ada mba Yus, mba Tari dan mas Kahar. Ok, sebelumnya maaf jika tidak ada prolog terlebih dahulu.

Hidup baru telah di mulai. Kemarin adalah latihan dimana kita harus bisa bertahan di dunia yang cukup menguras semua tenaga kita entah iitu tenaga dalam maupun luar. 3 tahun cukuplah untuk hidup di dunia perkuliahan. Sekarang kita jajal dunia baru dimana kita benar-benar tidak dapat kembali. Dari pelembab bibir biasa menjadi lipstik merah gincu.

Mba Yus adalah finance di kantor cabang ini sedangkan Mba Tari adalah salah satu marketing dan Mas Kahar adalah seorang teknisi yang hari ini datang kepagian. Dunia baru, dunia kerja. Selamat tinggal dunia perkuliahan, selamat tinggal dunia yang selalu berkata "welcome to the jungle kepada para mahasiswa barunya!". Kalian tau? ini hutan yang sesungguhnya, maksudku ini hutan dengan level keliaran yang lebih tinggi. 

Apa kabar insan manusia? Apa kabar pria penggoda? Dan apa kabar pria yang selalu menyusahkan dan disusahkan. Apa kabar juga para jalang yang selalu bercerita tentang kebrengsekan dunia luar. Apa kabar semua? Semoga kalian baik-baik saja disana dan semoga selalu diberkati Tuhan setiap saat.

Senin, 18 Agustus 2014

Masih Tentang Anak Petani

Masih tentang anak petani. Dipandangnya minyak kayu putih berwarna hijau lalu dibalurkannya minyak itu ke badannya sendiri. Dengan pilu, anak petani berkata dalam hati, “meski aku tidak pernah merasakannya secara real, aku tahu, dia menyayangiku seperti dia menyayangi anaknya yang lain”.

“Kenapa tidak terasa hangat yah? Apa karena minyak kayu putih ini sudah kadarluarsa?” tanya si anak petani dalam hati. Sembari tersenyum miris anak petani berpikir bahwa “aku sudah besar sekarang, minyak seperti ini mana mungkin bisa membuat tubuhku hangat?! Bodoh!!aku seudah besar sekarang, minyak seperti ini mana mungkin bisa membuat tubuhku hangat?! Bodoh!!aku seudah besar sekarang, minyak seperti ini mana mungkin bisa membuat tubuhku hangat?! Bodoh!”.

Wajahnya sedikit berbeda dari enam tahun yang lalu terakhir kali aku melihatnya. Melihat wajahnya membuatku sedih, menyentuh tangannya membuatku sengsara. Perasaan itu kembali datang saat kulit tangannya menyentuh kepalaku. Perasaan dimana amarah atas konspirasi suatu jati diri diperkesalkan.

Memandang gambar – gambar di tembok kamarnya membuatku iri, “kenapa tidak ada gambarku disini? Anak – anak perempuan lain malah yang dipajang di dinding kamarnya. Alaaaah persetan dengan itu!” pikirku dalam hati. Tapi perasaan luka sedikit terobati ketika aku lihat raut wajahnya senang melihat kami dapat mengunjunginya. Apalagi raut wajah kerinduan terhadap mantan istrinya yang juga datang mengantar anak – anaknya.

Sedikit tapi tidak banyak, kenapa aku sedikit mengerti sekarang. Mungkin bukan hal yang mudah untuk melupakan kisah selama 27 tahun lamanya, bukan mungkin tapi memang sulit. Tak heran, mereka masih sedikit menyimpan perasaan nostalgia itu. Waktu serasa berhenti saat aku memandang wajahnya yang kini tak lagi segar seperti dulu. Muncul banyak pertanyaan yang harusnya tak kupertanyakan karena mungkin aku sudah tahu apa jawabannya.


Pilu, benar – benar pilu. 

Minggu, 25 Mei 2014

7 Steps To Move On based on Fresh To Move On

 Fresh To Move On by Joko Anwar.

It was a great short movie. Buat kamu-kamu yang suka nonton film pendek dan kebetulan baru aja putus, mungkin ini film pendek ini bisa ngehibur kalian dengan ceritanya yang sedikit menyebalkan dan shit!!! It was awesome! Kalo sebelumnya kamu pernah nonton film pendek karya Joko Anwar yang berjudul Durable Love, nah yang ini ga kalah seru bro, sis, cin.

Film pendek ini menceritakan si Lana (Tara Basro), cewek pemeran utama yang hidupnya berubah 180° gara-gara patah hati diputusin mantanya, Dito yang diperankan si ganteng Fachri Albar. Well, dari kegagalan dan kegalauan si Lana ini, Margo, temen deketnya berusaha buat bantu si Lana keluar dari lubang kegalauan yang udah nurunin berat berat badannya 2kg. Margo ngasih buku tentang 7 steps to move on, yang berisi tentang 7 langkah untuk move on dari mantan pacar menurut pengalaman-pengalaman orang di twitter.

Ok, cabs ke tips pertama yaitu, GANTI NAMA MANTAN PACAR KAMU DI SEMUA CONTACT LIST. Ganti pake nama yang ga ngingetin kamu ke dia dan ngingetin tentang kenangan kalian berdua. Lana berpikir untuk mengganti nama mantannya dengan si dongo, tapi Margo said “jangan pake nama yang nunjukin kemarahan kamu sama mantan pacar kamu karena itu bisa bikin kamu tambah marah dan itu ga akan berhasil”. Yup, it won’t work!

Tips nomor dua menurut buku di film pendek itu yaitu, spending time sama orang yang sama sekali ga into romance. Tips nomor tiga, JANGAN PERNAH LIAT SOSIAL MEDIA MANTAN KAMU! Why? Because if you know he’s happy, kamu bakal tambah bete dan pengen bunuh diri. Kalo kamu tau di sedih, kamu bakal kegoda buat ngajak dia balikan dan abis udah harga diri!! Yang pasti kita harus terus berpikiran positif meski kita ngarep dia ngikut galau juga kaya kita. inget!! Possitive thinking!

Tips nomor empat, GA BOLEH PERGI KE TEMPAT YANG DULU KAMU SERING PERGI SAMA MANTAN. Tau kenapa? Ini bertujuan untuk menghindari ingatnya kamu sama si mantan meski inget terus, seenggaknya minimalisir coy... usaha dikit kaga nape2 kali yee. Tips nomor lima, LAKUIN SEMUA HAL YANG DILARANG SAMA MANTAN PACAR KAMU. Ga jelas deh tujuannya apa, mungkin untuk sedikit keluar dari bayang2 si mantan kali yah, semoga aja bisa. Amin....

Tips move on nomor enam, NGEDATE. Mungkin ga gampang buat beberapa orang ngedate pasca putus sama mantan, tapi ya apa salahnya dicoba. Tapi inget, jangan pernah berniat untuk lampiasin kemarahan kamu terhadap orang baru. Kamu kan marahnya sama mantan, jangan pernah libatin atau jadiin ngedate itu sebagai pelampiasan pokonya. Jangan pernah berniat atau berpikir kaya gitu.

Dan tips yang terakhir yaitu REKONSILIASI. Temuin mantan kamu dan mulai hubungan sebagai temen biasa. Yup, semua hubungan baik harus berakhir dengan baik pula bukan? Tapi masalahnya cukup dewasa ga buat mulai hubungan baik sama kamu. Ya harusnya setelah kejadian A, B, C dst, semua orang bisa ngambil hikmah dan pelajaran. Yaaa banyaklah usaha demi jadi orang yang lebih baik maksudnya usaha untuk bisa move on karena terlalu sakit patah hati. Kita semua kuat girls! Empowering women! SEMANGAT!!!  ^^

Senin, 19 Mei 2014

It’s not over even when it’s over

Saat kamu sudah tak sanggup lagi makan dan menghabiskan makanan itu, kenapa kamu masih saja memaksakan diri untuk memakan makanan itu? oh, mungkin kamu takut ibu memarahi kamu karena menyisakan makanan.

Bertahan itu memang salah satu cara untuk tetap berjalan di kehidupan yang cukup keras bahkan sangat kasar. Tapi saya harus menyerang agar menang, karena tak semua bentuk pertahanan akan membuat kita menang. Mungkin yang harus dipertanyakan adalah apa tujuannya, tujuan kita harus bertahan atau menyerang. Jika sekarang saya sedang bermain basket, saya akan menyerang karena saya tidak akan tinggal diam menunggu lawan menyerang dan masuk pertahanan yang sedang saya buat. Tapi ini bukan permainan basket atau olahraga lainnya, ini permainan hidup yang didalamnya terdapat peraturan yang Tuhan buat dan manusia selalu melanggarnya.

Tirai sekarang benar-benar ditutup. Tanpa pemikiran yang lebih panjang lagi, sutradara benar-benar menutup tirai dari pertunjukan diorama yang selama ini di pertontonkan. Seperti naskah yang sudah diperkirakan, diorama ini berakhir dengan ending perpisahan. Sebentar, apa ada ending dari sebuah cerita yang tidak berbentuk perpisahan? “semua cerita pasti berakhir dengan perpisahan bukan?” pikir sang sutradara. Baiklah, sebenarnya si sutradara bukanlah sutradara sesungguhnya, dia hanyalah astrada alias assisten sutradara. Jadi siapa sebenarnya sang sutradara? Mungkin kalian mengetahuinya setelah kalian menyadari siapa dalang dari wayang-wayang hidup di bumi ini.

Semua cerita akan berakhir dengan perpisahan, garis bawahi itu. Putus cinta, perceraian dan kematian. Semua orang yang mempunyai cerita dengan sesama manusia akan berpisah pada akhirnya. Fakta yang benar-benar jelas ada di pelupuk mata. Jadi, saya sarankan untuk melakukan hal-hal baik dengan manusia lainnya sebelum kamu berpisah dengan mereka. Dan sesungguhnya, tak pernah ada akhir. Bahkan ada kehidupan lain setelah kita mati. Mungkin perpisahan memang akhir, tapi akhir tidak pernah berakhir.


It’s not over even when it’s over.

Kamis, 15 Mei 2014

What the...?!!!

Akan tiba saat dimana kamu merasa kesepian di tengah keramaian, itu sudah biasa. Sangat biasa. Tapi apa yang terjadi jika merasa kesepian ditengah kesepian?

Saat hujan deras tiba, apa yang kau dengar? Halilintar? Petir? Atau suara hati? Jika kau dapat mendengar nyanyian hatimu ditengah hujan deras, apa yang akan kau lakukan?

Sedikit memandang keluar jendela, “hujannya deras sekali, kapan mereka berhenti...” tanya seseorang sembari melirik jam di dinding. Serasa semuanya telah hanyut dibawa air hujan, terbang bersama angin yang datang menemani hujan dan lenyap menyerap kedalam tanah bersama air yang jatuh dari langit. Perlahan mereka pergi, menghilang entah kemana. Seperti ingin meninggalkan bekas setelah hujan, mereka membuat tanah ini basah dan menciptakan genangan air di jalanan. Menciptakan cipratan dan jika kau sentuh tetesan yang jatuh, mereka seakan memijit telapak tanganmu. Membuat semua debu dan kotoran yang berada di tanganmu luluh ikut terbawa tetesan jatuh ke tanah.

Setelah itu, apa yang terjadi? Hujan yang tadi deras akhirnya reda juga. Tanpa mengucapkan selamat tinggal mereka pergi lagi. Dan mungkin akan datang lagi dalam jangka waktu yang tidak ditentukan.

Saat hujan, selalu ada kilasan film yang ingin kembali ditanyangkan. Bahkan memaksa ditanyangkan meski aku tidak mau menonton film – film itu. bukan hanya saat hujan, tapi saat matahari pulang ke tempatnya untuk memejamkan matanya dan bertukar tempat dengan bulan untuk menjaga bumi agar selalu terang meski penghuninya merasa gelap saat malam tiba.  


Kesepian ditengah kesepian. Ini akan  berlangsung beberapa saat untuk beberapa waktu ke depan. Tapi tenang saja, angin, hujan, cahaya, bahkan kegelapan akan membawa keadaan ini menjauh bahkan hilang. Bagaimana jika kita meminta bantuan waktu untuk mempercepatnya? Pasti waktu tidak mau di ajak bekerja sama karena dia tidak akan pernah bisa melanggar peraturan. Baiklah, mari kita berjalan beriringan untuk membawa semuanya pergi, bukan pergi untuk menhapus tapi pergi untuk mendatangkan mereka yang seharusnya menjadi pengganti. Bukan pengganti sebagai cameo tapi memang mereka-lah tokoh utama dari diorama yang selama ini digelar dengan peran – peran palsu. 

Minggu, 06 April 2014

Dear... Diary...

15 march 2013

Ga tau gimana harus ngomongnya yang pasti saya bener bener jenuh alias bosen sama keadaan kaya gini.
Belum pernah ada yang namanya “malam minggu” di hidup saya, setiap orang yang pacaran pasti ngrasain apa yang namanya malam minggu. Miko aja yang jomblo terus malam mingguan sama kecengan – kecengannya , ahahaaa.

Ok, ga berenti sampe disitu semua pasangan pacaran pasti saling berkunjung kerumah masing – masing pasangannya, tapi ga di sini. Yaaa mungkin itu karena saya belum siap buat ngenalin “cowo” ke area keluarga soalnya saya belum terbiasa sama hal yang menurut saya itu... ga biasa alias aneh. Ga bisa munafik saya juga pengen banget kenal ibu dari orang yang saya anggep pacar itu but, saya masih belum siap, itu aneh dan saya belum bisa terbiasa dengan hal itu, yaa mungkin akan ada waktunya, someday!

Balik lagi ke malam mingguan atau hang out bareng pacar di sabtu malam, nonton makan photo box terus pulang atau maen game atau jalan – jalan ketempat yang.. yaaaa sekiranya bisa buat ngobrol – ngobrol ga jelas sambil minum sesuatu yang bisa ngangetin badan kamu di dinginnya malam, something like that!!

Pengen terbiasa tapi susah. Jangan pernah ngarep ada sms masuk di malem hari yang isinya “malem cantik!” atau “hei bitch!” atau sms – sms yang sebenernya ga penting tapi terkadang ngangenin dan cewek yang cueknya parahpun terkadang bete kalau yang dia anggep pacar ga ngasih kabar sama sekali.

Masa pacaran itu emang ga seindah masa pdkt, itu fakta yang bener – bener harus di underline trus di bolt terus di miringin sekalian. Cowok, bakal ngrasa tenang kalau uda dapetin hati kamu alias uda punya ikatan sama kamu atau simpelnya dapetin apa yang mereka kejar – kejar sewaktu pdkt. Saat pdkt, mereka rela nglakuin apa aja demi si kecengan, bela – belain ngorbanin apapun yang mereka punya demi dapetin hatisi kecengan, tapi apa yang mereka lakukan setelah jadian? Mereka terkadang woles dan yaaaa yaudalah, yang penting udah pacaran.

Sewoles – wolesnya cewek, ga bisa dipungkiri kalau mereka adalah makhluk perasa yang sensitif. Ga bisa kalau liat sesuatu itu ga pada tempatnya, sesuatu itu sebisa mungkin harus pada tempatnya dan jika tidak, mereka bakal sangat bete dan moody. Ga percaya? Buktiin aja sendiri. 

Cerita Teman Yang Lain

"Ya, saya memang seorang bodoh dan jalang!!! Saya tak pernah bisa mengendalikan dan menunjukan perasaan saya secara benar. Itulah kekurangan saya yang belum bisa saya tutupi atau orang lain tutupi. Orang itu berkata dia akan mencoba menutupi kekurangan saya, dia pikir dia siapa? Memangnya dia bisa menutupi kekurangan saya yang sangat amat banyak sekali? Memangnya dia mau berurusan dengan jalang bodoh seperti saya? Lihat, keluar dari bayang – bayang seseorang yang pernah dia cintapun belum bisa dia lakukan. Mengaku telah melupakan seseorang yang dia sayang selama beberapa tahun itu kebohongan yang sangat besar, bagaimana bisa seseorang melupakan seseorang yang dia sayang sekian tahun seperti itu."

"Ya.., dia tidak bilang dia akan pergi esok, makanya saya ingin segera beranjak dari tempat itu tadi. Jika saya tahu dia akan pergi besok, saya akan duduk lebih lama disana tadi. Kecupan manis tadi mungkin kecupan terakhir sebelum dia pergi, meski tidak akan lama tapi pasti akan terasa lama."

"Bersikap dewasa dan mengalah mungkin harus saya lakukan sesekali, dan saya melakukannya malam ini. Saya mencoba meredam ego itu malam ini, mengalahkan semua ego dengan sebuah perasaan khawatir dan lainnya, dan apa yang rasakan ketika melakukan ini, lega sedikit aneh! Seperti biasa."

"Dan kalian tau? Rasa takut itu kembali datang. Takut jatuh. Ini yang paling saya benci, saya memang sering terjatuh tapi saya malas berurusan dengan hal bernama cinta yang pastinya akan menyiksa setiap dia datang atau pergi tanpa diundang."

Itulah kenapa saya tidak pernah mempercayai jika seseorang dapat memenuhi hatinya tanpa menyelipkan hati yang lain. Mungkin ini egois ketika kau menginginkan seseorang memenuhi hatinya dengan namamu sedangkan kau sendiri belum bisa menempatkan namanya di dalam hatimu sepenuhnya. Namanya bahkan jarang saya tuliskan dalam diary saya, itu sangat jahat bukan? Berbeda saat saya mengagumi seorang arogan man yang namanya tidak terhitung saya tulis dalam diary saya. Tapi balasan apa yang saya dapat ketika saya menyimpan perasaan – perasaan itu, tidak ada sama sekali. Malah rasa sakit yang saya dapat, sedikit menyenangkan karena bisa merasakan sakit dari perasaan kagum atas seseorang itu terdengar sedikit saiko menurut saya meski disisi lain saya menikmatinya.

Awalnya, saya merasa perasaan ini palsu dan sedikit memaksa tetapi lama kelamaan ternyata ini sedikit nyata dan benar adanya. Dan bodohnya saya selalu menantikan ending dari diorama ini, entah itu happy atau sad saya tidak tau, saya tidak pernah tau, saya tidak akan pernah tau sampai ending itu datang sendiri suatu hari. Ya, suatu hari. Suatu hari itu pasti akan datang. Mungkin ini akan berhasil atau mungkin juga tidak akan berjalan seperti rencana. Semuanya sangat misteri, teka teki yang klunya kita buat sendiri tanpa kita sadari. Lucu bukan..., dan jawabannya...., tidak ada yang tau selain kita sendiri karena kita sendiri yang membuat jawabannya. Ini juga terdengar sangat lucu. 

Cerita Seorang Teman

Cerita Seorang Teman Tentang Kodrat Ada di Posisi Ini.

"Merasa kotor dan jalang saat mengingat beberapa kejadian. Kasarnya “gampangan”. Mudah sekali di-seduce. Mereka menyentuh perempuan dengan semaunya, memegang kendali seakan mereka menggenggam dunia."

"Awal cerita, mereka suguhkan arumanis dalam kuantitas yang sangat besar. Apa yang terjadi? Kita memakan arumanis yang mereka suguhkan. Manis dan terasa enak dimulut, tak lupa permen-permen yang tak kalah manis juga mereka berikan dalam kala yang sangat besar."

"Untuk apa mereka lakukan itu? tujuannya hanya satu, untuk mendapatkan semua keingingan dan hasrat mereka dari kita. mengambil intisari yang incar sejak awal.
Mereka akan datang menawarkan bantuan, mereka menawarkan gula-gula, mereka mengambil intisari. Setelah persediaan gula yang kita miliki berkurang dan habis, mereka akan mengincar korban baru untuk dihisap intisarinya."

"Semua terlihat sama sekarang, benar-benar sama. Terimakasih telah memberi saya pelajaran yang amat penting tentang rasa sakit, tentang menangisi sesuatu yang sebenarnya tidak teramat penting, melamuni sesuatu yang konyol, dan tersenyum dibalik kesakitan saat saya harus berkata terimakasih."



5 Hal yang Aku Benci

Hal yang paling aku benci di dunia untuk sekarang ini:

1.      Anak – anak. Tawa mereka membuat telinga dan otak bertabrakan dan ingin rasanya melakukan sesuatu yang bisa membuat mereka berhenti untuk tertawa. Ini jahat, memang jahat. Kali ini aku hanya ingin menjadi orang paling jahat sedunia. Aku ingin menjadi monster paling mengerikan yang akan menghentikan setiap tawa anak kecil. Oke, anak – anak yang masuk daftar ku hanyalah anak – anak kisaran umur 7-11 tahun. Kenapa? Hanya satu alasan yang tepat, karena anak kecil yang berada di rumah ku berumur sekitar 7-11 tahun. Mereka makhluk paling menyebalkan di dunia untuk saat ini.Aku tidak dibesarkan dengan cara seperti mereka,  jadi aku hanya ingin mereka berhenti tertawa. Sangat menyebalkan! Hal yang mungkin saja menyenangkan untuk dilakukan yaitu, menyihir mereka untuk diam dan tidak mengeluarkan sepatah katapun. Andai saja Harry Potter itu ada, aku ingin meminta tolong untuk mengajarkan aku sihir agar aku dapat membuat semua anak kecil menyebalkan diam dan berhenti mnyebalkan.

2.      Seseorang yang selalu berkata, “Papa”. Mereka yang selalu mengatakan kata itu selalu membuat aku membenci mereka untuk sesaat. Aku tau ini sangat kekanakan tapi, aku sangat membenci mereka. Ini memang tidak adil karena mereka tidak tau apa yang terjadi. Tapi hal itu benar-benar memuakkan. Sungguh, aku hanya ingin mereka merasakan apa yang aku rasakan. Muak akan hal bernama “Papa”.

3.      Mereka yang berbohong demi mendapatkan perasaan baik dari seseorang. Contohnya mungkin seperti ini: “ini, aku bawakan boneka kesukaanmu!” seseorang sembari membawa bungkusan kado. “dari siapa?” yang di beri bungkusan bertanya. “dari (dia), seseorang, dia bilang dia menyukaimu”. Betapa senangnya si penerima kado itu meski itu semua bohong. Si pemberi melakukan itu haya untuk memberikan perasaan baik yang sebenarnya palsu. Itu sangat amat memuakkan!!

4.      Mereka yang munafik. Yaa, seperti yang kalian ketahui orang-orang seperti itu memang pantas untuk ditampar hatinya bahkan di gantung terbalik hingga otak dan hati mereka bersatu (terdengar saiko). Mereka berbicara berbeda di waktu yang berbeda. Mengaku tidak menyukai sesuatu tapi mereka dengan jelas melakukan sesuatu yang mereka bilang tidak mereka sukai.

5.      Mereka yang tidak mau mengubah sesuatu demi kebaikan orang lain. Mungkin lebih tepatnya tidak peduli. Tetap pada pendiriannya meki sebenarnya salah dan membuat dia dicibir oleh banyak orang. Atau lebih tepatnya dungu? Atau “menyedihkan” mungkin. Orang-orang seperti itu tidak memuakkan, hanya saja membuat aku ingin mengoyak jantung dan hati mereka dan aku masukkan ke dalam otak mereka. Aku remas dan aku blender bersamaan sehingga menghasilkan kesingkronan bagi mereka.



Senin, 31 Maret 2014

MonSun

Ucapan bocah bernama Dimas tadi membuat aku berpikir, bagaimana caranya seseorang bisa sadar atau tahu jika dia akan merasa kehilangan saat orang yang setiap hari cerewet tidak lagi cerewet. Mencari tahu apakah kita berharga atau tidak bagi orang lain sedikit sulit untuk keadaan seperti ini.

Kenapa pria tadi tidak mengenakan alas kaki ditempat seperti ini, ok! Sepertinya temannya juga. Sebelah kiri sana beberapa pasangan sedang menikmati makan siangnya seraya memandang jalanan yang padat merayap. Sebelah kananku, terlihat keluarga besar yang sedang menikmati obrolan keluarga yang hangat. Membuat iri saja.

Tempatku duduk memang startegis. Aku dapat melihat keadaan di sekelilingku dengan jelas. Cuaca yang mendung didukung jalanan yang macet padat membuat setiap orang malas untuk pergi kemanapun. Meski tidak jauh dari keramaian, setidaknya aku dapat berpikir sedikit jernih di sini. Sedikit. Bukan karena pikiranku sedang tak jernih tapi, waktu dimana kita harus merasa sendiri dan menikmatinya dengan diri sendiri terkadang kita butuhkan. Dan prinsip lebih baik kelaparan daripada makan sendiri sudah di hapuskan dari buku besar sekarang.

Tidak sulit untuk menentukan apa yang kita butuhkan dan apa yang kita inginkan. Tapi terkadang sangat sulit untuk tidak melakukan apa yang kita tidak butuhkan tapi kita inginkan.


Melihat pemandangan keluarga kecil dengan dua anak perempuan mereka di depan membuat aku sangat amat cemburu, marah serta kesal. Tapi suatu saat nanti aku akan memilikinya. Suatu hari, aku akan melakukan apa yang tidak aku lakukan bersama keluargaku dulu. Tentunya suatu hari nanti akan jadi hari yang menarik. Lebih menarik dari hari ini atau dulu. Akan aku pastikan semuanya lebih menarik dan menyenangkan.  

Kamis, 20 Maret 2014

Aku dan Hujan

Ini bukan rasa kurang bersyukur karena aku diciptakan sebagai manusia, tapi terkadang aku hanya ingin menjadi hujan.

Banyak yang menyukainya ketika ia datang, tapi tak sedikit juga yang mencaci hingga mengusirnya pergi ketika ia datang. Padahal ia hanya ingin menyentuh keringnya bumi dan menyapa makhluk yang hidup dibawah sini.

Terkadang indah, manis, hangat, dingin, juga ganas. Itulah hujan. Aku berharap aku adalah hujan hari ini. Hari ini hujan terasa hangat dan cantik. Tapi terasa sedikit dingin dan kosong. 

Ada sesuatu yang hilang. Ada sesuatu yang kosong. Hujan, maaf jika aku terkadang mencaci makimu atau mengusirmu. Maaf jika kau pernah tersinggung atas sikapku hujan.


Tentang Puzzle

Di tempat yang ramai tadi, banyak sekali wajah dengan berbagai macam perasaan disana. Terlihat ada wajah gembira karena menemukan sesuatu, ada juga wajah kesal, sedih dan kecewa. Salah satu teman kami sedang berbahagia hari ini, dia genap berumur 21 tahun dan banyak sekali orang yang menyayanginya. Selamat ulang tahun orang jahat!! Haha.. For Andiany Pratiwi.

Di samping kebahagian yang sedang berlangsung tadi, aku melihat kemuraman di salah satu wajah di tempat itu. Ia terlihat kecewa, entah apa yang sedang dipikirkan orang itu. Dia terlihat kesepian dan sepertinya sedang merindukan seseorang, atau mungkin dia sedang menunggu handphone-nya berdering. Ternyata masih ada cerita klasik itu, kesepian ditengah keramaian. Semoga orang itu segera tersenyum tulus, tidak seperti tadi, memaksa tersenyum. Sangat aneh melihatnya seperti itu.

Sampai sekarang aku selalu dikellilingi orang-orang yang aku pikir menyayangi-ku. Bersyukur, terimakasih Tuhan telah memberikan mereka, tapi ada satu orang yang selalu membuat-ku penasaran hingga hari ini. Apa Dia pernah sekali saja mengingatku dalam doa-nya? Apa Dia pernah mengkhawatirkan-ku? Apa Dia pernah merindukan anak tengil ini? 

Aku sudah besar sekarang dan umur-ku hampir 21, apa kau pernah sekali saja mengingat hari kelahiranku? Maaf jika aku terkadang membenci apa yang telah kau turunkan. Warna kulit yang sama, postur tubuh yang mirip, dan tangan yang ternyata dapat menggambar sesuatu yang terkadang indah. Terimakasih sudah memberi-ku semuanya.

Mungkin aku tahu sekarang, dimana potongan puzzle yang selama ini aku cari. Tapi sepertinya aku tidak akan pernah bisa menaruh potongan itu ke dalam puzzle yang mungkin suatu hari akan sempurna. Meski aku sudah sudah tahu dimana potongan puzzle itu berada. 


Waktu-ku untuk keluar dari tahap ini tinggal beberapa langkah lagi. Setelah tahap ini selesai, akan ada tahap baru dimana ujian yang Tuhan berikan akan sedikit, semakin sulit, aku pikir. Tapi semuanya pasti menarik. Tak sabar untuk menantikan apa yang akan terjadi di depan sana. 

Sabtu, 18 Januari 2014

January 19, 2014

Last Sunday was a nightmare, sorry to say this but I don’t know how to call it.

Hari minggu kemarin teteh pergi. Mamah masih tertegun tak percaya ketika dokter berkata bahwa teteh sudah tidak ada di tempatnya. Nadinya sudah tidak berdenyut lagi, cairan infusan kembali mengalir keluar tanda bahwa tubuh teteh sudah tidak dapat menerima cairan apapun. Mamah masih takut menerima kenyataan yang ada di depan matanya, dia melarang siapapun berkata bahwa teteh sudah tiada.

Penyakit yang tidak kenal ampun, menjadikan tubuh teteh lelah untuk menampung teteh. 19 hari teteh tak sadarkan diri dan ending yang harus kita terima dengan lapang dada adalah ini. Dinda bilang, ada sesuatu berbaju putih menunggu teteh sejak semalam. Mungkin memang ini akhir dari perjalanan hidup teteh. Melihat mamah memandikan teteh sambil menangis membuat aku tertegun kembali, mamah memandikan teteh dari dia dilahirkan hingga kembali pada Sang khalik.

Beberapa hari sebelum teteh tak sadarkan diri, teteh berpesan pada mamah untuk menikahkan anak pertamanya secara sederhana karena teteh bilang teteh sudah cape dan lelah. Dan semalam sebelum kepergian teteh, aku bermimpi dengan teteh sambil tertawa bahagia. Dalam mimpi, teteh terlihat sehat dan cantik seperti biasa. Tapi yang janggal adalah, teteh memakai baju putih bersinar. Mimpi yang ternyata pertanda.

Saat tiba di rumah sakit, aku melihat mamah masih duduk terdiam disamping jasad teteh. Aku mendekat dan menyentuh tangan teteh yang terasa masih hangat. Selang oksigen dan infusan belum juga dicabut karena mamah bilang teteh pingsan atau tertidur. Mamah masih belum juga percaya sampai kakaknya datang dan berkata bahwa teteh benar – benar sudah pergi. Baru mamah sadar bahwa yang terjadi di depan matanya ternyata bukan mimpi.

Setelah shalat ashar teteh di shalat-kan lalu segera dimakamkan. Ditengah derasnya hujan kami melihat jasad teteh di kebumikan. Masih terasa seperti mimpi. Aku dan Dinda, anak kedua teteh adalah orang terakhir yang meninggalkan makam. Aku mengingatkan Dede, begitu Dinda di panggil untuk menghitung langkah kami. Satu, dua, tiga, hingga langkah ke enam menuju ke tujuh kami saling berpandangan lalu aku mengangguk untuk meneruskan langkah ke tujuh. Setelah itu Dede berkata bahwa ibunya tadi ada di depannya ketika dia membacakan Yasin di makam. Dede memang sedikit berbeda.

Lalu aku bertanya, “pake baju apa de ibu?”, “pake baju kuning kaya yang di foto”. Ada sedikit perasaan sakit hati saat mendengar itu, entah kenapa. Meski teteh belum diberi kebahagiaan yang benar-benar bahagia selama hidupnya, tapi kami percaya bahwa teteh akan mendapatkan apa yang tidak teteh dapatkan disana. Kami, terutama aku percaya teteh akan diberi tempat terbaik disana, Amin.


Selamat jalan teteh, entah kita akan akan bertemu kembali atau tidak yang pasti kami selalu mendoakan teteh mendapat kebahagiaan disana, dia alam yang kekal dan abadi. Kami sayang teteh.

Sabtu, 04 Januari 2014

Bukankah Mereka Ada?

Ini bukan nightmare ardan atau cerita – cerita Sarasvati, ini cerita tentang kakak perempuan saya.

Kurang lebih sudah sebelas hari kakak perempuan saya atau teteh saya koma di salah satu rumah sakit di Cimahi karena diabetes dan darah darahnya. Hari rabu dua minggu yang lalu, teteh step dan tak sadarkan diri. Semua orang panik tiada dua. Kita semua berpikiran teteh sedang sakaratul, karena nafasnya sudah tidak teratur dan badannya dingin serta kaku. Semua tetangga teteh datang mendoakan, mengaji dan memohon maaf kepada teteh. Melihat teteh yang seperti sedang sekarat, mamah panik. Dan yang bisa dilakukan mamah hanya berdoa serta menangis sambil memegangi tangan teteh.

Masih dirumah teteh, pada sore hari dimana teteh kejang – kejang, dede, anak kedua teteh menunduk dan menangis. Saat ditanya kenapa, dia menjawab, “ada yang mau masuk ke dede, tapi dede ga mau”. Mungkin seseorang yang ingin menolong teteh. Dede memang sedikit berbeda dari anak – anak lainnya. Dia dapat merasakan dan melihat sesuatu yang tidak dapat kita lihat memakai penglihatan biasa.

12 jam, 24 jam.. waktu terus bergulir dan teteh masih saja belum bangun. Badannya kejang – kejang dan mulutnya terus mengeluarkan busa. Akhirnya datang dokter me-nensi darah teteh dan menyuruh teteh untuk dibawa kerumah sakit. Ada satu keyakinan di hati mamah, “teteh tidak sedang sekarat!”. Ya, mamah benar, teteh tidak sedang sekarat, tapi semua orang kita semua harus ihklas dan membekali teteh dengan membisikannya ke telinga agar teteh bisa pergi dengan tenang. Siapa mereka? Beraninya berbicara seperti itu, mereka pikir mereka Tuhan? Malaikat? Teteh masih ada di dalam tubuhnya dan teteh akan segera bangun.   

Tidak pikir panjang, teteh langsung dibawa ke rumah sakit. Memasuki IGD, dokter dan suster langsung mengurusi teteh yang belum juga bangun dan sadar dari mimpinya.  Selang – selang di masukan ke hidung teteh, oksigen, cairan gula, dan darah. Dokter bilang, darah gulanya menurun dan darah tingginya naik, dan teteh sepertinya salah makan. Padahal makanannya sudah dijaga sebisa mungkin, tapi karena teteh sulit diatur, ya inilah yang terjadi.

Jam 3 sore, bapak sekamar teteh di IGD meninggal. Dan dede bilang, bapak itu terus saja melihat teteh dan diam di situ. Sedikit menyeramkan karena saya amat membenci Rumah sakit dan peralatan – peralatannya dari ambulance, suntikan hingga darah termasuk cerita – cerita misteri di balik tempat bernama rumah sakit itu sendiri.

Jam 4 sore dan masih di IGD, belum kering tempat tidur bekas bapak yang meninggal tadi, datang pasien baru. Kali ini ibu tua, kondisinya sudah sangat parah dan tidak sadarkan diri juga. Jam 6 sore, saat adzan berkumandang, semua keluarga ibu itu berteriak dan menangis karena detak jantung ibu tua itu menghilang. Dokter dan suster segera mengejutkannya dengan benda – benda seperti pengejut dan memasukan selang – selang ke mulutnya. Saya tidak tahu persis untuk apa itu. Setelah beberapa saat, akhirnya dokter dan suster keluar dari ruangan dan menetapkan jam ibu tua itu meninggal. Tepat jam 6 sore.

Malamnya, teteh dipindahkan ke ruang inap. Dua hari tidak ada perubahan, hanya respon – respon tangan yang bergerak sesekali. Dokter menyarankan teteh untuk dipindahkan ke ruang ICU. Damn! Worst! It was getting worst!

Di ruang ICU, ada beberapa pasien yang kondisinya sama bahkan lebih parah dari teteh. Bahkan, anak berumur 20 bulan yang menyusul masuk ICU setelah teteh besoknya meninggal. Belum pria yang sudah lama koma sebelah teteh yang besoknya juga meninggal. Lalu besoknya pasien di ujung dekat pintu. Ruang ICU benar – benar suck! Menyebalkan untuk bermalam disana. Intinya teteh belum juga bangun dan.... teteh tidak ada di badannya.

Orang itu bilang, karena banyak orang yang telah “membekali” teteh meski belum waktunya teteh untuk pergi, “mereka” mengambil kesempatan untuk membawa teteh jauh dari raganya. Membawa teteh jalan – jalan dan saat dijemput, teteh tidak mau pulang karena teteh senang berada “disana”. Di dunia dimana “mereka-mereka“ tidak dapat pulang ke asalnya. Pulang ke Penciptanya. Sedikit tidak percaya tapi... bukankah mereka ada?

Jadi dimana teteh sekarang, bukankah dokter bilang teteh sudah dapat dipindahkan ke ruang inap? Tapi kenapa teteh belum juga sadar?


Bagaimana nasib teteh sekarang, atau besok atau lusa. Tidak ada yang tahu. Kita hanya bisa berdoa agar yang terjadi nanti adalah yang terbaik untuk teteh dan kita semua. Saya, mamah, dede dan semua orang sayang sama teteh. Semoga teteh cepat bangun dan sadar, Amin.