Selasa, 22 Desember 2020

Hal Paling Goblok

Desember, 22 tahun 2020

Dari awal bulan, aku sudah di sambut oleh covid. Aku menjadi pasien covid. Setelah 3 minggu penciumanku kembali meski belum 100%, tapi tidak ada halangan bagiku untuk beraktivitas. Dan kemarin untuk pertama kali aku sangat menyesal atas apa yang aku lakukan. Aku berdebat dengan orang bodoh.

Tetangga 16 November lalu memaki aku dan ibuku perkara kotoran ayam, kembali memakiku. Kali ini dia menamparku tanpa tahu salahku apa. Aku hanya bertanya apa alasan dia memaki ibuku, dan dia menjawab “aku juga punya ibu”. Aku sempat berhenti mengernyitkan dahiku dan berpikir dalam hati, “sepertinya aku telah salah memilih lawan berdebat, orang ini goblok dan bodoh, dia bahkan sadar dan tak mabuk seperti pertama memaki aku dan ibuku tapi tetap saja dia tidak bisa mencerna pertanyaanku.

Dan hari ini aku semakin merasa menyesal karena telah meladeni orang goblok dan bodoh seperti perempuan itu. Sekarang kakakku bilang aku dalam bahaya, bisa saja dia mencelakaiku di jalan atau mencelakai ibuku di rumah. Tapi tetangga sekitar seperti tak peduli dan menutuo mata telinga mereka tidak ingin tahu tetangganya telah menjadi korban kekerasan verbal dan nonverbal. Bahkan keluarganya yang rumahnya bersebelahan denganku seperti tidak mau tahu salah satu keluarganya melakukan hal yang meresahkan bagi orang lain.

Padahal jika dia menjawab alasan kenapa dia memaki keluargaku beberapa minggu yang lalu aku akan dengan senang hati meminta maaf karena ayamku tidak aku sekolahkan untuk membuang kotoran mereka sembarangan dan masalah selesai. Dia tetap bersikukuh tidak terima aku bilang tukang mabuk.

Semoga tidak terjadi apa-apa pada keluargaku. Meski sampai sekarang kami belum merasa tenang tapi aku tahu Tuhan akan melindungi kami. Dan kakakku meminta perlindungan untuk kami berdua. Semoga perempuan itu dan keluarganya mendapatkan karma dekat-dekat ini.

Sabtu, 10 Oktober 2020

Hukum Baru

Aku tak ingin tidur ketika mengantuk. Aku ingin terjaga dan berpikir berlebihan. Menikah dan menjadi karwayan tetap adalah tujuan ku di usia 27 ini.

Aku ingin merasa bangga memakai name tag identitasku, bukan sebagai pegawai kontrak atau outsourcing tapi sebagai pegawai tetap dengan jaminan hari tua yang menjanjikan. Membuat siapapun merasa tenang bukan?

Omnimbus Law. Suatu peraturan baru pemerintah yang membuat 3 hari kemarin menjadi seolah lupa akan pandemic. Demo 3 hari berturut-turut disetiap daerah untuk menolak hukum yang dibuat hanya untuk menguntungkan para pengusaha dan memeras setiap buruh yang bekerja. Memikirkannya saja sudah membuat Lelah. Sampai kapan aku akan menjadi buruh yang tak membanggakan ini.

Ramai sekali negri. Tapi jangan Lelah, kita harus berjuang ditengah keadaan ini. Menyebalkan, iya memang, tapi setiap awal pasti ada akhir meski pasti tapi akhirnya kapan yaa siapa yang tahu.

Selasa, 08 September 2020

Kembali Ep. (26)

 Hi, aku kembali, dengan usaha keras aku mencoba untuk kembali menulis.

Aku mulai berhenti karena aku tidak punya alasan untuk menulis. Bukan karena aku terlalu sibuk dengan dunia, tapi aku bahkan banyak membuang waktu percuma di luar sana. Sudah lama aku ingin bercerita ini, itu tapi aku memutuskan untuk menyimpannya saja. Toh, aku berpikir meski aku menulis lagi, tidak akan ada yang menemukan tulisan ini. 

Mari kita sebut ini krisis manusia 25 tahun oops, aku 26 sekarang dan masih belum tahu pasti apa yang akan aku lakukan di masa depan. Mimpi? Aku masih bermimpi menjadi seorang sutradara? Dancer? Pelatih dancer? CEO sebuah entertainment? Penulis? Banyak sekali aku ingin menjadi. Tapi aku tak pernah tahu pasti aku akan menjadi apa.

Tersesat? Tidak juga, aku rasa aku punya jalan yang cukup jelas meski remang-remang.  Saat ini aku hanya ingin merasa hidup. Aku lakukan semampuku dengan melakukan apapun yang terlintas di pikiranku. Medsos, youtube, dan hal – hal kekinian lainnya aku lakukan beberapa tahun terakhir ini. 

Seorang temanku mengeluh dia kehilangan teman yang sangat berharga baginya. Aku bahkan tak peduli lagi siapa temanku. Aku tak tahu harus percaya siapa, bahkan aku tak percaya diriku sendiri. Setelah apa yang terjadi dan semua yang masih terjadi dalam hidupku, rendah diri, tak percaya diri, merasa tak berharga, itulah yang aku rasakan beberapa tahun terakhir ini. 

Berharap datang seseorang bisa menyelamatkan hidupmu dan semua berakhir bahagia? Jangan pernah mengharapkan sesuatu dari manusia, hal terbodoh adalah berharap pada manusia. Kau tahu pasti kau akan terluka dan kecewa jika melakukan itu. Maka sejak suatu saat yang mengecewakan itu, aku tidak akan mengandalkan manusia dalam hal menemukan kebahagian, hanya aku, diriku dan Tuhan.

Aku benci mendengar sampah semua orang yang merasa hidup mereka tidak baik-baik saja, bahkan aku malas mengeluh sekarang, karena tak akan gunanya untuk mengeluhkan kehidupan yang sebenarnya indah ini. Indah? Hidup indah tak selalu terlihat indah bukan?

Setelah mengakhiri tulisan ini aku akan kembali menonton film dan tidur. 


Kembali Ep. (25)

 Kpop sudah membuatku kurang produktif 1 tahun ini. Membuatku memuja mereka para anggota boyband yang tak pernah ada habisnya. Sampai satu hari, akupun tersadar bahwa ini semua harus segera aku akhiri. Mengagumi mereka (KPOP) adalah hal benar-benar memuaskan tetapi semu.

Contohnya, saat aku memonton konser mereka, secara dekat aku bisa mendengarkan mereka bernyanyi langsung juga menikmati indahnya fisik mereka. Tetapi selalu ada perasaan kosong menyebalkan yang selalu hadir saat konser berakhir. Rasanya seperti dibangunkan dari mimpi ke dunia nyata yang … aku tidak inginkan. Kenapa? Karena sedikit pleasure atau kenikmatan yang dapat aku rasakan di dunia nyata. Sedangkan kenikmatan di dunia semu sangat memuaskan dan membuat kau ketagihan sehingga mengagumi mereka adalah hal yang sulit untuk dihentikan meski kau berusaha keras.

Kurang lebih 30 hari lagi aku akan berumur 25 tahun. Banyak sekali yang aku harapkan, salah satunya adalah meniup lilin di kue ulang tahun. Dan, aku sangat merindukannya… ya, dia. Dia yang sangat manis dan indah. Dimana aku harus menemukannya. Dia tampaknya tak mau datang lagi.


Kembali Ep. 0

 Lama sekali aku beristirahat. Sangat amat lama.

Terakhir aku bilang akan membuat pertunjukan lagi dan aku mencoba peruntungan dengan menulis fiksi, tapi tak pernah berhasil. Aku tak pernah menyelesaikan satu ceritapun. Aku tak pernah berhasil merangkai semua kerangka dengan benar meski aku telah menemukan ending yang tepat untuk cerita itu.

Lama sekali aku beristirahat, saatnya aku kembali. Aku ingin bercerita lagi, tentang semua yang ku rasakan selama beberapa waktu tanpa menulis. Ya, di tengah perang melawan si musuh tak kasat mata ini semua orang sedang bertempur. Bertempur mengalahkan keadaan yang seperti berjalan biasa padahal pembunuh tak terlihat selalu siap siaga membunuh kita kapanpun dan dimanapun kita berada.

Semua lini kelabakan, mencoba mempertahankan kehidupan masing-masing. Semuanya terengah engah berusaha mempertahankan hidupnya. Meski musuh semakin hari semakin dekat,semua manusia berharap si musuh tak terlihat hanya sekedar lewat dan berpura pura tak melihat mereka. Berusaha mengajak hidup berdampingan tanpa merugikan satu sama lain.

Apa bisa kita menang melawan musuh dalam perang ini? Aku sama sekali tak bisa membaca bagaimana perang ini bisa berakhir.