Nona ini masih saja menyandang gelar sebagai
Nona kesepian bila sudah kembali keruangan biru. Mendengar jam berdetak dan
menyanyikan nyanyian jiwa tanpa suara. Merasa miris dengan kesepiannya. Tak ada
yang mendengar kecuali Tuhan. Kenapa harus merasa kesepian bila dia percaya
mempunyai Tuhan? Manusia mana yang ingin
peduli, toh mereka akan mengeluh juga seperti Nona ini saat mereka merasa
kesepian. Menanti seseorang mengucapkan selamat malam atau menanyakan apa yang sedang
si nona lakukan, itu benar – benar konyol.
Bahkan Nona ini sudah tidak mau melihat waktu
yang sepertinya lambat untuk menjemput sang matahari. Ya, 9 jam lagi matahari
akan datang. Kenapa begitu lama ya?! Nona hanya bisa menghela nafas dan
menghirup udara yang sesak dalam ruangan biru.
Semua orang sedang sibuk dengan urusan mereka masing – masing. Tapi apa
yang mereka lakukan bila mereka sedang membutuhkan si Nona. Si nona kesepian
ini hanya tidak tau untuk memulai dan bertanya kepada semua orang bahwa dia
ingin didengar.
Jika mereka tidak ingin mendengar, maukah
mereka duduk disamping si nona untuk beberapa saat saja?! Mungkin si nona akan
sedikit gembira bila ada yang menemaninya duduk untuk mengisi waktu yang benar
– benar ingin dia bunuh saat ini. Berharap seseorang mendengarnya dan bersedia
untuk duduk disampingnya beberapa saat saja. Tuan kesepian alias Arogan man
kini sudah mendapatkan apa yang dia harapkan, sedikit merindukan Holy Boy yang
terkadang dapat membuat si Nona merasa tidak sendiri, lelaki php yang sedari
dulu hanya datang dan pergi semaunya, dan semua orang yang hanya datang saat
mereka ingin didengar.
Si tengil, Apa dia tidak pernah merasakan
kesepian seperti si Nona?! Hhah... waktu, cepat cepatlah kau jemput matahari
untukku, atau bisakah kau membuatku terlelap tidur agak lama agar aku bisa
melupakan rasa kesepian ini dengan cepat.
Terbiasalah nona!!! Semua orang tidak mungkin
selalu ada untuk mendengarmu setiap saat. Terima kasih Tuhan!! Kau ciptakan
malaikat yang tak pernah lelah bernafas dan bertahan untuk si nona yang tak
pernah puas akan segala hal. Malaikat terindah yang pernah nona tau, malaikat
yang selalu tersenyum dibalik tangisan yang tak pernah berhenti. Malaikat yang
bersedia menyerahkan apapun untuk nona. Malaikat
yang sepertinya harus segera pensiun dari kesedihannya karena tubuhnya yang
mulai menua dan tidak mampu lagi untuk mengangkat tubuh nona seperti saat nona
dilahirkan ke bumi dan menghirup udara kehidupan hingga hari ini. Terima kasih
banyak!!