Satu yang saya tau tentang laki – laki adalah, mereka akan
terus melancarkan dan melakukan apapun demi menghilangkan rasa penasaran mereka
terhadap apapun termasuk perempuan. Memuji agar mendapatkan simpati salah
satunya, atau berpura – pura menyukai apa yang perempuan suka (perempuan yang sedang mereka
kejar maksudnya).
Seorang teman laki – laki saya bercerita jika
laki – laki itu
dapat mengontrol perasaannya sendiri, berbeda dengan perempuan, yang emosional
dan menggunakan nalurinya setiap saat. Dan bodohnya, perempuan akan tergerus
dan tersentuh hatinya meski mereka tau bahwa mereka sedang dibombardir dengan
kebohongan – kebohongan
para laki – laki itu.
Apa itu memang siklusnya? perempuan
dikejar dan dibuat melayang dengan jebakan – jebakan batman yang sengaja atau mungkin secara tidak sengaja dirancang
oleh para pemburu perempuan yaitu laki – laki. Ini bukan tentang rasis atau sara atau gender, saya hanya ingin
menulis apa yang saya lihat.
Bahkan beberapa orang tetap mengejar orang
yang membuat mereka penasaran meski orang yang mereka kejar sudah dalam status
tidak sendiri lagi. Bermain main dengan perasaan itu... lumayan menyenangkan.
Setiap orang pasti ingin meresakan sensasi yang belum mereka rasakan.
Beberapa orang juga berpikir jika mereka melewatkan
masa muda mreka mereka akan merasa menyesal dikemudian hari. Ya, saya setuju!
Tapi yang pasti kita harus mempunyai batasan untuk membentengi semua sensasi
yang kita buat, bukankah seperti itu? Seseorang akan terserang kebosanan dan
kejenuhan yang luar biasa jika dia menutup dirinya. Payolah sedikit bermain – main, hanya untuk
menghilangkan rasa bosan dan jenuh yang kadang – kadang tidak dapat diajak kompromi.
Let’s make a sensation!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar