Rabu, 26 Juni 2013

Malam tak bertuah


Nona ini masih saja menyandang gelar sebagai Nona kesepian bila sudah kembali keruangan biru. Mendengar jam berdetak dan menyanyikan nyanyian jiwa tanpa suara. Merasa miris dengan kesepiannya. Tak ada yang mendengar kecuali Tuhan. Kenapa harus merasa kesepian bila dia percaya mempunyai Tuhan? Manusia mana  yang ingin peduli, toh mereka akan mengeluh juga seperti Nona ini saat mereka merasa kesepian. Menanti seseorang mengucapkan selamat malam atau menanyakan apa yang sedang si nona lakukan, itu benar – benar konyol.

Bahkan Nona ini sudah tidak mau melihat waktu yang sepertinya lambat untuk menjemput sang matahari. Ya, 9 jam lagi matahari akan datang. Kenapa begitu lama ya?! Nona hanya bisa menghela nafas dan menghirup udara yang sesak dalam ruangan biru.  Semua orang sedang sibuk dengan urusan mereka masing – masing. Tapi apa yang mereka lakukan bila mereka sedang membutuhkan si Nona. Si nona kesepian ini hanya tidak tau untuk memulai dan bertanya kepada semua orang bahwa dia ingin didengar.

Jika mereka tidak ingin mendengar, maukah mereka duduk disamping si nona untuk beberapa saat saja?! Mungkin si nona akan sedikit gembira bila ada yang menemaninya duduk untuk mengisi waktu yang benar – benar ingin dia bunuh saat ini. Berharap seseorang mendengarnya dan bersedia untuk duduk disampingnya beberapa saat saja. Tuan kesepian alias Arogan man kini sudah mendapatkan apa yang dia harapkan, sedikit merindukan Holy Boy yang terkadang dapat membuat si Nona merasa tidak sendiri, lelaki php yang sedari dulu hanya datang dan pergi semaunya, dan semua orang yang hanya datang saat mereka ingin didengar.

Si tengil, Apa dia tidak pernah merasakan kesepian seperti si Nona?! Hhah... waktu, cepat cepatlah kau jemput matahari untukku, atau bisakah kau membuatku terlelap tidur agak lama agar aku bisa melupakan rasa kesepian ini dengan cepat.

Terbiasalah nona!!! Semua orang tidak mungkin selalu ada untuk mendengarmu setiap saat. Terima kasih Tuhan!! Kau ciptakan malaikat yang tak pernah lelah bernafas dan bertahan untuk si nona yang tak pernah puas akan segala hal. Malaikat terindah yang pernah nona tau, malaikat yang selalu tersenyum dibalik tangisan yang tak pernah berhenti. Malaikat yang bersedia menyerahkan apapun untuk nona.  Malaikat yang sepertinya harus segera pensiun dari kesedihannya karena tubuhnya yang mulai menua dan tidak mampu lagi untuk mengangkat tubuh nona seperti saat nona dilahirkan ke bumi dan menghirup udara kehidupan hingga hari ini. Terima kasih banyak!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar