Sabtu, 05 Maret 2016

Tolong Tuhan

I know this day will come. The day when he change the picture. Finally, this day is coming....

I’m glad and crying a bit, but it doesn’t matter. It clear me off.
Meski bukan yang pertama tetapi rasanya masih sakit seperti biasa, bahkan lebih sakit. Aku dengar, menulis dapat mengobati patah hati. Baiklah, aku akan menulis lagi mulai dari sekarang tapi aku tak akan memaksakan otakku untuk berpikir keras tentang hal apa yang harus aku tulis setiap harinya.

Aku sedih, sampai aku tidak bisa mengeluarkan air mataku untuk hal sedih ini. Aku tidak tau tapi aku ingin menangis karena sedih tapi tidak bisa. Harus aku beritahu siapa sedih ini? Bodoh!!! Kau punya Tuhan dan masih bilang kau kesepian? BODOH!

Aku tak ingin membuat keadaan menjadi hiperbol  tapi, aku tak ingin juga memandang semuanya secara biasa saja. Apa yang membuatku sedih kali ini bukan hanya tentang patah hatiku atau perasaan idiot selama 3 tahun ini tapi semua orang ternyata tak sebahagia kelihatannya. Mereka menderita menahan rasa sakit sembari tersenyum. Menyedihkan bukan?

Yah, mereka. Orang-orang disekitarku hanya berpura-pura bahagia. Fana, fatamorgana. Dunia nampak indah tapi.... menyedihkan. Kasihan sekali mereka. Kasihan sekali aku. Tuhan, tolong jangan tenggelamkan aku dalam dunia fana ini.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar