Selasa, 31 Desember 2013

9 anak SMP

Ini tentang 9 anak SMP yang saya latih beberapa waktu kemarin.

Ngelatih dance anak SMP itu, susah susah gampang. Sebenernya gampang kalau semua anak yang dilatih punya attitude kaya si leader, Gita. Yup, si Gita ini adalah anak yang ngatur semuanya, dari mulai nyari pelatih buat temen-temennya, ngatur pertemuan kita dll. Dia itu holy.... sekali. Baik dan penurut, ngebangkang tuh kayanya bukan dia sekali. Dia punya kembaran, namanya Gina. Regina dan Regita. Soal latihan dia lumayan cepet nangkep gerakan yang saya transfer. Sopan dan murah senyum.

Anak yang lain namanya Windi. Nah, kalau yang ini selain cepet nangkep gerakan, dia juga paling bagus nge-dance-nya. Diantara yang lain dia yang paling punya basic nge-dance. Sopan, lucu lagi. Dia ramah kaya Gita dan dia anak kedua yang saya suka karena attitudenya lumayan baik. Mukanya sih datar tapi mantap! *ngedance-nya.

Ketiga, Nurul. Rambutnya panjang, item manis dan sedikit pendiam. Dia ga bisa kalau ngedance sendirian, pasti lupa. Keliatan kalau dia emang perna Jaipong, soalnya semua gerakan yang saya kasih jatohnya terlihat tradisional kalau dia yang gerakin.

Next, Fanny. Rambut panjang oval, item manis, poni penuh. Fanny ini bisa dibilang kepaksa buat ngedance. Dia ga punya basic sama sekali. Tapi, dia mau ngikutin buat blajar, itu yang saya suka. Dia berusaha buat ngikutin gerakan2 yang kata dia susah banget. Anak kecil... banget. Jarang ngomong dan lebih pendiem dari Nurul. Ga pernah mau nanya meski dia ga ngerti.

Sarah. Diantara 8 anak yang lain, Sarah emang paling2 bongsor badannya. Mukanya paling songong, dan kadang2 suka asik sendiri kalau lagi ngedance. Tapi anak ini ga nyebelin. Dia termasuk anak yang lumayan sopan, meski caranya ga kaya Gita atau yang lain. Ngedance-nya cukup bagus juga, badannya yang semok ngedukung soalnya. Hehe

Mita. Temen si bitchi Sarah. Di behel, alisnya ngangkat, cantik tapi narinya kurang namun cukup baik karena ramah. Kalau ga ngerti dia bakal langsung nanya dan kalau ada gerakan yang dia ga bisa, dia bakal langsung minta gerakan yang lebih gampang. Sangat demokrasi.

Silvi. Masih temen dari gang bitchi2, kurang lebih sama kaya Mita, Demokrasi. Bedanya, dia ga pernah minta ganti gerakan palingan dengerin dulu pendapat orang baru ngangguk2 setuju.

Next is Agneta atau biasa dipanggil Neta. Cantik, putih, bongsor tapi manja. Dia yang attitude-nya paling amat jelek. Sama sekali ga bisa nari dan jelek banget nari-nya. But, di tengah – tengah dia mengundurkan diri karena hasil nilai TO-nya tidak memuaskan dan ibunya melarang si 
Agneta ini untuk ikut serta dalam pertunjukan seni SMP-nya.

So, datanglah newbee bernama Kiki yang sangat amat cinta sama yang namanya K-Pop. Ga heran dia cepet nangkep gerakan yang dikasih. But, she was very fussy why? Because she always complain about this, that and so on. She said “sis.., my mommy said that the costume was... blah blah blah..” -_____-. She was fun but,, eeewwwww!!

The point is... it was over. I got my money and they got what they want. I am not than naive. It was an interesting experience. I hope I can get another one. Haha. Thanks for that.


Senin, 30 Desember 2013

Rasa ke 5

Dunia itu selalu berjalan diluar nalar kita. Seperti rasa menurut sebuah film pendek .

Ya. Pria itu berkata, secara anatomi ada empat rasa yang dapat dirasakan oleh lidah kita. Manis, asin, asam dan pahit. Pria itu berusaha keras untuk mencari rasa ke lima. Rasa yang dia tidak pernah tahu dimana dia dapat menemukannya. Cukup sulit menurutnya untuk menemukan rasa kelima meski pekerjaannya adalah food taster handal.
Jika dia tidak menyerah dan berhenti mencari apa itu rasa kelima, maka dia tidak akan pernah menemukan rasa kelima. Dengan ulet dia terus mencari apa rasa kelima setelah manis, asin, asam dan pahit. Dan finally, dia pun menemukan rasa kelima. Rasa kelima ialah...

Tuhan selalu memberi kita pilihan untuk memilih rasa apa yang ingin kita coba. Tentang rasa, semua orang pasti ingin hidupnya penuh rasa. Hambar itu seperti makanan rumah sakit. Sebelumnya, mungkin hanya ada empat rasa. Setelahnya mungkin tercipta berbagai macam rasa baru yang dengan secara tidak sengaja diciptakan. Seiring berjalannya waktu yang kita tidak pernah tau dimana ujungnya, kita menemukan rasa baru seperti hambar dan kosong. Mereka adalah rasa dimana kamu tidak menemukan rasa apapun. Tapi layakkah kita memanggil mereka dengan sebutan rasa? Penyelesaiannya adalah sudut pandang kita masing – masing.

Lekukkan itu terasa nyata saat mata tertutup. Sinar mata itu terlihat jujur meski tersimpan banyak misteri dibaliknya. Sentuhan itu terasa hangat meski terkadang dingin. Semua memiliki rasa. Penglihatan, pendengaran, penciuman, dan sentuhan yang memiliki rasa tersendiri. Semua indra kita dapat merasakan rasa. Bahkan semua organ kita pun dapat merasakan rasa. Bukan hanya empat rasa yang hanya bisa lidah kita rasakan manis, asin, pahit dan asam. Tetapi, ke empat rasa yang benar – benar nyata hanya dapat lidah kita rasakan. Kamu juga terasa nyata meski terkadang tidak. Dan ternyata, rasa kelima itu adalah.... Kamu. 

Senin, 02 Desember 2013

Satu Tahun Kemarin



Satu tahun kemarin, tepatnya tanggal 1 Desember. Seseorang datang membawa boneka dan mengalungkan tas kecil Elmo yang didalamnya terdapat sebungkus chacha, butiran – butiran coklat penuh kebahagiaan bagi sebagian anak – anak. Dia memberikan tangannya yang selalu hangat dan mengajak si anak ini ke tempat paling gelap dan menakutkan.

Dia berkata “Orang dewasa itu mengajarkan kepada anak kecil untuk tidak takut apapun”. Dia bertingkah seperti orang dewasa yang sedang mengajarkan anak kecil untuk tidak takut apapun, salah satunya gelap.

Beberapa saat setelah itu, dia membawa 450 bintang dengan 8 bintang tersenyum di dalamnya. Pertanyaannya, kenapa harus 8 bintang yang dia beri gambar senyuman. Dia berkata “Angka 8 itu adalah angka yang anak kecil itu benci, jadi aku akan membuat anak kecil itu selalu tersenyum dalam keadaan yang dia benci”.

Kenangan itu memang terkadang menyenangkan terkadang juga menyebalkan. Seorang gadis pernah bertanya kepada orang dewasa yang sepenuhnya belum dewasa, “Harus kita perlakukan seperti apa sebuah kenangan?”. Dia menjawab, “Jadikan itu sebuah pengalaman bila buruk jadikan itu sebuah harta bila indah”. Dan semenjak saat itu, si Gadis memperlakukan semua kenangan buruk sebagai sebuah pengalaman dan kenangan indah sebagai harta untuk hidupnya yang mungkin suatu saat akan dia bongkar dan dia berikan kepada orang lain.
Semua memori yang terekam dengan dengan jelas tidak mungkin hilang dengan mudah. Sulit untuk melupakan sesuatu yang sudah melekat dengan ingatan. Tersimpan dan trekunci rapat di dalam brangkas penyimpangan memori di dalam otak.

Mari kita kumpulkan harta dan pengalaman sebanyak mungkin. Memperkaya diri bukan hanya dengan materi kan?!

Aku adalah Aku



Kenapa bisa merasa kesepian di tengah keramaian?

Situasi itu kembali. Situasi dimana ruangan biru menguasai perasaan yang memaksa karakter itu datang kembali. Bau tanah menyeruak menusuk pori – pori kulit dan memaksa hidung ini merasakan bau tanah yang basah karena hujan yang tiba – tiba datang. Mengapa sulit sekali menemukan potongan puzzle itu, apa memang potongan itu tidak akan pernah aku temukan?

Semuanya misteri, tidak pernah ada yang tau dimana potongan puzzle itu berada tetapi aku tidak akan lelah mencarinya hingga setidaknya aku menemukan seperempat bagian dari potongan puzzle yang hilang itu.

Saat lelah dan sedikit merasakan putus asa, ada kah orang yang bersedia meminjamkan bahunya untuk menjadi tempat dimana aku dapat melepaskan lelah setelah mencari potongan puzzle yang hilang. Saat memejamkan mata, terlihat gambar itu lagi, gambar berjalan yang telah terekam beberapa tahun kembali muncul dan indah. Indah meski tidak pernah terjadi. 

Anak perempuan itu terlihat bahagia sembari memegang tangan kedua orang dewasa di kanan dan di kirinya. Film yang indah, tetapi menyakitkan.
Apalagi saat membuka mata dan semuanya terasa nyata kembali. Sedikit seperti mimpi tetapi nyata. Seperti berada di dua dimensi yang berbeda. Antara nyata dan mimpi itu ternyata terasa sangat dekat sekarang.  Kotor, jalang dan brengsek. Itu hidup ku sekarang. Entah nyata atau tidak, aku tidak dapat membedakannya sekarang.

Sejenak terpikir pertanyaan konyol, “kenapa?”. Seringkali kalimat ini muncul, kenapa harus menanyakan pertanyaan yang sebenarnya sudah kita temukan jawabannya.
Wajah – wajah mereka terlihat kotor, jalang dan naif. Terlihat kerutan – kerutan ke-jalangan yang berusaha mereka tutupi dengan garis – garis kebaikan. Memuakkan! Mual aku melihatnya. Rasanya ingin aku muntahkan semua makanan yang telah aku telan seharian ini. 

Binatang jalang itu berkata “Heh jalang! Kau pantas mendapatkannya!”. Siapa dia, punya hak apa dia memanggilku dengan sebutan seperti itu. Punya hak apa dia berkata seperti itu kepadaku. Aku memang jalang, tapi aku adalah aku. Bukan anda ataupun mereka.

Rabu, 27 November 2013

Gadis Naif

Gadis itu terlihat polos dan naif, ya! Naif. Kenaifannya membuat semua orang terpikat kepadanya. Kepolosan seperti anak kecil yang ia ciptakan berjalan begitu saja seiring ia berjalan menyusuri waktu. Tetapi ada satu hal yang memmbuat aku tertarik mengangkat cerita tentang gadis ini, dibalik kenaifan dan kepolosannya, ia tak pernah mau menyapa atau menatapku seperti adik tingkat yang lainnya.

Ini yang membuat aku semakin penasaran kepada gadis ini, dia tak pernah mau bertegur sapa denganku, ia tak pernah mau aku masuki lingkaran itu. Lingkaran dimana ia memasukkan semua orang baru didalamya.

Siang itu hari dimana aku memakai rok panjang untuk kesekian kali ke kampus. Teriknya matahari membuat perut ini semakin berteriak bahwa ia membutuhkan asupan makanan. Akupun pergi kekantin dimana setiap mahasiswa menghabiskan sepauh waktunya untuk melahap dan menyantap beberapa makanan yang akan mengisi perut mereka. Karena semua tempat duduk penuh aku dan temanku menemukan dua orang anak baru sedang menduduki meja yang sebagian lagi kosong. Maka aku menminta dengan ramah untuk duduk di tempat itu dan dua gadis itu mengangguk. Aku tahu persis bahwa salah satu gadis yang waktu itu semeja denganku adalah anak baru itu.

Tanpa berkata apapun dan gadis itu pergi setelah menyelesaikan makanannya. Aku tidak mengerti kenapa ia begitu sombong dan judes ketika melihat wajahku, sampai saat ini. Perlakuan yang berbeda datang dari teman – temannya, mereka bersikap seperti biasa, menganggapku kakak mereka dan bersikap ramah tetapi gadis ini amat sangat membuatku penasaran, kenapa ia begitu judes dan selalu memasang wajah yang berbeda ketika melihat wajahku. Apa ia membenciku? Tetapi bila ia membenci ku, apa alasannya? Mungkin suatu hari nanti aku akan mengetahui jawabannya.


Gadis naif dan polos tapi bermuka dua. Cukup menarik perhatian.

Selasa, 26 November 2013

Surat Kecil Untuk Bapak

Surat Kecil Untuk Bapak

Apa kabar pak? Semoga bapak selalu dalam lindungan Tuhan.

Apakah bapak tau betapa sulitnya hidup kami disini? Dan apakah bapak pernah tau saya terkadang merindukan bapak meski saya sedikit membenci bapak. Maaf bila saya mempunyai perasaan seperti itu pak. Oiyah, apa bapak pernah merasa ingin memeluk ayah bapak? Atau apa bapak pernah berkhayal pergi berpiknik bersama anak bapak? Berpegangan tangan, bermain dan mengajarkan anak bapak tentang hidup. Memberi tahu anak bapak kenapa kupu – kupu bisa terbang dan bisa menjadi makhluk yang indah meski dulunya mereka hanyalah seekor ulat.
Sebenarnya apa yang ada dipikiran bapak. Kenapa bisa bapak melupakan seseorang dengan mudahnya. Meninggalkannya seperti anak kucing dipinggiran jalan. Surat ini saya tulis karena saya ingin memberi tahu bapak bahwa saya kesal berada diposisi ini, tetapi jangan takut pak, saya akan segera keluar dari lingkaran ini. Lingkaran dimana saya tidak bisa menerima jika bapak meninggalkan saya seperti kucing meninggalkan kotoran lalu menguburnya dalam – dalam.

Saya hanya ingin bapak tahu, bahwa saya sedang belajar tentang kehidupan. Meski tidak langsung tapi bapak sudah mengajarkan saya banyak pelajaran penting tentang hidup. Terimakasih pak, terimakasih banyak.


Selasa, 12 November 2013

Happy 100....

Happy 100....

Lucu ketika inget masa-masa itu. Kalau boleh minta, boleh ga balikin lagi hari itu, if only. Si Donkey emang punya cara aneh dalam lakuin sesuatu. Drama King!! :P

Setelah seharian bareng-bareng jadi pager ayu/bagus di nikahan salah satu temen kita Mr. R, dengan alesan pengen makan ramen, kita keliling-keliling bandung. Dari DU ke mana-mana tapi tu ramen ga ketemu juga. Ga maksud modus biar bisa bareng-bareng si Donkey laa emang si cupu bego jalan, apalagi kalau malem, kelar... gelap dah itu. Sebenernya sih ga laper, cuman dalam rangka menepati janji ya nganter dah tu si Cupu.

Gelang! Yup! Gelang drumsday 2011 yang seseorang janjiin bakal jadi milik si Cupu kalau dia udah bisa lakuin sesuatu. Tapi anehnya si Donkey ngotot pengen ngasih gelang yang ceritanya adalah punya dia. Dan eng ing eng... si Donkey dateng bawa kardus bekas sepatu yang ternyata berisi 100 burung origami yang.... di dalamnya terdapat gelang drumsday tersebut.
Si Donkey nyuruh si Cupu mikir kenapa itu gelang ada di dia. Karena pada dasarnya gelang itu memang punya si Cupu. Tapi kok si Donkey yang ngasih itu gelang, terlintas satu jawaban di kepala si Cupu tapi ga dia utarakan dengan alasan takut meleset.

Setelah lama nunggu-nunggu jawaban yang ga keluar-keluar, si Donkey-pun menjelaskan jikalau itu gelang memang buat si Cupu dan kenapa dia yang ngasih itu karena dia... sama sekali ga mengejutkan because si Cupu actually had been known about that. Yup, si Partner (dancer) had been told her a few time before that he has something for si Cupu.
Ngabisin waktu cuma buat bikin 100 origami, cowok?

Sehari setelah pernyataan itu si Cupu ngilang. Si Donkey kelimpungan, but time to time, the answer is opened. She and he involved in Diorama. Until now.

Rabu, 23 Oktober 2013

You Will Get What You Give

Pacar atau keluarga... pasti keluarga. Pacar atau kerjaan... pasti kerjaan. Pacar atau temen.. rata-
rata temen. Jadi dimana sebenernya posisi pacar itu sendiri?

Sebagian temen saya yang ngejalanin LDR atau Long Distance Relationship ngeluarin statement kaya gini “mending LDR-an daripada punya pacar deket tapi brasa LDR”. Statement tersebut mungkin mereka keluarkan untuk membela kondisi mereka yang emang ga bisa diapa-apain lagi.
Kemarin, malam minggu bro dan... perjalanan pulang saya dari tempat saya nglatih dance anak smp selama dua jam saya habiskan di dalam angkot yang Subhanalloh sekali yaa, puanas asli. Dan depan saya ada satu pasangan muda yang mungkin mau malam mingguan. Mereka kira-kira SMA-lah, pacaran di angkot, pegang-pegangan tangan di angkot dan.. Gosh! Kenapa saya ngliatnya lucu ya. Apalagi pas mereka turun dari angkot, tas si cewe dibawain sama si cowo-nya. Itu tas slendang loh, tas khusus cewe dan merekapun ga ngelepasin tangan mereka selepas turun dari angkot. Ya elaah neng, gan, ga akan terbang kali pacarnya. Tapi ga apa-apa, namanya juga anak SMA.

Kedua, terlihat-lah pasangan kedua. Kali ini ga lagi di angkot tapi dipinggir jalan deket SMP di Setiabudi. Pasangan anak SMP itu pacaran piggir jalan, pegangan tangan dan saling usil satu sama lain. Cowo-nya lebih pendek dari cewe-nya. Dan saya kembali senyum sendiri sambil geleng2 kepala. Lucu yaaa.

Hal-hal klasik dalam pacaran kaya nonton, foto box atau makan es krim bareng itu emang lucu. Kaya-nya harus gitu lakuin hal-hal macem itu. Ya namanya juga refreshing bu! Kalau punya pacar cuma bikin kamu ga bisa nafas dan shocking therapy terus ya ngapain? Mungkin itu salah satu fungsi pacar. Fungsi lainnya yaitu supaya kamu ga ngrasa sendirian. Wherever you go, wherever you are, you will feel that you’re not alone.  Kalau lupain temen gara2 pacar itu wajar, toh dia masih punya pacar yang pastinya ada tiap detik tiap waktu, kaya salah satu temen saya yang lupain semua temennya dan memprioritaskan pacarnya diatas segalanya, wuidih! Ngeri bos, ga apa2 pacar-nya always ON soalnya.


Tapi lain ceritanya kalau temen ga ada, pacar juga ga ada. Mati-lah! Makanya seimbangkan semuanya. Jangan terlalu memprioritaskan sesuatu secara berlebihan. Ga baik bro! Jangan biarkan diri kamu ada diposisi sendirian yang bener-bener sendirian. Sendirian yang orang2 ga bisa ada pas kamu butuhin, padahal ada pekerjaan yang kamu ga bisa lakuin sendirian. Kembali ke hakikat manusia yang ga bisa kita hindari. Manusia adalah makhluk sosial. Semandiri-mandiri-nya kamu, kamu pasti butuh pertolongan orang lain di satu kondisi. Tapi inget juga, “you will get what you give”. Kalau kamu ngasih dan bikin orang lain bahagia, Insya Allah kamu bakal dapet kebahagian juga, tapi kalau kamu ngasih luka dan kesengsaraan atau sakit hati sama orang lain, yaa kamu bisa tau sendiri apa yang bakal kamu dapet. 

Saya, Anda dan Diorama

Basic kita sama-sama pengen diperhatiin, ga heran kalau kita sama-sama manja. Anak terakhir pula. Kadang kamu merah dan saya biru. Bener-bener ga bisa ketebak. Saya udah nyoba sinkronin semuanya dari dulu, tapi hasil dari usaha saya belum bisa saya rasakan. Kenapa ya?
Sama-sama nunggu, nunggu siapa yang duluan. Lucu sih tapi lama-lama ko gitu. Kayanya kita harus rubah semua cara kita kalau kita pengen survive. Ngerubah dengan cara lakuin apa yang kita pengen dari kita masing-masing. Coba semuanya dari diri sendiri. Ga nunggu-nunggu. Kalau saling nunggu dan ga ada yang mau mulai, bakalan gini terus?

Mungkin ini emang waktu dimana semuanya terasa flat. Selalu kesel dan marah sama satu keadaan tapi ga mau ngerubah dan ga mau ngomong apa yang kita pengen. Sebenernya bukan ga mau ngrubah atau ngomong, tapi posisinya sekarang masih saling mikir. Cara apa yang paling tepat biar ga gini sikonnya.

Apa usaha yang saya coba emang nol? Emang ga ada usaha mungkin dari saya, hanya saja saya selalu merasa terus berusaha padahal saya ga pernah lakuin itu.
Mari kita coba lagi, apa kerja sama akan membuahkan hasil yang lebih baik? mari kita coba aplikasikan apa yang dinamakan hubungan. Hubungan yang akan disebut hubungan bila ada timbal balik. Mengaplikasikan ilmu yang kemarin kita dapat dari rasa sakit dan tangis yang setiap malam membanjiri bantal kita sebelum tidur. Mari kita coba lagi untuk melakukan hal-hal bodoh yang membuat hidup kita berwarna setiap harinya. Saya, hanya ingin mencoba membuat anda merasakan diorama yang endingnya tidak pernah kita ketahui.


Saya, anda dan diorama yang endingnya tidak pernah kita ketahui. 

Kamis, 17 Oktober 2013

Let's Talk About It

Si cupu ingin bebicara tentang ‘Cinta’ sekarang. Mendengar All you need is Love by The Beatles dimalam hari membuat si cupu terpikir untuk menulis sesuatu tentang... sesuatu yang klasik, cinta.

Sangatlah basi saat si cupu ini mengatakan bahwa saat cinta datang, semuanya berubah warna menjadi pink. Bunga dimana mana dan senyuman bahagia akan terlukis manis di wajahmu. Disini cinta dalam konteks apapun, entah itu orang, barang atau apapun. Seseorang yang mengaku mencintai sesuatu akan merawat sesuatu-nya itu dengan baik.

Cinta itu bukan ketika kamu mau melakukan apa saja terhadap sesuatu yang kamu ingin dapatkan atau ingin kamu miliki. Cinta yang si cupu ini tau, yaitu ketika seorang ibu mengkhawatirkan anak perempuannya yang belum juga pulang saat jam menunjukkan pukul 10 malam. Itu yang si cupu tau. Hal ini mungkin akan bertentangan dengan kamu yang mempunyai sudut pandang berbeda, absolutely!

Sudut pandang seperti apa yang kalian miliki? Cinta itu suck? Beautiful? Or... Love iis everything?

I can’t find the exactly, what the meaning is. That I know about Love is...  I can do anything for it, even I can’t, I will try to do my best. 

Ucapan Terima Kasih

Curhatan ya?! Blog ini emang tentang kehidupan si cupu ini, kalau emang ga suka ya ga usah dibaca.

Memang menulis adalah cara lain si cupu ini untuk mengungkapkan perasaan yang tidak bisa ia keluarkan lewat cara lain. Sekarang ini perasaan sedih yang tiba-tiba datang menyerang si cupu dan alhasil, air mata keluar tiba-tiba seperti biasa. Perasaan macam apa ini?!

Minggu ini benar-benar minggu yang berat, pressure dimana-mana, dua dosen yang berubah jadi demon bertanduk lima, tugas yang bertubi-tubi, dan hal lainnya. Kelas tidak bersahabat seperti biasanya, sebentar, sejak kapan kelas bersahabat! Ngaco!! Terlihat wajah-wajah yang mencibir, merendahkan dan menghina saat si cupu berbalik badan. Pintu kelas memang terbuka untuk siapa saja tapi, terasa asing jika dirasakan. Terasa cuaca asing yang benar-benar asing saat berada di kelas itu. Gumaman mereka terasa begitu kuat ditelinga saat si cupu terdiam untuk mendengar angin sejenak.

Kenapa susah untuk jadi seseorang yang dapat melakukannya sendiri. Bergantung pada orang itu benar-benar tidak baik, apalagi menjadi parasit. Itu bukan maksud si cupu untuk merepotkan dan menyita waktu seseorang, bukan itu maksudnya. She just needs a place to hide away from much stuff that make her cannot breathe except her God and her Mom. Bahkan teman dekat pun berubah jadi menyakitkan saat berucap. Keadaan yang benar-benar mendukung membuat semua situasi dan kondisi terasa tajam dan apa yang harus dilakukan? Survive! Bertahan! Ingat? Survive adalah jalan paling tepat sekarang.

Setelah menulis pasti selalu ada perasaan lega. Mengantuk, mencuci muka dan kaki, lalu menyembunyikan diri di balik selimut tebal berwarna coklat yang sudah lama tak dicuci, membaringkan badan dan pikiran yang seharian ini telah bekerja begitu keras, memejamkan mata yang akhir-akhir ini mempunyai kantung mata lebih tebal dari biasanya. Ditemani si Elmo kecil yang tak pernah menghilangkan senyum bahagia diwajahnya, tak lupa baju tua usang berwarna hijau kebiru-biruan yang tak pernah jauh dari si Elmo dan tangan pemiliknya bila tidur. Berharap tertidur pulas dan bermimpi indah malam ini agar saat sang mentari menyapa esok hari, si cupu dapat mengukir senyuman kecil yang dapat membuat dirinya tetap tersenyum menjalani hari-hari yang kasar dan jahat.

Diam bukan pilihan yang tepat, si cupu harus menjalani hari-hari seperti biasanya. Melakukan apapun yang ia mampu lakukan. Mari pejamkan mata dan berdoa supaya esok hari menjadi hari yang lebih baik dari hari ini. Meski akan menjadi hari yang lebih kasar, jahat dan berat dari hari ini tapi mari kita kita berdoa supaya esok hari kita masih tetap menari meski hujan datang.

“Terimakasih Tuhan telah memberi Ibu yang selalu memberikan senyum terbaiknya setiap hari, telah memberi saya orang-orang seperti Donkey dan yang lainnya yang telah bersedia saya ganggu dan saya repotkan dan selalu mengingatkan saya kata ‘Semangat’ saat saya lupa. Saya sangat bersyukur dan berterima kasih telah mempunyai MEREKA, terimakasih!”


Kamis, 10 Oktober 2013

Dua Paragraph

Ga ngerti pola! Pretend! Ga mau pake pola, kebanyakan dan jadi bego berada dilingkaran setan yang makin lama makin tebel. Cara keluarnya cuma satu, SURVIVE! Ga ada jalan lain selain survive. Apapun yang bakalan terjadi hari ini atau datang besok atau seterusnya, survive adalah cara terbaik. Perlahan lingkaran ini bakal menipis terus ilang dengan sendirinya.

Sekarang, demon berubah jadi angel, dan yang dulunya angel berubah jadidemon bertanduk lima. Gosh! Pressure! Dosen ini selalu ngasih pressure tiap selasa dan rabu. Ini tahun terakhir, survive dan menjadi survivor hingga hari kebebasan datang. Tekanan yang mereka beri bakal jadi sesuatu dia akhir perang ini. Bukan tidak ada perlawanan, tapi bertahan adalah cara terbaik untuk tetap bertahan hidup dilingkaran setan ini.

SEMANGAT! LULUS TEPAT PADA WAKTUNYA!!! J


Senin, 30 September 2013

Mereka Menuntut Perubahan

Mereka menuntut perubahan. Mereka melakukannya karena mereka merasa sudah habis masa mereka untuk melakukan perubahan. Menuntut para generasi untuk segera melakukan perubahan. “Negara ini sudah kebablasan!” dia berkata. “Dan kebudayaan seperti itu harus segera diubah.”

Merubah sesuatu itu tidak mudah bung, tidak semudah menulis tulisan seperti ini. Orang-orang dengan budaya yang kebablasan seperti disini mana bisa diatur dan diubah segampang anda berbicara tentang teori, konsep, metode atau sesuatu yang sama sekali tanpa action.

Hal kecil apa yang dapat para generasi ini lakukan sekarang? Hal kecil sekecil atom bahkan lebih kecil. Para generasi ingin melakukan suatu perubahan kecil hari ini, detik ini. Para generasi harus membuktikan jika kita mempunyai sensitivitas, membuktikan bahwa mereka salah terhadap kita semua.  


Minggu, 22 September 2013

20 September 2013

T.G.I.F. Thanks God It’s Friday! It should be! Harusnya kita bergembira hari ini. Yup! Emang menyenangkan, tapi hari jumat ini bener-bener penuh dengan sensasi.

Hari ini saya, upet, ameng dan mayo berencana untuk pergi berenang ke kolam renang yang letaknya ga jauh dari rumah ameng, Setiabudi. Rencana sih jam 7 caw, cuman kita rada kesiangan. Setengah 8 saya masih duduk cantik di ruang tamu rumah saya dalam rangka nunggu konfirmasi apakah jadi atau engga kita berenang. Dret dret dret, hape saya geter karena ada sms dari si jani alias si mayo yang bilang kalau dia udah ada di depan kosan upet. Saya pun segera meluncur kedepan gang untuk nunggu angkot ledeng-cimahi yang super lama tea bro. Setelah beberapa menit saya nunggu angkot yang ga nongol2 finally ada tetangga yang tak lain sepupu dari sepupu kakak ipar saya yang kebetulan mau pergi kerja dan arahnya tempat kerjannya searah sama tujuan saya, Ciwaruga!

Yes, saya pun nebeng nyampe kosan upet. Si mayo ga keliatan batang idungnya dan saya masuk kekosan upet lalu saya gedor2 pintunya. Pas dibuka, keluarlah muka yang bener2 baru buka mata dan kebangun gara2 saya gedor2 pintunya. Si upet baru bangun bro, dia bangun dan langsung ngambil air wudhu buat sholat subuh ceritanya, padahal jam dindingnya udah nunjukin pukul 8.00 pagi. Kata dia daripada ga sholat, yaudah saya ngangguk2 aja. Setelah si upet sholat subuh atau duha atau apapun itu, beresin baju buat berenang dan kita caw ke depan untuk nyamperin si mayo yang udah nunggu di kosan temennya di depan kosan upet. Tartil-lah kita ke gerlong, bertiga naek motor dan kita diturnin di pertigaan gerlong karena takut ada polisi. Pesen mayo “tunggu di Griya Setiabudi ya!” karena saya sama upet ga fokus sama intruksi tersebut, kita naek angkot setelah nyebrang. Di angkot, si mayo sms kalo kita ngelewatin Griya.

Kita berdua pun turun di depan KFC Setiabudi. Daaaaaaaaan, setelah si mayo dateng lalu nyuruh kita balik lagi ke Griya, braaaaaak! Terjadilah tabrakan antara motor dan motor depan kita, si bapak yang nabrak malah marah2 karena ga mau disalahin dan nonjok aa yang ditabraknya ampe berdarah. Lemes, gemeter, pokonya shoocking terapy sekali-lah! Setelah menyaksikan tontonan yang lumayan bikin badan lumpuh beberapa saat kita pun balik lagi ke Griya dan finally sampai di kolam. Berenanglah kita nyampe badan dan muka belang karena kepanasan.

Pulangnya kita kerumah neneknya si ameng buat minta makan, hee. Setelah puas nongkrong dirumah neneknya ameng, kita nge-baso di deket2 rumahnya. Abis itu kita berencana ke pujas Polban. Dan di daerah KPAD, daaaaaak! Ada mobil yang buka pintu tengah jalan pas macet dan kita nabrak pintunya. Si om goblok itu malah nanya ke kita maunya gimana, laaa orang lagi panik ditanya tanya. Goblok ga tuh. Mereka pun pergi tanpa pertanggung jawaban dan tangan kanannya si ameng soak alias kanget nyampe ga bisa digerakin. Karena panik, saya cuma inget nelpon si upet sama si mayo dengan tangan gemeter.


Dengan minbta bantuan anak UKM, (rebon, fakhri dan bintang) kita bisa ke kampus untuk nenangin dan nyari seseorang buat nguruut tangannya si ameng. Orang2 semuanya sibuk nyiapin acara buat para wisudawan besok dan karena masih linglung dan ga tau musti kemana dan ngapain, saya minta bantuan ucup buat nganterin saya pulang kerumah. Dan tadaaaa, saya dirumah dan masih hidup! Setengah 9 malem, saya pengen tidur dan mimpi indah. 

Hari ini bener2 huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaanjrit! Nano-nano sekali! Thanks God!