Senin, 02 Desember 2013

Aku adalah Aku



Kenapa bisa merasa kesepian di tengah keramaian?

Situasi itu kembali. Situasi dimana ruangan biru menguasai perasaan yang memaksa karakter itu datang kembali. Bau tanah menyeruak menusuk pori – pori kulit dan memaksa hidung ini merasakan bau tanah yang basah karena hujan yang tiba – tiba datang. Mengapa sulit sekali menemukan potongan puzzle itu, apa memang potongan itu tidak akan pernah aku temukan?

Semuanya misteri, tidak pernah ada yang tau dimana potongan puzzle itu berada tetapi aku tidak akan lelah mencarinya hingga setidaknya aku menemukan seperempat bagian dari potongan puzzle yang hilang itu.

Saat lelah dan sedikit merasakan putus asa, ada kah orang yang bersedia meminjamkan bahunya untuk menjadi tempat dimana aku dapat melepaskan lelah setelah mencari potongan puzzle yang hilang. Saat memejamkan mata, terlihat gambar itu lagi, gambar berjalan yang telah terekam beberapa tahun kembali muncul dan indah. Indah meski tidak pernah terjadi. 

Anak perempuan itu terlihat bahagia sembari memegang tangan kedua orang dewasa di kanan dan di kirinya. Film yang indah, tetapi menyakitkan.
Apalagi saat membuka mata dan semuanya terasa nyata kembali. Sedikit seperti mimpi tetapi nyata. Seperti berada di dua dimensi yang berbeda. Antara nyata dan mimpi itu ternyata terasa sangat dekat sekarang.  Kotor, jalang dan brengsek. Itu hidup ku sekarang. Entah nyata atau tidak, aku tidak dapat membedakannya sekarang.

Sejenak terpikir pertanyaan konyol, “kenapa?”. Seringkali kalimat ini muncul, kenapa harus menanyakan pertanyaan yang sebenarnya sudah kita temukan jawabannya.
Wajah – wajah mereka terlihat kotor, jalang dan naif. Terlihat kerutan – kerutan ke-jalangan yang berusaha mereka tutupi dengan garis – garis kebaikan. Memuakkan! Mual aku melihatnya. Rasanya ingin aku muntahkan semua makanan yang telah aku telan seharian ini. 

Binatang jalang itu berkata “Heh jalang! Kau pantas mendapatkannya!”. Siapa dia, punya hak apa dia memanggilku dengan sebutan seperti itu. Punya hak apa dia berkata seperti itu kepadaku. Aku memang jalang, tapi aku adalah aku. Bukan anda ataupun mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar