Aku tidur dalam kebingungan dan bangun dalam ketidakpastian.
Arah yang dulu terlihat jelas kini semakin buram tertelan asap yang semakin hari semakin tebal.
Aku menghilang sejenak, tenggelam dalam kebingungan dan semua pertanyaan-pertanyaan konyol
Aku punya jawaban atas semua pertanyaan-pertanyaan itu, hanya saja tidak
satu orang pun dapat membantuku menjawab satu pertanyaan
"bagaimana?"
Takut. aku tidur dalam ketakutan, aku makan dalam ketakutan dan hidup dalam ketakutan setiap saat.
Dia menyerangku setiap waktu. Dia tidak berhenti memburuku. Entah bagaimana aku bisa keluar dari siksaan ini.
hah.. bicara apa aku ini, aku hanya bicara omong kosong setiap saat
tanpa mencoba membuktikan bahwa aku punya keberanian untuk keluar dari
zona menyebalkan ini.
Mencoba merangkai kalimat-kalimat indah agar seseorang mengerti semua yang aku keluhkan tentang dunia.
Aku tak sedikitpun berhenti mengeluh. mengeluhkan hal yang semua orang
mengalaminya. sedikit menyebalkan ketika tau beberapa orang hanya
menjadikan hal seperti ini bagian yang sangat kecil dan tidak penting.
Sedangkan aku selalu menjadikan semuanya panggung yang harus di
tampilkan dengan akting yang hyperbole dan penuh dengan gairah akan hidup yang orang lain bahkan tidak peduli.
Aku akan
berhenti bicara omong kosong bila kebahagiaan datang menghampiriku. tapi
dia salah besar,
kebahagiaan tidak datang dengan sendirinya. Kebahagiaan tentunya datang
berdasarkan rasa kebersyukuran kita terhadap semua yang Tuhan beri pada
kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar