Jumat, 15 Januari 2016

Peperangan Bagian Kesekian

Suatu hari nanti akan aku kumpulkan semua kegelisahan yang telah aku alami di alam semesta ini. akan aku masukan mereka kedalam kotak kenangan yang sesekali akan aku buka untuk mengingat kembali bagaimana semua proses ini bisa membetukku menjadi seperti ini. menjadi aku yang semua orang acuhkan dan tak didengar.

Untuk pertama kalinya aku ingin mengubur diriku hidup-hidup dan melupakan semua yang ada di semesta ini. melupakan mereka yang tersenyum nyinyir dan berkata semua tidak mungkin. Aku bisa saja menutup mata dan telingaku. Ini hidupku, kenapa mereka merasa terganggu atas hidup orang lain. Tapi, kenapa aku terkadang terganggu mendengar mereka menyinyir seperti anjing yang lapar akan daging kemunafikan dunia.

Biarkan anjing-anjing itu meggonggong sesuka mereka. Aku tidak akan sedikitpun membalas anjing-anjing itu dengan memberi makanan yang sudah aku beri racun. Tapi aku akan menari dan menyanyi dalam diam. Buan bearti aku kalah tapi aku akan mengalah untuk memenangkan pertarungan ini. tidak akan pernah sekalipun aku keluarkan bendera putih pertanda perdamaian. Aku akan angkat senjataku dalam diam, tidak akan ada gencatan senjata terkecuali mereka sendiri yang menurunkan senjata mereka.


Aku akan menyiapkan perbekalan untuk keluar dari peperangan tak berguna ini. bukan melarikan diri tapi untuk memenangkan peperangan ini dengan caraku. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar