Rabu, 23 Januari 2013

Antara mendengarkan dan didengarkan


Antara mendengarkan dan didengarkan

Banyak orang ingin di dengarkan, tapi apakah dia sudah menjadi pendengar yang baik?

Salah satu cara untuk didengar adalah kita mendengarkan. Seseorang berkata “orang bijak itu adalah orang banyak mendengarkan daripada berbicara”.Itu membuktikan bahwa mendengar itu lebih penting daripada banyak bicara. Kebanyakan orang ingin didengarkan dan terkadang tidak mau mendengar.Berpura-pura menutup mata dan telinga. Seolah tidak mementingkan apa yang ia dengar. Tetapi apa yang terjadi bila ia yang sedang butuh telinga orang lain? Orang lain harus membuka telinga mereka lebar lebar untuknya. Sangat sangat egois. Orang yang peka akan membaca tanpa bertanya, tapi bagaimana caranya bisa peka?!



“Bermimpilah sesukamu”


“Bermimpilah sesukamu”

Itulah yang ingin Si Tengil sampaikan kepada sang anak petani ketika sang anak petani mengeluh tentang hidupnya. Apalah daya si tengil hanya bisa diam dan menyimpannya dalam hati sambil berpikir bagaimana cara menyampaikannya. Secara logika impian sang anak petani memang terasa tak mungkin untuk diwujudkan. Memutar balikan waktu mengembalikannya ke waktu dimana dia bisa tertawa sambil menggemgam tangan orang dewasa berjalan di suatu tempat yang indah dan mendapatkan apa yang dia inginkan. Namun si tengil telah berjanji bahwa dia akan berusaha untuk memenuhi setiap keinginan dari si anak petani.

Lalu si tengil mendapatkan ide untuk mewujudkan impian sang anak petani. Mengajaknya berjalan sambil menuntun tangannya di tempat yang tidak begitu indah, bertingkah seperti orang dewasa pada sang anak petani, membekalinya dengan tas kecil berisi makanan favoritnya dan memberi sebuah benda yang mengingatkan sang anak petani tentang masa kecil yang ia idamkan. Memang sangat jauh dari apa yang dibayangkan. Tapi si tengil hanya ingin sang anak petani tahu bahwa jangan takut untuk mewujudkan impianmu karena mewujudkan impian sang anak petani adalah impian terbesar dari si tengil.
Laboratorium Telematika, 29 November 2012
                                                                                                                 

                                                                                                  Si Tengil

12 Oct 2012



Bapak berkepala botak itu terus berbicara secara perlahan dan nadanya bicara membuat orang – orang mengantuk semakin tenggelam dalam kantuknya. Orang – orang itu membuat seseorang tertawa sinis. 

Mereka menganggap diri mereka paling benar, tapi sebenarnya tidak. Bersikap baik supaya dianggap baik oleh orang lain. Itu sangat busuk dan menjijikan. Saat mereka bersikap seperti itu, mereka terlihat seperti unta yang kelaparan dan kehausan. Lihat wajah – wajah itu.

Menutup mata dan telinga seolah olah mereka tidak ada. Itu sangatlah perbuatan yang salah. Menganggap orang lain lebih rendah dari kita, that’s so lame! Seseorang berkata “hiduplah sebaik – baiknya se akan akan kau akan mati esok hari”  

Tulisan ini datang saat translation berlangsung...

Kamis, 17 Januari 2013

Keledai Tengil Bab Sekian


Takut jatuh, mungkin itu sedikit cocok, tapi sayangnya semua sudah terlambat, si keledai tengil sudah berhasil membuat anak petani merasakan ketakutan akan perasaannya sendiri. Antara takut dan aneh telah menemukan orang yang menyebalkan seperti keledai tengil. Tak dapat di pungkiri, anak petani menyayangi keledai tengil itu dengan perasaan lega sedikit takut. Apa yang dipikirkan anak petani sedikit terdengar konyol karena dia masih saja merasa takut akan sesuatu yang belum pasti terjadi. “tolong sedikit mengerti apa yang saya rasakan kepada anda, ini memang aneh tapi inilah yang saya rasakan sesungguhnya. Maaf jika saya masih saja belum dapat menerima anda dengan label yang saya tidak pernah tau apa tujuannya.”

“Hei keledai bodoh! Tanggung jawab!! “ anak petani minta pertanggung jawaban keledai tengil. “pertanggung jawaban atas apa?” keledai tengil menjawab. Tak ada kata lain selain konyol. Dan anak petani hanya menjawab dengan senyuman. Maaf dan terimakasih,
Untuk kesekian kali keledai tengil bertanya pada anak petani, “kangen ga?”. Tapi anak petani hanya tersenyum dan tidak mau menjawab pertanyaan itu. Memang bodoh karena anak petani tidak bisa mengatakan apa yang ia ingin katakan. Anak petani pikir, sesuatu yang disebut sayang itu memang sulit untuk dikatakan tapi mudah untuk lakukan. Ya, anak petani percaya bahwa semuanya akan menjadi nyata dengan adanya seseorang yang bisa membuatnya tidak takut menjadi pemimpi seperti kata kugi di film perahu kertas. Tapi apakah seseorang itu adalah keledai tengil? Anak petani dan semua orang disekitar anak petani tak pernah tau ending apa yang akan terjadi. Ending dari semua ending.

Dan untuk kedua kalinya si anak petani meneteskan air matanya untuk sesuatu yang ia sendiri tidak mengerti. Air mata apa ini.... dia bertanya – tanya kenapa ia menulis semua ini. Senang sekaligus takut. Semua yang ditulis disini tidak tuntas dan susah dimengerti oleh pembaca.

“Ya, saya juga menyayangi anda keledai tengil!” itu hal yang ingin anak petani katakan, tapi tidak bisa terucapkan karena terasa berat dan aneh bagi si anak petani. Anak petani tidak terbiasa mengucapkan kalimat – kalimat seperti itu. Ingin rasanya anak petani mengatakan pada semua orang bahwa ia bodoh dalam hal ini, ia benar – benar tidak tau cara memperlakukan sesuatu yang semacam ini. Hal – hal semacam sayang, sedih atau bahagia, semuanya hanya bisa ia gambarkan menjadi satu kata yaitu “ketus”. Dapatkah ia merubahnya? Merubah caranya memperlihatkan rasa sayang pada orang lain dengan benar? Mungkin anak petani tidak perlu untuk merubah itu semua karena inilah cara anak petani, bukan orang lain. Bukankah saat menyayangi seseorang kita harusnya menjadi diri kita sendiri. Yaa, itu benar sekali! Menjadi diri sendiri saat kita  menyayangi orang lain itu berarti sesuatu yang murni bukan? Tapi apakah anak petani menjadi dirinya sendiri saat ia mengaku menyayangi keledai tengil... anak petani belum mengetahuinya. Ia masih mencari apakah yang ia rasakan dan lakukan pada keledai tengil benar adanya. Yang anak petani pikirkan sekarang hanyalah pertanyaan – pertanyaan kenapa ia melakukan semua ini. Hanya itu. Mencari – cari sesuatu yang sebenarnya sudah ada itu lebih sulit  daripada mencari – cari sesuatu yang memang tidak atau belum ada.

Rabu, 09 Januari 2013

Bacaan macam apa ini...


Lagi, ketakutan itu datang lagi. Ketakutan yang terus menerus berlalu lalang, dia enggan untuk mengistirahatkan dirinya bahkan untuk sekedar membiarkan orang ini bernafas. Kejam, benar benar kejam. Tolong beri kesempatan orang ini untuk menghela nafasnya, sebentar saja. Bagaimana ini..., keluarkan orang ini dari ketakutan yang nampaknya masih ingin tinggal lebih lama. Ketakutan akan sesuatu yang tidak jelas. Ketakutan akan sesuatu yang tidak pasti dan belum terjadi. Ketakutan yang akan sesuatu yang tolol dan konyol.

Lama – lama orang ini akan membunuh dirinya sendiri dengan ketakutannya. Siapa yang dapat menolongnya? Hanya dia sendiri yang mampu membuat dirinya merasa hidup tenang tanpa ditemani ketakutan – ketakutan bodoh.

Kata takut itu klasik. Tapi sangat berbahaya dan menyebalkan. Dia dapat membunuh orang tanpa bertindak apa – apa. Lucu bukan kedengarannya?! Terus menerus merasa miris dan menyedihkan. Situasi macam apa ini. Ini sedikit berlebihan, karena orang ini terus menerus merasa takut. “Jangan sebut kata itu lagi!” Kata itu membuat orang ini tidak bisa berpikir jernih.

Bagaimana cara mempertahankan apa yang sudah kita punya? Bagaimana cara tau sesuatu itu murni? Bagaimana cara mempercayai sesuatu yang tidak kita lihat? Sebenarnya orang ini tau jawaban dari semua pertanyaan itu. Tapi apa yang membuat dia tidak bisa berpikir? Apapun itu, orang ini juga sebenarnya tau jawabanya. Konyol bukan? Mempertanyakan sesuatu yang sebenarnya sudah kita ketahui jawabannya.

“kajimaaa...” dalam bahasa indonesia artinya jangan pergi.

Jangan pernah membiarkan seseorang yang menyayangimu merasa lelah dan pergi meninggalkanmu. Saat situasi tolol itu datang, dia akan mempertemukan mu dengan penyesalan, sering kan kau mendengar kata itu. Banyak itu dan ini. Bisakah kau meyebutkan apa yang ingin benar – benar kau sampaikan? Banyak kata kata tapi susah untuk mengungkapkan kebenaran atas apa yang kau alami dan rasakan. Apa yang membuatnya susah? Situasikah? Mulutmukah? Atau sesuatu yang lain yang lebih sulit untuk dikatakan bahkan dipikirkan.

Saya tidak menyukai perpisahan. Saya amat tidak menyukai itu. Kata – kata perpisahan itu terdengar minor, tetapi adakah kalimat atau kata perpisahan yang terdengar sedikit mayor? Bukankah nada minor lebih indah dan mempunyai rasa tersendiri saat didengarkan? Seseorang bilang, “nada minor itu terdengar lebih miris dan menarik” benar mungkin. Persepsi dan asumsi orang – orang itu berbeda.
Artikel macam apa ini, orang – orang macam apa yang mau membaca bacaan yang tidak jelas ini.

Senin, 07 Januari 2013

Question in my head


8 oct 2012

Ibu itu terus bertanya, “what is the text?”

Jadi text itu adalah kumpulan kalimat yang mempunyai struktur. Apa yang membuat teks bervariasi? Struktur, the purpose of the writer. Sama seperti kita, apa tujuan kita menuliskan teks diatas kertas kosong yang baru? Pasti ada tujuannya, untuk menyampaikan pesankah? Tapi pesan apakah yang akan kita sampaikan? Untuk siapa pesan itu kita buat?.

Question in my head! Banyak sekali pertanyaan – pertanyaan yang muncul dari kepala bodoh ini. Dari pertanyaan konyol hingga pertanyaan bodo tak bermakna, tak ada bedanya bukan?!
Tujuanya, kau harus bisa menulis kesimpulan atas apa yang sudah kau tulis. Give me the sign! The way! Cara bagaimana kau bisa tahu apa tujuanmu disini dan menulis semua pesan ini.
Tulisan ini saya buat ketika ibu reading itu terus memaksa pikiran saya berpikir meski pikiran saya sudah tidak mau berpikir lagi.

Sesuatu yang tidak suka Saya sebut


Menulis apa yang tidak ingin kita tulis, pemaksaan itu namanya, tapi itu brain storming istilahnya. Dipaksa untuk mengeluarkan apa yang kita pikirkan dengan waktu yang sudah di tentukan. Menyenangkan sekaligus menyebalkan. Kita hanya bisa fokus bila pikiran kita sedang tidak memikirkan hal yang rumit, tapi apa yang akan terjadi bila dipikiran kita sedang berlalu lalang hal yang sama sekali tidak mau diam bahkan duduk sebentar untuk tidak menghalangi pemikiran pemikiran lain masuk. Itu sangat menyebalkan, sangat sangat menyebalkan. Tidak dapat fokus karna sesuatu yang menyenangkan sekaligus menyebalkan. Dua hal yang kompleks dan cukup rumit untuk dipisahkan dan di istirahatkan. Sesuatu itu akan datang bila tidak di sengaja, seperti sesuatu yang selalu datang tanpa di undang... kita sebut saja sesuatu itu perasaan yang kompleks, perasaan yang menyenangkan sekaligus menyenangkan. Saya tidak suka menyebut sesuatu itu dengan namanya karna itu sedikit aneh dan.... aneh!

Semua orang mengagungkan sesuatu itu, dalam lagu, dalam cerita, dalam kehidupan mereka dan lainnya. Sesuatu itu bisa membuat seseorang gila dan tidak tau siapa dirinya sendiri. Bahkan seseorang bisa melakukan apa saja demi sesuatu itu. Tapi apakah benar orang – orang melakukannya untuk sesuatu itu? Atas dasar apa mereka mengatasnamakan semua yang mereka lakukan untuk orang lain dengan nama sesuatu itu. Ini cukup aneh karna saya tidak mau menyebut hal itu dengan lantang dan bersikap biasa dengan sesuatu itu. Apa yang menjadi daya tarik sesuatu itu hingga dapat membuat orang – orang buta dan gila bahkan tolol dibuatnya? Itu yang membuat saya penasaran, sangat sangat penasaran. Penasaran akan sesuatu yang mungkin tidak akan pernah ada orang yang bias menjawab alasan sesuatu itu bias sangat membuat orang ketergantungan, melebihi drugs, rokok dan hal – hal lainnya yang mengandung zat adiktif atau benda – benda yang dapat membuat seseorang ketagihan karenanya.

Saya menyukai sesuatu yang membuat orang – orang penasaran termasuk saya sendiri. Mempertanyakan hal – hal yang jawabannya susah untuk ditemukan, menarik bukan?! Tapi hal ini dapat membantu saya untuk tidak cepat bosan akan suatu kondisi atau situasi. Karena bila sesuatu bernama jenuh menghampiri saya, itu sangatlah menyebalkan. Semua orang pasti suka bahkan sering bertemu dengan kejenuhan yang menyebalkan. Rasanya seperti ingin membunuh semua pikiran – pikiranmu dan membakarnya menjadi butiran – butiran atom yang bahkan tidak bisa di hirup oleh semut sekalipun.

Kembali ke sesuatu yang saya tidak pernah mau menyebukan namanya, sesuatu itu membuat saya terus bertanya kenapa dan kenapa seseorang bisa begini atau begitu karena terperangkap atau mungkin memerangkapkan diri kedalam sesuatu itu.

Oia, pertanyaan selanjutnya “apakah sesuatu itu akan bosan dan meninggalkan orang – orang dengan cara yang menyedihkan?!”. Happy ending itu hanya ada dalam dongeng anak kecil pengantar sebelum mereka tidur, yang bahkan saya tidak pernah mendengarnya ketika kecil. Miris ketika kau tau sesuatu itu datang dan menjeratmu dalam ketidaktauan dan kondisi polos serta ketakutan. Takut akan sesuatu yang belum pasti terjadi itu…. Konyol!! “…. Can be so boring” salah satu lyric lagu yang menceritakan tentang sesuatu itu (Best I ever had – Vertical Horizon). Is it? Coba bantu saya menemukan jawaban atas sesuatu yang tidak ada jawabannya. Berhenti merasa penasaran itu melegakan tapi sedikit membosankan. Tidak ada yang salah dengan asumsi dan pemikiran seseorang. Setiap orang bebas mengungkapkan apa yang mereka rasakan bukan? Tidak adayang salah dalam hidup, pola pikir merekalah yang kadang – kadang buntu karena apa yang mereka lakukan tidak berdasarkan nama sesuatu itu. Memang bagaimana kita bisa tau? Bantu saya menemukan caranya. Cara bagaimana saya tau sesuatu itu murni dan tulus. Semurni dan setulus mata anak kecil yang hidup tapi tidak memikirkan hidup.  

Inspiration : UAS Writing 2 in the morning