Mata ini lelah tetapi jari ini terus bergerak tak
bersyarat. Mendengar seorang teman bercerita tentang kisahnya yang tak begitu
menyedihkan bagiku tapi, cukup menyakitkan baginya. Semua kisah pasti akan
berakhir, entah berakhir bahagia sebagai pasangan ataupun berakhir bahagia
sebagai teman biasa. Kita hanya perlu menyikapinya secara pantas dan bijaksana.
Seperti perkataan
teman lainnya, “setiap orang datang dan pergi, hanya yang terbaik yang
bertahan”. Ini soal siapa yang akan menemani hidupmu sampai akhir hayat. Dia
yang akan menjadi matahari di siang harimu, dia yang akan menjadi bulan dimalam
harimu, dan dia yang akan menjadi selimut di saat kau tertidur. Dia juga yang
akan menjadi payung disaat kau kehujanan dan dia pula yang akan menjadi pohon
tempat kau bersandar dan berteduh di saat panas.
Aku, disini
menunggu kamu yang sedang dalam perjalanan dikirim oleh Tuhan untuk menjadi
semua yang aku butuhkan. Dimanapun kamu berada, seberapa jauh jarak kamu dan
aku, pada waktunya tiba kita akan sedekat urat nadi yang tak akan pernah
terpisahkan kecuali bila Tuhan berkehendak.
Selamat malam
untuk setiap hati yang patah, mari kita nikmati rasa sakit yang menyenangkan
ini. Dari aku, si Anak Petani yang mencoba bangkit dari kemati-suri-an.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar