Dunia itu selalu berjalan diluar nalar kita.
Seperti rasa menurut sebuah film pendek .
Ya. Pria itu berkata, secara anatomi ada
empat rasa yang dapat dirasakan oleh lidah kita. Manis, asin, asam dan pahit. Pria
itu berusaha keras untuk mencari rasa ke lima. Rasa yang dia tidak pernah tahu
dimana dia dapat menemukannya. Cukup sulit menurutnya untuk menemukan rasa
kelima meski pekerjaannya adalah food taster handal.
Jika dia tidak menyerah dan berhenti mencari
apa itu rasa kelima, maka dia tidak akan pernah menemukan rasa kelima. Dengan
ulet dia terus mencari apa rasa kelima setelah manis, asin, asam dan pahit. Dan
finally, dia pun menemukan rasa kelima. Rasa kelima ialah...
Tuhan selalu memberi kita pilihan untuk
memilih rasa apa yang ingin kita coba. Tentang rasa, semua orang pasti ingin
hidupnya penuh rasa. Hambar itu seperti makanan rumah sakit. Sebelumnya,
mungkin hanya ada empat rasa. Setelahnya mungkin tercipta berbagai macam rasa
baru yang dengan secara tidak sengaja diciptakan. Seiring berjalannya waktu
yang kita tidak pernah tau dimana ujungnya, kita menemukan rasa baru seperti
hambar dan kosong. Mereka adalah rasa dimana kamu tidak menemukan rasa apapun.
Tapi layakkah kita memanggil mereka dengan sebutan rasa? Penyelesaiannya adalah
sudut pandang kita masing – masing.
Lekukkan itu terasa nyata saat mata tertutup.
Sinar mata itu terlihat jujur meski tersimpan banyak misteri dibaliknya.
Sentuhan itu terasa hangat meski terkadang dingin. Semua memiliki rasa. Penglihatan,
pendengaran, penciuman, dan sentuhan yang memiliki rasa tersendiri. Semua indra
kita dapat merasakan rasa. Bahkan semua organ kita pun dapat merasakan rasa.
Bukan hanya empat rasa yang hanya bisa lidah kita rasakan manis, asin, pahit
dan asam. Tetapi, ke empat rasa yang benar – benar nyata hanya dapat lidah kita
rasakan. Kamu juga terasa nyata meski terkadang tidak. Dan ternyata, rasa
kelima itu adalah.... Kamu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar