Kamis, 17 Oktober 2013

Ucapan Terima Kasih

Curhatan ya?! Blog ini emang tentang kehidupan si cupu ini, kalau emang ga suka ya ga usah dibaca.

Memang menulis adalah cara lain si cupu ini untuk mengungkapkan perasaan yang tidak bisa ia keluarkan lewat cara lain. Sekarang ini perasaan sedih yang tiba-tiba datang menyerang si cupu dan alhasil, air mata keluar tiba-tiba seperti biasa. Perasaan macam apa ini?!

Minggu ini benar-benar minggu yang berat, pressure dimana-mana, dua dosen yang berubah jadi demon bertanduk lima, tugas yang bertubi-tubi, dan hal lainnya. Kelas tidak bersahabat seperti biasanya, sebentar, sejak kapan kelas bersahabat! Ngaco!! Terlihat wajah-wajah yang mencibir, merendahkan dan menghina saat si cupu berbalik badan. Pintu kelas memang terbuka untuk siapa saja tapi, terasa asing jika dirasakan. Terasa cuaca asing yang benar-benar asing saat berada di kelas itu. Gumaman mereka terasa begitu kuat ditelinga saat si cupu terdiam untuk mendengar angin sejenak.

Kenapa susah untuk jadi seseorang yang dapat melakukannya sendiri. Bergantung pada orang itu benar-benar tidak baik, apalagi menjadi parasit. Itu bukan maksud si cupu untuk merepotkan dan menyita waktu seseorang, bukan itu maksudnya. She just needs a place to hide away from much stuff that make her cannot breathe except her God and her Mom. Bahkan teman dekat pun berubah jadi menyakitkan saat berucap. Keadaan yang benar-benar mendukung membuat semua situasi dan kondisi terasa tajam dan apa yang harus dilakukan? Survive! Bertahan! Ingat? Survive adalah jalan paling tepat sekarang.

Setelah menulis pasti selalu ada perasaan lega. Mengantuk, mencuci muka dan kaki, lalu menyembunyikan diri di balik selimut tebal berwarna coklat yang sudah lama tak dicuci, membaringkan badan dan pikiran yang seharian ini telah bekerja begitu keras, memejamkan mata yang akhir-akhir ini mempunyai kantung mata lebih tebal dari biasanya. Ditemani si Elmo kecil yang tak pernah menghilangkan senyum bahagia diwajahnya, tak lupa baju tua usang berwarna hijau kebiru-biruan yang tak pernah jauh dari si Elmo dan tangan pemiliknya bila tidur. Berharap tertidur pulas dan bermimpi indah malam ini agar saat sang mentari menyapa esok hari, si cupu dapat mengukir senyuman kecil yang dapat membuat dirinya tetap tersenyum menjalani hari-hari yang kasar dan jahat.

Diam bukan pilihan yang tepat, si cupu harus menjalani hari-hari seperti biasanya. Melakukan apapun yang ia mampu lakukan. Mari pejamkan mata dan berdoa supaya esok hari menjadi hari yang lebih baik dari hari ini. Meski akan menjadi hari yang lebih kasar, jahat dan berat dari hari ini tapi mari kita kita berdoa supaya esok hari kita masih tetap menari meski hujan datang.

“Terimakasih Tuhan telah memberi Ibu yang selalu memberikan senyum terbaiknya setiap hari, telah memberi saya orang-orang seperti Donkey dan yang lainnya yang telah bersedia saya ganggu dan saya repotkan dan selalu mengingatkan saya kata ‘Semangat’ saat saya lupa. Saya sangat bersyukur dan berterima kasih telah mempunyai MEREKA, terimakasih!”


Tidak ada komentar:

Posting Komentar