Tidak begitu mengejutkan, semester 4 ini
nilai ipk saya turu 0.02. Apa ini karena saya yang tidak bisa fokus terhadap
sesuatu? Laki –laki. Ya, alasan yang konyol memang. Saya jadi teringat Tomi,
teman SMP saya dulu. Pendek dan sederhana, itulah dia (maaf bila sedikit
menyinggung). Beberapa hari menjelang Ujian Nasional Tomi meminta ijin untuk
jadian sama saya. Sedikit trippy karena saya selalu menerima orang yang
menyatakan perasaannya kepada saya tanpa berpikir terlebih dahulu. Tapi
wajarlah bila saat SMP saya sering sekali melakukan hal – hal konyol semacam
itu. Dan seminggu setelah saya menerima Tomi sebagai... ya anak SMP bilang itu
pacar, saya memutuskan Tomi dengan alasan yang mungkin sangat konyol bagi orang
dewasa (mungkin) yaitu dengan alasan saya ingin belajar untuk menghadapi Ujian
Nasional dan tidak mau ada yang mengganggu. Cukup konyol bukan?
Dalam hubungan keterbukaan, kejujuran, dan
komunikasi itu memang salah satu elemen yang cukup penting bagi setiap
pasangan. Akan tetapi banyak orang juga yang bilang bahwa terkadang kejujuran
dan keterbukaan akan membawa malapetaka. Bagi sebagian orang juga mengatakan
itu lebih gampang daripada melakukan, mtetapi ada sebagian hal juga yang lebih
gampang dilakukan daripada dikatakan.
Untuk saling mengerti juga dibutuhkan sesuatu
seperti chemistry atau perasaan saling menghargai satu sama lain. Contohnya
seperti “saya menyayangi anda, dan saya sangat takut kehilangan anda” kalimat
tersebut mungkin sulit dikatakan bagi sebagian orang dan mereka hanya bisa mengungkapkannya
dengan cara lain seperti marah, cuek, ketus, atau mungkin benci. Oarnag – oarng
seperti itu bukan bodoh, mereka mungkin tidak tau cara yang tepat untuk
mengungkapkannya dengan benar. Atau mungkin juga mereka mempunyai caranya
sendiri untuk mengungkapkan perasaannya.
Saya, anda, dan mereka, kita mempunyai cara
kita masing - masing untuk menyayangi orang yang kita kasihi. Sabar, berdoa, dan berusahalah untuk selalu
belajar dari apapun. Semua cerita pasti mempunyai ending, setiap makhluk yang
hidup pasti akan mati. Teresenyum dan syukuri. Sadarilah, masih banyak orang
yang mengasihi kita diluar sana dengan hati mreka yang tulus. Saya, anda, dan
mereka. Hidup dan mati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar