Bosan, Dan tidak ada hal yang dapat saya
lakukan selain menulis untuk membunuh waktu. Meski mungkin menulis bukan salah
satu keahlian saya, tapi saya senang melakukannya. Jenuh dengan semua yang saya
lakukan. Benar – benar menyebalkan! Hujanpun turun seakan tau bahwa nona ini
sedang kesepian. Hujan mungkin datang untuk menemani Nona yang sedari tadi
bingung ingin mencari cara untuk membunuh waktu.
Apa ini memang harus benar – benar diakhiri?
Nona hanya gerah dengan semua kekonyolan ini. Ayolah! Kenapa jarum jam itu lama
sekali. Maaf matahari, kemarin Nona ingin sekali melihat sinarmu yang mungkin
bisa membuat Nona sedikit tersenyum tapi kau benar – benar menghilang siang
ini.
Haaaaaaaaaaaahhhh MENYEBALKAN!! I HATE THIS
WEEKEND!!!!!
‘hei nona, kenapa kau selalu marah?’ tanya seseorang.
Nona masih tidak bergeming dari duduknya dan tidak ia jawab pertanyaan yang
diarahkan padanya. ‘bisakah kau tersenyum sedikit untuk menarik otot – otot
mukamu agar kau terlihat lebih ceria?’. Nona masih diam, dia terhanyut dalam
khayalannya yang belum juga usai. Dilihatnya wajah itu dengan seksama, dia
hanya melihat kemarahan, kebosanan, dan harapan.
Harapan agar orang yang sedang ia lihat untuk
menjadi orang yang lebih baik. Dia tidak ingin mati dalam kejenuhan dan
kemarahan yang tak pernah hilang dari hidupnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar