"Ya, saya memang seorang bodoh dan jalang!!!
Saya tak pernah bisa mengendalikan dan menunjukan perasaan saya secara benar.
Itulah kekurangan saya yang belum bisa saya tutupi atau orang lain tutupi. Orang itu berkata dia akan mencoba menutupi kekurangan saya, dia pikir dia
siapa? Memangnya dia bisa menutupi kekurangan saya yang sangat amat banyak
sekali? Memangnya dia mau berurusan dengan jalang bodoh seperti saya? Lihat,
keluar dari bayang – bayang seseorang yang pernah dia cintapun belum bisa dia
lakukan. Mengaku telah melupakan seseorang yang dia sayang selama beberapa
tahun itu kebohongan yang sangat besar, bagaimana bisa seseorang melupakan
seseorang yang dia sayang sekian tahun seperti itu."
"Ya.., dia tidak bilang dia akan pergi esok,
makanya saya ingin segera beranjak dari tempat itu tadi. Jika saya tahu dia
akan pergi besok, saya akan duduk lebih lama disana tadi. Kecupan manis tadi
mungkin kecupan terakhir sebelum dia pergi, meski tidak akan lama tapi pasti
akan terasa lama."
"Bersikap dewasa dan mengalah mungkin harus
saya lakukan sesekali, dan saya melakukannya malam ini. Saya mencoba meredam
ego itu malam ini, mengalahkan semua ego dengan sebuah perasaan khawatir dan
lainnya, dan apa yang rasakan ketika melakukan ini, lega sedikit aneh! Seperti
biasa."
"Dan kalian tau? Rasa takut itu kembali
datang. Takut jatuh. Ini yang paling saya benci, saya memang sering terjatuh
tapi saya malas berurusan dengan hal bernama cinta yang pastinya akan menyiksa
setiap dia datang atau pergi tanpa diundang."
Itulah kenapa saya tidak pernah mempercayai
jika seseorang dapat memenuhi hatinya tanpa menyelipkan hati yang lain. Mungkin
ini egois ketika kau menginginkan seseorang memenuhi hatinya dengan namamu sedangkan
kau sendiri belum bisa menempatkan namanya di dalam hatimu sepenuhnya. Namanya
bahkan jarang saya tuliskan dalam diary saya, itu sangat jahat bukan? Berbeda
saat saya mengagumi seorang arogan man yang namanya tidak terhitung saya tulis
dalam diary saya. Tapi balasan apa yang saya dapat ketika saya menyimpan
perasaan – perasaan itu, tidak ada sama sekali. Malah rasa sakit yang saya
dapat, sedikit menyenangkan karena bisa merasakan sakit dari perasaan kagum
atas seseorang itu terdengar sedikit saiko menurut saya meski disisi lain saya
menikmatinya.
Awalnya, saya merasa perasaan ini palsu dan sedikit memaksa tetapi lama
kelamaan ternyata ini sedikit nyata dan benar adanya. Dan bodohnya saya selalu
menantikan ending dari diorama ini, entah itu happy atau sad saya tidak tau,
saya tidak pernah tau, saya tidak akan pernah tau sampai ending itu datang
sendiri suatu hari. Ya, suatu hari. Suatu hari itu pasti akan datang. Mungkin
ini akan berhasil atau mungkin juga tidak akan berjalan seperti rencana.
Semuanya sangat misteri, teka teki yang klunya kita buat sendiri tanpa kita
sadari. Lucu bukan..., dan jawabannya...., tidak ada yang tau selain kita
sendiri karena kita sendiri yang membuat jawabannya. Ini juga terdengar sangat
lucu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar