Minggu, 06 April 2014

Cerita Teman Yang Lain

"Ya, saya memang seorang bodoh dan jalang!!! Saya tak pernah bisa mengendalikan dan menunjukan perasaan saya secara benar. Itulah kekurangan saya yang belum bisa saya tutupi atau orang lain tutupi. Orang itu berkata dia akan mencoba menutupi kekurangan saya, dia pikir dia siapa? Memangnya dia bisa menutupi kekurangan saya yang sangat amat banyak sekali? Memangnya dia mau berurusan dengan jalang bodoh seperti saya? Lihat, keluar dari bayang – bayang seseorang yang pernah dia cintapun belum bisa dia lakukan. Mengaku telah melupakan seseorang yang dia sayang selama beberapa tahun itu kebohongan yang sangat besar, bagaimana bisa seseorang melupakan seseorang yang dia sayang sekian tahun seperti itu."

"Ya.., dia tidak bilang dia akan pergi esok, makanya saya ingin segera beranjak dari tempat itu tadi. Jika saya tahu dia akan pergi besok, saya akan duduk lebih lama disana tadi. Kecupan manis tadi mungkin kecupan terakhir sebelum dia pergi, meski tidak akan lama tapi pasti akan terasa lama."

"Bersikap dewasa dan mengalah mungkin harus saya lakukan sesekali, dan saya melakukannya malam ini. Saya mencoba meredam ego itu malam ini, mengalahkan semua ego dengan sebuah perasaan khawatir dan lainnya, dan apa yang rasakan ketika melakukan ini, lega sedikit aneh! Seperti biasa."

"Dan kalian tau? Rasa takut itu kembali datang. Takut jatuh. Ini yang paling saya benci, saya memang sering terjatuh tapi saya malas berurusan dengan hal bernama cinta yang pastinya akan menyiksa setiap dia datang atau pergi tanpa diundang."

Itulah kenapa saya tidak pernah mempercayai jika seseorang dapat memenuhi hatinya tanpa menyelipkan hati yang lain. Mungkin ini egois ketika kau menginginkan seseorang memenuhi hatinya dengan namamu sedangkan kau sendiri belum bisa menempatkan namanya di dalam hatimu sepenuhnya. Namanya bahkan jarang saya tuliskan dalam diary saya, itu sangat jahat bukan? Berbeda saat saya mengagumi seorang arogan man yang namanya tidak terhitung saya tulis dalam diary saya. Tapi balasan apa yang saya dapat ketika saya menyimpan perasaan – perasaan itu, tidak ada sama sekali. Malah rasa sakit yang saya dapat, sedikit menyenangkan karena bisa merasakan sakit dari perasaan kagum atas seseorang itu terdengar sedikit saiko menurut saya meski disisi lain saya menikmatinya.

Awalnya, saya merasa perasaan ini palsu dan sedikit memaksa tetapi lama kelamaan ternyata ini sedikit nyata dan benar adanya. Dan bodohnya saya selalu menantikan ending dari diorama ini, entah itu happy atau sad saya tidak tau, saya tidak pernah tau, saya tidak akan pernah tau sampai ending itu datang sendiri suatu hari. Ya, suatu hari. Suatu hari itu pasti akan datang. Mungkin ini akan berhasil atau mungkin juga tidak akan berjalan seperti rencana. Semuanya sangat misteri, teka teki yang klunya kita buat sendiri tanpa kita sadari. Lucu bukan..., dan jawabannya...., tidak ada yang tau selain kita sendiri karena kita sendiri yang membuat jawabannya. Ini juga terdengar sangat lucu. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar