Akan tiba
saat dimana kamu merasa kesepian di tengah keramaian, itu sudah biasa. Sangat
biasa. Tapi apa yang terjadi jika merasa kesepian ditengah kesepian?
Saat hujan
deras tiba, apa yang kau dengar? Halilintar? Petir? Atau suara hati? Jika kau
dapat mendengar nyanyian hatimu ditengah hujan deras, apa yang akan kau
lakukan?
Sedikit
memandang keluar jendela, “hujannya deras sekali, kapan mereka berhenti...” tanya
seseorang sembari melirik jam di dinding. Serasa semuanya telah hanyut dibawa
air hujan, terbang bersama angin yang datang menemani hujan dan lenyap menyerap
kedalam tanah bersama air yang jatuh dari langit. Perlahan mereka pergi,
menghilang entah kemana. Seperti ingin meninggalkan bekas setelah hujan, mereka
membuat tanah ini basah dan menciptakan genangan air di jalanan. Menciptakan
cipratan dan jika kau sentuh tetesan yang jatuh, mereka seakan memijit telapak
tanganmu. Membuat semua debu dan kotoran yang berada di tanganmu luluh ikut
terbawa tetesan jatuh ke tanah.
Setelah itu,
apa yang terjadi? Hujan yang tadi deras akhirnya reda juga. Tanpa mengucapkan
selamat tinggal mereka pergi lagi. Dan mungkin akan datang lagi dalam jangka
waktu yang tidak ditentukan.
Saat hujan,
selalu ada kilasan film yang ingin kembali ditanyangkan. Bahkan memaksa
ditanyangkan meski aku tidak mau menonton film – film itu. bukan hanya saat
hujan, tapi saat matahari pulang ke tempatnya untuk memejamkan matanya dan
bertukar tempat dengan bulan untuk menjaga bumi agar selalu terang meski
penghuninya merasa gelap saat malam tiba.
Kesepian ditengah
kesepian. Ini akan berlangsung beberapa
saat untuk beberapa waktu ke depan. Tapi tenang saja, angin, hujan, cahaya,
bahkan kegelapan akan membawa keadaan ini menjauh bahkan hilang. Bagaimana jika
kita meminta bantuan waktu untuk mempercepatnya? Pasti waktu tidak mau di ajak
bekerja sama karena dia tidak akan pernah bisa melanggar peraturan. Baiklah,
mari kita berjalan beriringan untuk membawa semuanya pergi, bukan pergi untuk
menhapus tapi pergi untuk mendatangkan mereka yang seharusnya menjadi
pengganti. Bukan pengganti sebagai cameo tapi memang mereka-lah tokoh utama
dari diorama yang selama ini digelar dengan peran – peran palsu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar