Minggu, 28 Februari 2021

Ibu Tunggal

 

“Ibu macam apa yang menikah? Tak ada anak lain yang ibunya menikah lagi, kau tahu rasanya menyaksikan ibumu sendiri menikah?”-Kang Pilgu (When The Camellia Blooms)

Ibu yang menikah, ya. Ibuku menikah beberapa kali dan hal itu cukup melukai perasaanku. Kata-kata Pilgu di drama itu mewakili perasaan ku selama ini. Selain melukai perasaanku, hal itu juga melukai mentalku.

Apa pernah kau menyayangi seseorang tapi kau sama sekali tidak menyukai orang itu? Ya, aku menyayangi ibuku tapi aku sama sekali tidak menyukainya. Aku selalu marah dan ketus, aku tak pernah bersikap lembut padanya. Tak pernah aku tahu alasan kenapa aku bersikap seperti itu padanya tapi, sekarang aku mulai mengerti. Dia kesepian dan hanya ingin menemukan cinta. Dia juga butuh perlindungan, aku tak bisa memberinya hal-hal itu, maka dia mencarinya. Awalnya aku pikir itu hal yang paling egois yang pernah dilakukan seprang ibu tapi, dia butuh diselamatkan.

Temanku seorang janda dengan anak satu. Awalnya pun aku pikir dia egois dan hanya mementingkan dirinya sendiri karena dia selalu mencari seseorang untuk kepentingan percintaanya dan saat aku menanyakan hal tersebut dia menjawab

“aku memang bersyukur mempunyai seorang anak laki-laki, dia menghiburku saat aku sedih dan seolah menjadi hadiah dari Tuhan namun, anak sekecil itu apa aku bisa menceritakan semua kegelisahanku padanya? Apa aku bisa meminta solusi atas semua keluh kesahku? Tidak kan. Tetap saja manusia butuh lawan jenis dihidup mereka” jawabnya.

 Pikiranku tidak henti-hentinya beraktifitas, bukan masalah pekerjaan atau apa tapi dipenuhi dengan kegelisahan dan kegundahan. Tuhan mendengar doa-doaku, aku yakin akan hal itu. Maka dari itu, setiap ibu harus dan pantas mendapatkan kebahagiaan dan cinta. Semoga aku bisa memberinya semua hal itu.

Masa-masa sulit dalam menunggu ini pasti akan berakhir, bahkan akan menjadi suatu awal. Lalu nanti aka nada hal lain yang harus ditunggu dan akan menjadi suatu awal lagi begitu seterusnya sampai kita mati. Tidak tidak, bahkan mati saja adalah awal dari kehidupan yang sebenarnya. Sejauh ini aku masih bisa bertahan dan hanya ini yang bisa aku lakukan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar