“Ibu macam apa yang menikah? Tak ada anak lain yang
ibunya menikah lagi, kau tahu rasanya menyaksikan ibumu sendiri menikah?”-Kang
Pilgu (When The Camellia Blooms)
Ibu yang menikah, ya. Ibuku menikah beberapa kali dan hal
itu cukup melukai perasaanku. Kata-kata Pilgu di drama itu mewakili perasaan ku
selama ini. Selain melukai perasaanku, hal itu juga melukai mentalku.
Apa pernah kau menyayangi seseorang tapi kau sama sekali tidak
menyukai orang itu? Ya, aku menyayangi ibuku tapi aku sama sekali tidak
menyukainya. Aku selalu marah dan ketus, aku tak pernah bersikap lembut
padanya. Tak pernah aku tahu alasan kenapa aku bersikap seperti itu padanya
tapi, sekarang aku mulai mengerti. Dia kesepian dan hanya ingin menemukan
cinta. Dia juga butuh perlindungan, aku tak bisa memberinya hal-hal itu, maka
dia mencarinya. Awalnya aku pikir itu hal yang paling egois yang pernah
dilakukan seprang ibu tapi, dia butuh diselamatkan.
Temanku seorang janda dengan anak satu. Awalnya pun aku
pikir dia egois dan hanya mementingkan dirinya sendiri karena dia selalu
mencari seseorang untuk kepentingan percintaanya dan saat aku menanyakan hal
tersebut dia menjawab
“aku memang bersyukur mempunyai seorang anak laki-laki, dia
menghiburku saat aku sedih dan seolah menjadi hadiah dari Tuhan namun, anak
sekecil itu apa aku bisa menceritakan semua kegelisahanku padanya? Apa aku bisa
meminta solusi atas semua keluh kesahku? Tidak kan. Tetap saja manusia butuh
lawan jenis dihidup mereka” jawabnya.
Pikiranku tidak
henti-hentinya beraktifitas, bukan masalah pekerjaan atau apa tapi dipenuhi
dengan kegelisahan dan kegundahan. Tuhan mendengar doa-doaku, aku yakin akan
hal itu. Maka dari itu, setiap ibu harus dan pantas mendapatkan kebahagiaan dan
cinta. Semoga aku bisa memberinya semua hal itu.
Masa-masa sulit dalam menunggu ini pasti akan berakhir,
bahkan akan menjadi suatu awal. Lalu nanti aka nada hal lain yang harus ditunggu
dan akan menjadi suatu awal lagi begitu seterusnya sampai kita mati. Tidak tidak,
bahkan mati saja adalah awal dari kehidupan yang sebenarnya. Sejauh ini aku
masih bisa bertahan dan hanya ini yang bisa aku lakukan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar