Ingat tulisan saya tentang pertama kali
praktek kerja? Jika tidak, buka berkas di bulan Juni. Finally, praktek kerja
berakhir dan tadaaaa, we were paid. Lumayan. Not much but makes me
a little bit happy.
Bukan cuma uang, tapi banyak sekali pelajaran
yang bisa saya ambil selama 7 minggu lebih bekerja sebagai translator/penulis
artikel untuk perusahaan website itu. tentunya!
Ternyata jadi penulis itu ga gampang.
Terkadang kita harus bisa menulis tentang hal yang sama sekali kita ga tau atau
kita benci. Sedikit suck but it worth! Saya hampir kehabisan kata – kata ketika tulisan saya di sebut sampah, ga
tau harus ngomong apa yang pasti it was hurt!
Tapi hal itu ga bikin saya berhenti buat nulis sampe detik ini.
Dan ingat! Kerja praktek bareng temen itu
tantangan. Ya mungkin aja temen kita kemampuannya lebih atau bisa aja kurang
dari kita. Meski saya ngrasa paling bego diantara temen – temen saya yang lain,
tapi saya ngrasa paling rajin karena ga pernah sekalipun saya absen dari tempat
kerja. Itulah, saya beruntung jadi orang yang ga terlalu pinter dan ga terlalu
bego. Beruntung karena artikel yang saya hasilkan lebih banyak dimuat di
website. I guess! If I’m wrong, just hit me!
Kerja sebagai tim, okeh, ini yang sedikit
saya benci. Kita disamakan meski berbeda. Damn! Sedikit menyesal tapi ini
pelajaran penting. Sangat amat penting. “semakin kita nolak, semakin kita ga
bisa ngehindar” yup! Ini idiom yang bener – bener tepat buat hal ini. bekerja
sama dengan orang – orang yang kita hindari. Bukan kita benci, tapi kita
hindari. Semakin kita ga mau deket, semakin melekatlah mereka. Tapi apa boleh
buat, yang ada dipikiran saya hanya “kenapa tidak kita manfaatkan saja orang –
orang ini..” itu bukan niat jahat tapi sedikit tips jika kamu ga mau berada di
lingkaran setan dimana kamu terjebak bersama orang – orang yang kamu hindari.
Dunia kerja, I’m ready for this! Meski itu
hanya pengalaman yang mungkin jauh dari cukup, but I will be ready for that.
Saya akan segera keluar dari gerbang itu. Tersisa beberapa moment yang ga boleh
saya lewatkan. Cukup untuk bermain – main! Ini saatnya untuk memakai sepatu
berhak, berjalan layaknya orang dewasa dan tersenyum anggun, elegan hingga memberikan kepercayaan kepada siapapun
yang menatap.
World! I’m ready for that! The real life is beginning! The war is
coming! I’m going to be a winner! J
I can and I will...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar