Karena yang lebih mengerikan
adalah kesepian saat kita tidak sendiri.
Arahku tak menentu, aku
kehilangan beberapa teman. Ingin ku menghubungi tapi perasaan takut mengganggu
selalu menjadi ke-suudzonan masa kini. Aku rindu mereka. Aku butuh mereka.
Salah seorang teman menghubungiku kemarin pagi. Dia bilang aku telah mengganggu
mimpinya. Aku hanya bilang “aku merindukanmu teman” seolah sudah menjadi basa
basi untuk berjanji akan bertemu tetapi tak pernah ada satupun pertemuan yang
terjadi.
Aku bertanya, apakah aku yang
terlalu lamban atau orang-orang yang terlalu cepat?
Salah satu temanku berkata “kau
beruntung memiliki ibu yang sangat perhatian, dia selalu membekalimu makanan
yang enak setiap hari” aku berkata “kau tahu kenapa? Karena dulu ibuku sibuk
mencari uang sampai aku tak pernah sedikitpun kekurangan sesuatu. Dan hanya hari
pertama sekolah ibu antar aku, ibu juga membiarkan menjadi anak mandiri karena
berkatnya, aku bisa menyebrang jalan sendiri saat pulang sekolah, memakai dasi
sendiri dan mengikat tali sepatu sendiri. Kenangan yang tidak boleh aku
lupakan.
Mereka hanya tahu namaku bukan
ceritaku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar