Selasa, 28 Mei 2013

10.55 P.M.


10.55 P.M.

Harusnya saya membaca materi yang besok akan keluar di UAS Presentasi saya, tapi pikiran saya tidak bisa saya fokuskan untuk hal yang satu itu karena tadi saya sedikit tersinggung dengan perkataan teman – teman saya yang sedikit kasar kalu menurut saya. Ditemani lagu Somewhere Only Knownya Keane, saya ingin bercerita tentang sesuatu yang tidak bisa saya ceritakan pada orang lain.

Sedikit bego memang, ketika anda tidak tau harus kemana, anda tidak tau harus mengadu dan bercerita pada siapa, ini hanya tentang kekesalan saya dan kekecewaan saya terhadap sesuatu bernama kepuasan. Kepuasan yang seseorang dapatkan saat pertama kali mereka mendapatkan apa yang mereka cita – citakan. Saat anda merasa semua tidak sama lagi, apa yang akan anda lakukan?

Ya, saya memang kekanak – kanakan. Tapi ijinkan perempuan berusia 20 tahun yang pikirannya masih seperti anak SD ini bercerita tentang harinya.

Saya bisa merasakan perasaan Brittany si tokoh Glee yang selalu dihina jika kemampuan otaknya itu dibawah rata  - rata. Ya, IQ saya memang tak setinggi mereka, malah saya iri kenapa Tuhan tidak menyamakan kemampuan semua umatnya (maaf Tuhan jika saya kurang mensyukuri apa yang sudah saya punya). Jika anda ingin membodohi saya, silahkan! Yang bisa saya lakukan nanti mungkin hanya merasa menyesal kenapa saya ingin bodoh seperti anda yang sebenarnya pintar. Maaf sebelumya, tapi saya benar – benar tersinggung dengan perkataan kalian tadi. Memang sedikit berlebihan tapi inilah saya.

Saya hanya ingin berusaha menghargai, mengerti dan beradaptasi dengan kehidupan orang lain yang mungkin saja suatu saat akan menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi saya.

Saya selalu ingat mata yang mengeluarkan air mata itu, wajah yang takut akan kehilangan, wajah penuh ketakutan, ketakutan akan suatu perasaan yang membuat waktu ingin dihentikan. Tangan yang ingin selalu menjaga dan kekhawatiran yang mungkin bisa dibilang sedikit berlebihan. Bisakah saya melihat dan merasakanya lagi? Maaf, saya hanya berkhayal karena hal itu pasti tidak mungkin saya lihat dan saya rasakan lagi.

Seseorang mengajarkan saya bahwa tidak baik terus melihat kaca spion, tapi bolehkah saya melihat spion semalaman ini saja. Bolehkah? Ya, saya tau persis kaca dashboard lebih besar daripada spion tetapi malam ini saya hanya ingin mengingat semua moment – moment itu kembali. Ijinkan saya.

Terima kasih sudah mendengar semua cerita bodoh saya. Terima kasih banyak!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar