Senin, 31 Desember 2012

Tirai dibuka dan Lampu dinyalakan


Oke,, mari kita bicarakan tentang bab baru yang telah kita bahas sebelumnya.

Anak petani Bab sekian.

Tirai telah dibuka, lampu telah dinyalakan, dan apa yang terjadi? Makhluk bodoh bernama keledai alias si tengil telah berhasil mendapat peran dalam pertunjukan yang akan segera dimulai  ini. Dia berhasil memenangkan hati sang sutradara, aktingnya memang sangat jelek, tapi dia BERHASIL.

Gemerlap kembang api disekeliling rumah miss psiko memeriahkan malam pergantian tahun. Tak lupa miss screaming pun ikut hadir meramaikan kegaduhan dari semua api api yang bersinar di udara. Tertawa bersama, rasanya sudah lama sekali mereka bertiga tidak tertawa lepas menertawakan sesuatu yang hanya dimengerti oleh mereka bertiga. Miss screaming sama sekali tidak berubah, begitu pula miss psiko. Malam yang dingin tapi terasa begitu hangat. Semuanya Nampak sama, cerita persahabatan yang mereka tidak sebut itu persahabatan. Tak ada yang tahu apa yang akan terjadi di periode baru ini, mereka semua hanya dapat berharap happy ending dari semua diorama diorama konyol yang akan dibuat oleh masing- masing tokoh dan sutradara.

Anehnya, saat tertawa lepas menertawakan sesuatu yang sebenarnya tidak terlalu lucu di tengah keramaian api api yang terbang di udara, anak petani teringat janjinya yang tidak dapat ia tepati terhadap si keledai tengil yang sekarang tidak tahu dimana keberadaannya. Lucunya lagi, keberanian anak petani mengambil keputusan yang tiba tiba saja terpintas saat memandangi api api yang pecah di langit yang cukup dingin. Ketololan yang dibuat keledai tengil setiap hari sedikit sedikit telah mengubah pola pikir anak petani yang selalu berpikiran sempit. Anak petani memang mengaku pandai mengungkapkan apa yang ia rasakan, tapi ia tak cukup pintar untuk mengatakan “ya, saya menyayangi anda!” atau “ya, saya merindukan anda!”. Tapi sesungguhnya, anak petani ingin sekali mengatakan hal-hal konyol itu, mengatakan tanpa ada perasaan lain yang sedikit mengganggu hati anak petani. 

"Terima Kasih Keledai Tengil, ini memang bodoh dan konyol, tapi anda telah berhasil..." anak petani bergumam sembari menyaksikan keramaian langit yang malam ini bersuara menyanyikan kegembiraan periode baru. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar