Oke,, mari kita bicarakan tentang bab baru yang telah kita
bahas sebelumnya.
Anak petani Bab sekian.
Tirai telah dibuka, lampu telah dinyalakan, dan apa yang
terjadi? Makhluk bodoh bernama keledai alias si tengil telah berhasil mendapat
peran dalam pertunjukan yang akan segera dimulai ini. Dia berhasil memenangkan hati sang
sutradara, aktingnya memang sangat jelek, tapi dia BERHASIL.
Gemerlap kembang api disekeliling rumah miss psiko
memeriahkan malam pergantian tahun. Tak lupa miss screaming pun ikut hadir
meramaikan kegaduhan dari semua api api yang bersinar di udara. Tertawa bersama,
rasanya sudah lama sekali mereka bertiga tidak tertawa lepas menertawakan
sesuatu yang hanya dimengerti oleh mereka bertiga. Miss screaming sama sekali
tidak berubah, begitu pula miss psiko. Malam yang dingin tapi terasa begitu
hangat. Semuanya Nampak sama, cerita persahabatan yang mereka tidak sebut itu
persahabatan. Tak ada yang tahu apa yang akan terjadi di periode baru ini,
mereka semua hanya dapat berharap happy ending dari semua diorama diorama
konyol yang akan dibuat oleh masing- masing tokoh dan sutradara.
Anehnya, saat tertawa lepas menertawakan sesuatu yang
sebenarnya tidak terlalu lucu di tengah keramaian api api yang terbang di
udara, anak petani teringat janjinya yang tidak dapat ia tepati terhadap si
keledai tengil yang sekarang tidak tahu dimana keberadaannya. Lucunya lagi,
keberanian anak petani mengambil keputusan yang tiba tiba saja terpintas saat
memandangi api api yang pecah di langit yang cukup dingin. Ketololan yang
dibuat keledai tengil setiap hari sedikit sedikit telah mengubah pola pikir
anak petani yang selalu berpikiran sempit. Anak petani memang mengaku pandai
mengungkapkan apa yang ia rasakan, tapi ia tak cukup pintar untuk mengatakan “ya,
saya menyayangi anda!” atau “ya, saya merindukan anda!”. Tapi sesungguhnya,
anak petani ingin sekali mengatakan hal-hal konyol itu, mengatakan tanpa ada
perasaan lain yang sedikit mengganggu hati anak petani.
"Terima Kasih Keledai Tengil, ini memang bodoh dan konyol, tapi anda telah berhasil..." anak petani bergumam sembari menyaksikan keramaian langit yang malam ini bersuara menyanyikan kegembiraan periode baru.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar