Rabu, 07 Januari 2015

Sutradara Munafik

Mungkin banyak bertanya adalah perbuatan yang sangat tolol, tapi kau tau hal yang lebih tolol dari itu? berbicara di samping telinga orang yang kau bicarakan. Mungkin tidak bermaksud menyinggung tapi yang baru saja terjadi benar - benar menyinggung.

Masuk akal jika seseorang salah lalu di marahi, tapi apa seseorang tak bersalah harus juga di marahi? Ibu yang satu ini memang kurang profesional dalam melakukan pekerjaannya. Tidak bisa mengesampingkan mana pribadi dan pekerjaan.

Terlihat lugu tapi berbahaya. Tersiksanya melihat semua orang disini berusaha memerankan putri, pangeran, dan raja yang baik hati. Aku tau di antara mereka juga ada ratu jahat sebenarnya. Tak harus selalu jadi Snow White atau Cinderella, kadang menjadi Malificent atau Rumpelstitskin juga diperlukan.

Hentikan semua drama goblok ini, bisakah seseorang menolongku untuk menghentikan semua drama? Aku hanya ingin menjadi diriku sendiri dan berhenti dari peran konyol ini tapi aku tidak ingin mengundurkan diri dari barisan calon sutradara. Dilema macam apa ini? Tak sedikitpun cerita aku jadikan pertunjukan. Sutradara yang tidak produktif, label ku sekarang. Aku tidak berhenti membuat pertunjukan, hanya saja karakter yang aku inginkan belum aku temukan.

Si tengil? Holly boy? Hell boy? Arogan man atau karakter - karakter di pertunjukan sebelumnya sudah aku hapuskan. Aku ingin peran baru dengan karakter yang sedikit liar tapi lembut. Aku butuh pemain baru, tapi bukan di tempat ini. Aku ingin setting baru sesuai ceritaku.

Aku ingin pergi ketempat dimana hanya ada orang yang tulus dan bisa membuatku mengsinkronisasi antara perasaan dan pikiran.Ini akan jadi perjalanan yang lebih menyakitkan dibanding sebelumnya. Mungkin aku hanya perlu memakai helm dan pelindung lutut agar jika terjatuh aku tidak mengalami luka yang cukup serius. Itu hanya untuk meminimalisir, bukan mencegah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar