Jumat, 02 Februari 2018

Sebentar Lagi

Saatnya membuat pertunjukan lagi.

Entah apa yang akan sutradara tampilkan dia sendiri masih belum tahu. Kenapa? Karena sudah lama sang sutradara tak melakukan casting untuk mencari pemain baru. Dia sudah mencoba tapi, kelihatanya dia kehilangan passion untuk melakukan pertunjukan baru. Sutradara terlihat lelah tapi bosan. Tak banyak yang dapat dia lakukan. Dua tahun ini dia hanya makan sereal setiap pagi dan pergi menonton drama saat sore. Dan saat malam tiba, dia akan menatap langit untuk memperhatikan bintang atau bulan atau awan atau… langit yang kosong.

Sama sekali tak bisa dibaca apa yang sebenarnya ia ingin lakukan. Setelah berhenti dengan Anak Petani beberapa tahun lalu, dia masih juga tak menggerakan bolpoin yang setiap hari dia pegang. Beberapa orang datang beberapa bulan kemarin untuk melakukan casting tapi, sama sekali tak ada satupun yang sutradara pilih. Dia malah menyuruh mereka pulang.
Malam ini, dia ambil kembali bolpoin merah yang biasa dia pakai untuk menulis naskah, disampingnya terlihat kertas sketsa berwarna coklat yang sama sekali tak ia sentuh lalu dia memandang langit yang sedang mendung dari atas gedung dengan tatapan bertanya. Setelah beberapa lama, dia ambil tumpukan kertas coklat itu dan mulai menulis sesuatu.

“Waktunya sudah hampir tiba..” gumamnya sembari menyimpan kembali tumpukan kertas coklat beserta bolpoinnya.

Ditempat yang berbeda, seorang perempuan sedang berdiri diam di atas panggung kosong. Tak terdengar sedikit pun suara aula tersebut, hanya suara nafas nya yang sesekali dia tarik lalu dibuang dengan terpaksa tanda putus asa. “Aku ingin bermain lagi. Kenapa sang sutradara tak menulis naskah dan melakukan pertunjukan lagi, meski akan sedikit penonton yang datang, aku tetap akan ikut casting dan berusaha mendapatkan peran utama” bilangnya pada kursi penonton yang kosong. Tak berselang beberapa menit, diapun menari dalam sepi. 

Minggu, 29 Oktober 2017

Sajak Tanpa Arah

Angin datang dari selatan
Membawa nyanyian hampa
Kadang dia membawa awan mendung tanpa memberitahu
Aku duduk di kursiku menanti
Menanti datangnya angin membawa berita
Bukan awan atau hujan

Temanku bertingkah aneh akhir akhir ini
Dia berjalan menyusuri sungai hingga berenang jauh untuk menangkap ikan
Aku bilang, “Jangan lupa untuk kembali, aku berjanji takkan meminta ikanmu bila kau kembali” 
tapi sepertinya tak terdengar olehnya.

Aku masih duduk di kursi, aku sedang memperhatikan cicak
Cicak yang sedang mengobrol di atas itu sepertinya sedang membicarakan hal serius
Apa mungkin mereka sedang bertengkar?

Hah, aku hanya manusia yang pasti nya tak akan mengerti bahasa cicak
Mengerti bahasa manusia saja sulit terkadang apalagi bahasa hewan

Sedang apa aku ini

2017-06-17

I Miss My Old Friends

Karena yang lebih mengerikan adalah kesepian saat kita tidak sendiri.


Arahku tak menentu, aku kehilangan beberapa teman. Ingin ku menghubungi tapi perasaan takut mengganggu selalu menjadi ke-suudzonan masa kini. Aku rindu mereka. Aku butuh mereka. Salah seorang teman menghubungiku kemarin pagi. Dia bilang aku telah mengganggu mimpinya. Aku hanya bilang “aku merindukanmu teman” seolah sudah menjadi basa basi untuk berjanji akan bertemu tetapi tak pernah ada satupun pertemuan yang terjadi.

Aku bertanya, apakah aku yang terlalu lamban atau orang-orang yang terlalu cepat?
Salah satu temanku berkata “kau beruntung memiliki ibu yang sangat perhatian, dia selalu membekalimu makanan yang enak setiap hari” aku berkata “kau tahu kenapa? Karena dulu ibuku sibuk mencari uang sampai aku tak pernah sedikitpun kekurangan sesuatu. Dan hanya hari pertama sekolah ibu antar aku, ibu juga membiarkan menjadi anak mandiri karena berkatnya, aku bisa menyebrang jalan sendiri saat pulang sekolah, memakai dasi sendiri dan mengikat tali sepatu sendiri. Kenangan yang tidak boleh aku lupakan.


Mereka hanya tahu namaku bukan ceritaku. 



Selasa, 15 November 2016

Losing My Dream?

Have you ever feel something burning in your body when someone dancing in your face? 

I was a dancer, yes I was. I feel free when I’m dancing. I can clearly feel myself. Moving my body is like expressing my feeling and emotion. I can even forget everything when I’m dancing. It feels like.... happiness for me.

I keep saying about “live without passion is nothing” that I don’t live by. It’s a lie. I’m suffering. I want that life, when I just need to move my body into the music that feels really right. I want to do this for me, cause I want to be a selfish but I can’t. I’m too terrified to take the path that I want it so much. It feels atrocious.

I have to tell you about this song. This is a superb lyric. I’ll write the translation cause it’s a Korean song.

“I’m still standing here with my eyes closed
Lost between the deserts and oceans
I’m still wandering Where should I go
I didn’t know there were this many Paths I can’t go and paths I can’t take
I never felt this way before Am I becoming an adult?
This is too hard, is this path right for me, I am confused
Never leave me alone, I still believe even though it’s unbelievable
To lose your path, Is the way to find that path
Lost my way, Constantly pushing without rest Within the harsh rainstorms
Lost my way, Within a complicated world without an exit
Lost my way------
No matter how much I wander, I want to believe in my path
Lost my way Found my way------
I once saw an ant going somewhere, There is no way to find the path at once
Constantly crashing and crawling forward, To find something to eat
Roaming for days, You know
There is a reason for all this frustration, I believe that we’re on the right path
If we ever find it, We will return home at once Just like an ant
This is too hard, is this path right for me, I am so confused Don’t you leave me alone-----
I wander, I want to believe in my path
So long Goodbye to my hope with no promise
So long Even if I’m slow I will walk with my own feet

Because I know this path is mine to take
Even if I go back, I will reach this path eventually
I never I will never
I will never lose my dream----- (*but I can’t promise)


This song is strong enough to express my mind. Maybe I’m late and cannot going back but, I believe that I have many paths. I just need to believe it, that’s all. 

Berbicara Tentang Menjadi Dewasa

Karena kita telah tumbuh bersama waktu, maka beberapa point telah berubah ada juga yang tak mungkin kembali sama seperti saat sebelum kita tumbuh.

Karena apa yang terjadi membuat kita semakin kuat dan menjadi berbeda. Kau mungkin bertambah cengeng atau pendiam tapi, jangan pernah lupakan dirimu yang dulu.

Beberapa teman telah menghilang bersama berjalannya waktu. Ada yang di telan aktifitas, ada yang dibunuh cinta dan ada juga yang dihabisi oleh uang. Mereka tak akan mungkin kembali ke kehidupan dulu. Sangat disayangkan tapi, yang paling aku sayangkan adalah, aku masih belum menerima kenyataan bahwa aku kehilangan banyak.

Bukankah pepatah mengatakan, “If you’re not losing friends, you’re not growing up” apakah harus? Ya! Itu keharusan untuk tumbuh menjadi lebih dewasa. Kita harus memutuskan apakah akan tetap tinggal disini atau pergi ke suatu tempat untuk menyelesaikan sesuatu yang harus diselesaikan.

Menulis apa aku ini? aku sangat ingin menjadi penulis, suatu hari novel atau ceritaku akan di film-kan oleh seorang sutradara. Haha... biarkan aku tetap bermimpi seperti tadi, aku sangat menikmati mimpi itu. biarkan aku berkhayal sesuka ku. Hanya dalam dunia khayalan ini aku bisa melakukan apapun. Bukankah pikiran lebih kuat daripada apapun? Dia, lebih cepat daripada apapun. Aku bisa pergi kemana saja dengan pikiran ini.



Berbicara Tentang Menjadi Dewasa

Karena kita telah tumbuh bersama waktu, maka beberapa point telah berubah ada juga yang tak mungkin kembali sama seperti saat sebelum kita tumbuh.

Karena apa yang terjadi membuat kita semakin kuat dan menjadi berbeda. Kau mungkin bertambah cengeng atau pendiam tapi, jangan pernah lupakan dirimu yang dulu.

Beberapa teman telah menghilang bersama berjalannya waktu. Ada yang di telan aktifitas, ada yang dibunuh cinta dan ada juga yang dihabisi oleh uang. Mereka tak akan mungkin kembali ke kehidupan dulu. Sangat disayangkan tapi, yang paling aku sayangkan adalah, aku masih belum menerima kenyataan bahwa aku kehilangan banyak.

Bukankah pepatah mengatakan, “If you’re not losing friends, you’re not growing up” apakah harus? Ya! Itu keharusan untuk tumbuh menjadi lebih dewasa. Kita harus memutuskan apakah akan tetap tinggal disini atau pergi ke suatu tempat untuk menyelesaikan sesuatu yang harus diselesaikan.

Menulis apa aku ini? aku sangat ingin menjadi penulis, suatu hari novel atau ceritaku akan di film-kan oleh seorang sutradara. Haha... biarkan aku tetap bermimpi seperti tadi, aku sangat menikmati mimpi itu. biarkan aku berkhayal sesuka ku. Hanya dalam dunia khayalan ini aku bisa melakukan apapun. Bukankah pikiran lebih kuat daripada apapun? Dia, lebih cepat daripada apapun. Aku bisa pergi kemana saja dengan pikiran ini.



Kamis, 07 April 2016

Menjadi Juri (Lagi)

Aku marah dan sedih dalam waktu yang bersamaan. Bagaimana orang-orang menilai homosexual itu biasa saja. homosexual adalah penyakit dan dapat menular. Aku ingin sembuhkan semua homosexual didunia. Mereka sakit dan harus disembuhkan, mereka butuh penanganan khusus. Mereka harus disembuhkan!

Al-Quran maupun Bible menyebutkan bahwa homosexual adalah dosa besar. Dosa yang pelaku harus dirajam sampai mati. Aku memang bukan orang paling suci didunia, malah mungkin aku sama sekali tak punya hak untuk menghakimi para homosexual tapi, aku hanya prihatin, sedih dan marah ketika mendengar salah satu temanku mengaku bahwa dia seorang homosexual. Aku sedih dan tak tau harus berbuat apa.

Dia mengaku bingung, malu dan tak mau menjalani hidup sebagai seorang homosexual tetapi, dia tak dapat mundur. Dia bingung, begitu pula aku. Dan hatiku bertambah sedih ketika dia berpikir dia ingin sembuh untuk keluarganya tetapi, dia mendapatkan perlakuan yang tak mengenakan dari keluarganya sendiri. Hal itu membuat dia tidak ingin sembuh dan hanya ingin menjadi seorang homosexual total.

Aku sedih, aku marah, tapi tak bisa berbuat apa-apa. Aku kesal pada diriku sendiri yang tak dapat berbuat apa-apa ketika orang-orang kehilangan apa yang mereka butuhkan. Aku hanya ingin mereka ijinkan aku untuk menolong mereka yang kesepian atas hidup mereka. Tolong ijinkan aku.

Disisi lain aku tak bisa berbuat apa-apa, terlintas pula pemikiran untuk “menerima mereka apa adanya meski mereka sakit.” Aku akan jadi orang yang dikutuk Tuhan jika aku mendukung mereka seperti itu tetapi, sudah jadi jalan mereka untuk menjadi kaum Luth. Aku sama sekali tak bisa berbuat apa-apa. Aku tak berguna, aku sedih.

Adalah hak mereka untuk memilih jalan mereka masing-masing. Setiap orang punya hak untuk menulis atau menggambar apapun di buku kosong mereka. Mungkin aku sedih tapi, aku sangat menghormati apapun keputusan mereka. Aku bukan orang baik, sama sekali bukan, tetapi aku hanya ingin teman-temanku dapat bahagia dan terjauh dari penderitaan.