Selasa, 13 Agustus 2013

“WOMEN DON’T LIKE QUESTION”

Ok, orang yang baca blog ini pasti berpikiran kalau semua yang si penulis tulis adalah curhatan, right? That’s exactly correct! Karena cuma nuis yang bisa dilakukan sama si pemilik blog ini kalau dia lagi ga punya temen buat berbagi tentang apa yang dia rasain.

Ga pernah ngerti sama tingkah laku orang yang bisa dikatakan naif atau apalah itu kata yang tepat saya ga pernah tau. Sekarang cuma masalah waktu yang pastinya bisa beresin ini semua. Yup! Waktu! Klasik bro, sumpah klasik banget. Kaya denger seseorang ngomong “itu akan indah pada waktunya” atau “semua yang kejadian pasti ada hikmahnya”. Gimana kalau kita bahas bagian prosesnya? Bukannya pernah ada orang yang ngomong kalau “proses itu lebih penting dari pada hasil” tapi kenapa di bagian proses ga pernah di bahas gimana jalan keluarnya. Dan jawabannya pasti balik lagi ke “semua ada waktunya”. Sekarang bukan masalah waktu, tapi masalah gimana semuanya baik – baik aja.

Angelina Jolie pernah ngomong disalah satu film-nya “WOMEN DON’T LIKE QUESTION” orang pinter especially pria pasti tau artinya apa. Kalau ga ngerti dan mau ngerti, tonton aja tu film “The Tourist”. Bukan males bukan jelasin tapi, belajar dari pengalaman itu lebih baik daripada dari orang lain karena kalau kita cuma denger komen dari orang – orang, mungkin aja kalian berpikiran “itu ga kaya gitu kali” ok, faktanya setiap orang punya pandangan mereka masing – masing terhadap sesuatu. 

Ini bukan tentang buku fairy tale yang yeeey pasti diakhir ceritanya happy. Bukan sama sekali. Atau tentang ketemu seseorang that you guess he/she is someone worth for you, no! Definitely no! Ini tentang bangun sesuatu yang lebih tinggi, lebih jelas dan lebih dewasa. Saya emang ga pernah mau jadi dewasa, tapi kayanya suatu saat saya bakal berubah pikiran atau mungkin saya dewasa tapi saya ga nyadar, who knows? Setiap orang punya pilihan kan?

Dan inget ini boys “WOMEN DON’T LIKE QUESTION”



“Mereka”

Rasanya emang lebih lega dari pada kemaren. Ya, kenapa butuh status kalau kita masih sering ngrasa sendiri. Toh nonton, foto2an atau hal semacam itu bisa kita lakuin sendirian. Lagian, ga terlalu penting meski suka kepikiran. It sucks, but no problem, I can handle it! Just like usually, enjoy my holiday! Write something that I want. Do everything that I like. I was stuck in this condition a few months ago, so I will adapt to the condition. Although I still remember how it feels like.  Ga perlu worry tentang seseorang yang belum tentu khawatir-in kita.

Terkadang, “mereka” itu dateng saat kita sama sekali ga ngarep mereka dateng. Dan saat kita berubah pikiran, “mereka” malah ga tau pada dimana. Lucu kan. Escapee Bitch! Cukup lucu, ga terlalu pas tapi yaaa not bad! Mungkin nama itu sedikit cocok buat nona Dummy yang satu ini. 
Di kunjungi saat dia di butuhkan untuk mengisi kesepian orang – orang. 

Detik jam masih sama, ga makin cepet, ga melambat juga. Bertapa kayanya asik. Di gunung, sama burung, dan yang kedenger cuma suara jangkrik dan air terjun. Gosh! That’s great, I guess. Atau engga, padang rumput! Ahahaa, never change! Sesuatu paling indah yang saya tau adalah padang rumput. Meski ga pernah liat secara langsung, tapi padang rumput itu... Gosh, surga di dunia I guess.

Rasanya kaca spion terus – terusan nyari perhatian. Damn! Kenapa kenangan itu... terus – terusan nyari peerhatian. Padahal yang punyanya pengen banget fokus ngliat kedepan. Kalau ga niat kenapa masih aja dilakuin? Please, don’t come and go. Kenapa roda itu harus muter, ok itu konyol guys! Kenapa harus bertanya kenapa padahal kita tau jawabannya. It sucks to be me, NO! I’m great, I’m wonderful! That is not suck!

Playlist-nya masih sama. Bisa ga kita ganti? Is it hurt? Yes, it is hurt.
Fair ga sih? Please, ada bisa ngasih tau ga, ini adil atau engga. Ayolah, anyone... please...

Fun fun fun... it’s fun! Really. 

Kakak itu Berkata

Finally, ada juga teman untuk berbagi semua tekanan. Memang telinga yang sedang saya butuhkan sekarang. Telinga untuk mendengar semuanya, tidak butuh advice, hanya butuh telinga. Tidak butuh tempat bersandar, hanya telinga.

Terlalu worry, terlalu takut dan terlalu... apa ya. Tidak pernah menemukan kata yang benar – benar pas untuk mengungkapkan semuanya. Waktu itu, saya benar – benar ingin berhenti bermain, tapi anda datang dengan air mata di mata anda. Saya tidak mengerti, dan saya tidak pernah mau mengerti. Saya sudah tidak mau main lagi, tapi anda menawarkan untuk bermain permainan yang saya pikir tiak akan  pernah jadi permainan karena saya sudah benar – benar lelah dengan hal – hal semacam itu.

Seperti ada garpu di tenggorokan yang tersangkut. Kakak itu bilang, jangan pernah mengambil keputusan jika anda masih ragu. Saya melakukan apa yang emosi saya katakan. Saya melakukan apa yang ego saya katakan. Hal seperti ini tidak mungkin selesai jika kita tidak pernah mau jadi dewasa. Saya hanya membutuhkan sedikit waktu untuk mempelajari hal – hal seperti ini.

Bukan lagi tentang kita yang ingin bahagia jika bersama seseorang, tapi tentang bagaimana seseorang bahagia karena kita.
Saya yang salah, bukan saya yang menentukan saya worth it atau tidak untuk seseorang. Tapi seseoranglah yang menentukan itu semua. Saya selalu bertanya, apa yang anda cari dari saya? 

Saya tidak punya apa – apa untuk membuat seseorang tertawa. Saya tidak punya apa yang anda butuhkan. Tapi finally semuanya seperti itu, apa ini perlakuan anda terhadap sesuatu yang anda dapat secara susah payah? Ok, saya salah! Gampang kan? Itu alasannya saya tidak berharga. Maaf, tapi itu yang saya pikirkan.


Kalau anda tidak mau saya berpikir seperti itu, tolong beri saya pernyataan atau bukti supaya saya bisa percaya semua itu hanya pikiran saya. 

Bijak itu HARUS!

Riset membuktikan, mereka lebih suka moment2 saat pengejaran dan pas udah dapetin, itu tergantung situasi. biasanya tetep ngrasa penasaran itu lebih menyenangkan dari pada ga ada penasaran sama sekali. Penasaran itu perasaan yang menarik dan menyenangkan. Bagaimana menjaga perasaan untuk tetap penasaran? Mungkin menyiapkan kejutan – kejutan akan membantu itu semua, setidaknya kamu akan merasa terus penasaran akan sesuatu yang akan terjadi besok.

Ini tentang pengalaman salah satu orang yang saya anggap Kakak dikampus saya. Dia menyukai seorang perempuan yang bisa dikatakan sangat susah sekali ditaklukkan. Jutek, galak dan mungkin anti laki – laki, begitu dia bilang. 10 bulan dia habiskan untuk mengejar perempuan itu dengan segala cara. Dan finally, jadian. But after 2 bulan jadian, dia memutuskan buat ngakhirin hubungan. He said, si perempuan ga bisa di ajak kompromi. Entah itu apa artinya, tapi yang saya tangkep si perempuan masih ngagungin ego-nya buat berusaha bahagia, bukan untuk membahagiakan. Setelah putus dan dapet pacar baru, si perempuan itu banyak belajar dari si Kakak saya ini. si Kakak bilang, kaya nanem pohon yang ampir berbuah tapi kamu tinggalin gitu aja dan endingnya orang lain yang ngerasain buahnya.

Nyesel? Of course. Tapi seenggaknya penyesalan kita cuma 0,0000... sekian persen. Kita ninggalin sesuatu yang lebih berharga dibanding sms, tiket nonton, atau foto – foto. Kita ninggalin nilai buat seseorang yang mungkin aja bisa berguna buat hidup mereka. Toh meski bukan kita yang metik buah, tapi kita udah buat seseorang belajar dan lebih dewasa.

He said, “kamu tau, abis semuanya udahan, ada sesuatu yang bikin kamu susah buat ngelepasinnya. Kenapa? Karena pas jadian, secara ga langsung kamu udah terikat sama satu tali, dan selama jadian kamu ga nyadar kalau banyak tali – tali lainnya yang ngiket dan bikin kalian makin kuat, mutusin tali pertama emang gampang, tapi mutusin tali kedua dan tali – tali lainnya itu yang sulit. Makanya kenapa putus itu lebih sulit dari pada jadian”

“Dan perempuan itu gampang bete, itu yang nyebelin” dia nambahin. Saya cuma bisa ketawa. “dan perempuan itu lebih suka pernyataan dari pada pertanyaan” yup! That’s exactly corret! Bukan ga mau ngerti, tapi lebih tepatnya ga mau pusing. Itu yang kamu lakuin. Kamu ga mau ribet mikirin makanya ngambil jalan kaya gitu. Pacaran itu bukan tentang “kamu lagi apa” atau “kamu lagi sama siapa” atau “udah makan?”. Engga gitu ternyata. Hal yang paling klasik dalam pacaran itu adalah ketika kamu dikasih apa yang kamu ga butuhin. Dan orang – orang ga mau cape ngadepin hal – hal kaya gini, makanya cuma bisa pergi dan yaudah, kaya gini lebih baik padahal engga.

Inget, saat kamu pacaran, jangan pernah menomor satukan sms! Itu pelajaran penting yang saya pelajari. Si kakak bilang, “emang kamu mau pacaran sama handphone? Tergantung apa dulu tujuannya, kalau cuma nanya sesuatu yang useless mending engga sama sekali, lebih enak mana, ditanya kuliah atau engga atau di tanya kamu lagi apa?”. Tapi ya of course, quality time itu yang harus dijaga bener – bener. Quality time yang kamu habisin sama semua nilai – nilai yang kamu pelajari dari seseorang.

Jadi dewasa itu memang pilihan meski tua itu pasti, tapi jadi bijak itu HARUS!



Great Song

2013. Baru bulan ke 7 dan banyak sekali yang bisa diambil untuk dipelajari. Salah satunya patah hati. Bukan yang pertama kali tapi tetap terasa aneh dan menarik. Jalan pikiran seseorang itu memang sulit untuk ditebak. Hanya mereka yang tau persis apa yang sebenarnya ada dipikiran mereka. Nangis? Sering, tapi berasa beda. Nangisin sesuatu yang emang udah ga bisa lagi kamu perbaiki itu sedikit.... apa ya kata yang tepat, saya ga pernah tau. Belum tau persis maksudnya.

Mungkin terasa sama kaya bulan – bulan sebelumnya, bedanya hanya... nungguin sms siapa sekarang? Males buat mikir, nikmatin aja kaya gini. Toh sikon kaya gini ga akan mungkin bunuh kamu. Kaya lagu Rihanna – Cry mungkin. Lagu ini bercerita tentang cewek yang lagi patah hati dan berjanji ga akan pernah liatin air matanya buat orang yang udah bikin dia patah hati. Ya, ceritanya sedikit berbeda kali ini. Lebih ngrasa jadi korban dan rasanya kaya di bacok piso tajem saat ditinggalin pergi gitu aja.

Cewek ini emang bukan tipe cewek yang cengeng sama hal – hal yang sebenernya persetan kaya gini karena sekalipun dia ga pernah buka hatinya buat hal konyol kaya.. terjebak dilingkaran ‘in love ’thing. Dengan sedikit sentuhan manis di awal cerita, bodohnya cewek ini masuk dilingkaran itu. Lingkaran yang bikin dia keliatan... apa yah, mungkin banyak ngarep. 
Padahal ending yang dia dapet ga semanis permen yang dia dapet di awal cerita.

Lain lagi sama lagu yang satunya, Best Thing I Never Had by Beyonce. Lagu patah hati yang satu ini bercerita tentang betapa bersyukurnya si Beyonce bisa nemuin sesuatu yang baik dalam kata “Goodbye”. “Thank God I found the good in goodbye...” itu lyric favorit saya. Menghibur diri? Keliatannya? Saya ga mau bahas sama sekali.

Lagu lain, Mine by Taylor Swift. “You are the best thing that’s ever been mine..” sedikit bertolak belakang dengan lagu Beyonce diatas tapi tetep juara karena bisa bikin mood kamu sedikit berubah jadi sedikit lebih positif dan nginget hal – hal manis saat “itu”.

Terakhir, Kisah Sebentar by Tulus. Diangkat dan dijatohin gitu aja, Gosh!!! Sakit sekali. “dengan mu senang  hati terasa, bangun dari mimpiku tau aku tak sendiri...” atau “ayo ingat kata – katamu, kau tak akan tinggalkan aku...” apa ini emang rute jalannya. Nanjak nyampe bisa liat awan sedikit dan nurun sampe jatoh karena jalannannya yang mungkin banyak batu. Meski ngebetein tapi... tapi apa ya. Trippy bro! Sumpah!

Tapi kaca dashboard emang lebih gede daripada kaca spion, jadi... “SHOW MUST GO ON”.  Ga peduli gimana sikon yang lagi kamu hadapi sekarang, asik atau ga asik, pertunjukan harus tetap berlangsung karena penonton ga akan pernah mau tau sikon di balik panggung kaya gimana, bener ga?


Bete, sedih, kesel, sakit hati, patah hati, nangis dan kecewa, jalanin aja bro! Kalau hidup kamu cuma ketawa dan bahagia doang mah ga seru, percaya deh. Bukan kalimat menghibur tapi reality-nya emang kaya begitu bro adanya. Cheer up dan sedikit.... WTF FOR THAT!! J

Senin, 05 Agustus 2013

Pertunjukan kita

Tirai sudah ditutup. Pertunjukan seperti sudah selesai karena endingnya sudah diketahui. Bab yang baru, script yang baru, dan pemain yang juga pastinya baru meski sutradara dan pemeran utamanya masih sama.

Sedikit miris karena endingnya meleset dari script. Tapi cerita ini benar – benar menarik dan, yah cukup berkesan bagi sang sutradara karena cerita ini sangat menarik dan cukup membuat si pemeran utama kelimpungan untuk menghadapi partner alias lawan mainnya. Cukup melelahkan,sangat amat melelahkan.

Sang sutradara masih tertegun melihat ending dari pertunjukan yang baru saja selelai ini. Tak tau harus berkata apa, dan tak tau apa hal pertama yang harus ia lakukan. Segera mencari pemain baru atau apa dan bagaimana.

“Seperti harus segera dibuka casting,” pikir sang sutradara. “tapi... rehat sebentar mungkin adalah keputusan yang tepat.” Pikirnya lagi. Baiklah, rehat adalah keputusan yang tepat untuk sekarang. Menyusun semuanya dari awal, bukan bukan! Bukan dari awal, tapi melanjutkan yang sudah tersusun. Semua kru juga memerlukan istirahat yang lumayan lama karena mereka nampak kelelahan dengan pertunjukan yang baru saja usai.

“Jika begitu, mari kita berlibur dan rehat untuk sejenak, kita kembali ke hari hari dimana kita ada diluar panggung, tanpa make up, tanpa kostum dan tanpa script yang harus dimainkan. Rehat dan beristirahat, mengambil nafas, menutup mata dan mencoba menikmati udara tanpa nada, nanti setelah kita rehat, setelah casting dan setelah naskah baru selesai dibuat, baru kita mulai latihan dan membuka tirai kembali” ujar sang sutradara.

Mungkin sedikit happy ending akan sedikit menyenangkan untuk cerita selanjutnya, meski fairytale tak selalu happy ending tapi selanjutnya kita akan mencoba membuat ceritanya seperti itu. Sang sutradara sudah lelah dengan cerita yang terus membuat si pemeran utama menguras air matanya. Sedikit serius juga akan lebih menyenangkan sepertinya.

Mari kita tutup naskah ini dan membuka buku kosong untuk dituliskan naskah yang lebih menarik. Terimakasih telah berpartisipasi dalam pertunjukan ini, tapi maaf bila bayarannya ada yang tidak sesuai dengan kelelahan yang kalian dapat. Tetap semangat untuk mendapat tepuk tangan paling meriah dari penonton yang akan menonton pertunjukan kita selanjutnya.


“Hanya dua kata yang dapat saya katakan, Maaf dan Terimakasih banyak!”

Kamis, 01 Agustus 2013

Joker?!

Jangan pernah geletakin pacar kamu. Kalimat itu terdengar lucu ketika salah satu teman saya, sorry.., dua teman saya tepatnya sedang menikmati peran mereka sebagai ‘joker’. Bukan jomblo keren atau jomblo kere, joker disini yaitu... orang ketiga yang lagi nikmatin waktu sama seseorang yang lagi digeletakin sama pacarnya.

Yang jadi daya tariknya itu, ya ceritanya. Klasik tapi menarik. Selalu klasik, ya karena ga ada kata lain dipikiran saya selain klasik. Haha. Kamu ga akan pernah tau apa yang pacar kamu lakukan ketika kamu geletakin dia gitu aja. Ini yang bikin menarik, sensasinya. Meski hubungan ini selalu ber-ending ga baik, entah pihak A atau pihak B atau juga C, tapi kisah si ‘joker’ ini selalu menarik perhatian siapapun yang emang kebetulan mungkin sedang menemukan seseorang digeletakin pacarnya.

Jadi joker itu asik, meski sensasinya cuma sebentar. Ya, pasti semuanya itu sebentar, kaya hidup kita yang ga mungkin lama. Makanya, kita harus nikmatin waktu hidup kita yang tersisa.

Kembali ke ke si ‘joker’,   apa yang kamu lakukan jika seseorang yang lagi digeletakin pacarnya ada di depan mata kamu? Ngambil kesempatan, atau malah dingin aja. Ini dia benefit jadi seorang single, kamu bisa jadi ‘joker’ kapanpun kamu mau. Dilabrak pacarnya? Urusan belakangan. Toh kamu juga direspon sama seseorang yang digeletakin pacarnya itu.

Hidup itu singkat, jadi yaaa nikmatin aja. Toh kita ga bunuh diri gara – gara kesepian kan, kesepian adalah penyakit yang lebih bahaya dari kanker dan HIV/Aids. Percaya deh! Kamu bakalan mati ga bahagia meski harta kamu banyak kalau kamu kesepian. Tapi tenang aja, jomblo atau single itu ga akan bikin kamu kesepian stadium 4 mau mati kok, kalau kamu bisa ngilangin rasa kesepian kamu. Yaa misalnya ngabisin waktu kamu sama bojekan2 konyol bareng temen – temen kamu.

Guys guys guys.... kesepian bisa di sebabkan oleh beberapa hal, misalnya ga punya kegiatan atau temen, ga ada yang bisa kamu bully atau sms, ga ada yang bisa kamu lakuin selain meratapi setiap malem dalem kamar sambil dengerin lagu – lagu galau kaya It Will Rain – Bruno Mars. Kurang galau gimana tu lagu coba, *(ini bukan curhat! Sumpah! haa).

Kalau emang kamu masih ngrasa kalau kesepian itu penyakit menahun yang susah banget di sembuhin meski udah kemoterapi, coba deh kamu nyetel lagu keras – keras dalem kamar, terus diem depan kaca dan maenin satu drama dari lagu yang kamu puter. Atau lipsync so so-an artis yang lagi konser depan beribu – ribu orang, jadi beribu – ribu deh, berbelas – belas orang aja. Haa. Cobain deh! Sumpahnya kamu bakal bisa mengekspresikan apa yang lagi kamu rasain. Malah mungkin kamu bisa nangis, ketawa, dan galau di waktu yang sama. Seriusan meski ga ngilangin kesepian kamu 100%, tapi seengganya kamu lupa kalau kamu lagi kesepian soalnya kamu ngrasa banyak orang yang lagi nonton kamu.
Tapi inget, jangan pernah nge-send all temen – temen kamu atau ng-update status atau tweet nyampah di TL orang, ketauan banget kamu orang yang nyari perhatian. Kesepian juga punya harga diri, apaaaaa?!


Ok, udah mulai nglantur dan ga jelas arah tulisan ini. Mari kita kita akhiri dengan ucapan Alhamdullillah!! Dan kalau kamu punya pacar, jangan pernah geletakin dia, karena waspadalah, JOKER ada dimana mana. Dan yang menyebabkan Joker itu ada, faktor utamanya adalah kamu geletakin pacar kamu dimana aja. Keep your boy/girlfriend carefully!!waspadalah! waspadalah!waspadalah!!!!!