Siapa yang tak kenal dengan rutinitas? setelah kuliah, apa yang akan kamu pilih? melanjutkan kuliah?
Mencari pekerjaan? semua itu pilihan. Tapi jika kamu ingin cari aman, berkawanlah dengan rutinitas. Tapi jika kamu tidak mau berteman dekan dengan dia, lakukan saja. Semua kembali kepada pilihan kita masing - masing.
Aku mungkin memilih berteman dengan rutinitas dan menjadi orang biasa sekarang. Meninggalkan semua mimpi anak kecil demi mendapatkan sesuap nasi. Berbaju rapi dan musuh besar dari kemacetan. Bagaimana ini bisa terjadi? menyedihkan? tidak terlalu.
Mari nikmati keterjebakan ini untuk sesaat yang agak lama. Untuk mencapai tingkat ini, kita harus melewati banyak rawa dan hutan yang mungkin sebearnya tidak terlalu lebat. Tentang melakukan apa yang kita tidak suka memang masih jadi perdebatan kusir. Tetap bertahan, berhenti, atau tetap bertahan tapi bersabar untuk menabung agar suatu hari nanti kita bisa melep[askan diri dari cengkraman rutinitas yang tidak sinkron dalam hidup kita.
Ayolah... hentikan semua teori - teori konyol dan sadarlah! Dunia nyata tak seindah apa yang harapkan. Maksudku, untuk menjadikannya indah seindah harapan kita, kata instan itu benar - benar tolol! Aku malas menulis kalimat penutup.
Senin, 05 Januari 2015
Kamis, 06 November 2014
Dunia Nyatakah?
Inilah
kehidupan dan inilah dunia nyata.
Bukan,
ini bukan benar – benar dunia nyata, masih sedikit fantasi, setengah fantasi
maksudnya. Terasa masih seperti mimpi saat harus berteman dengan rutinitas
setiap hari. Sarapan dengan klason kendaraan, lampu merah, absen dan semuanya
adalah bagian dari rutinitas setiap pagi.
Sesampainya
di tempat berlangsungnya rutinitas, dering telepon dan seperangkat computer menanti
dengan sebegitu sabarnya. Gantungan yang bertuliskan ‘closed’ dibalikan dan took
telah dibuka, ‘open’. Email, chat, medsos jam dinding semuanya bekerja tanpa
henti. Apa mereka tidak lelah?
Jam
pulang dan waktunya berpamitan dengan si rutinitas. Macet, klakson kendaran dan
semuanya seolah menyambut kepulangan teman si rutinitas. Mereka juga tak pernah
lelah bekerja setiap harinya. Kasian. Rutinitas selalu memaksa memaksa mereka
untuk tetap bekerja stiap waktu.
Ingin
berhenti? Pasti tapi, inilah siklus yang berjalan. Keluar dari siklus? Sedikit mungkin,
sedikit. Seperti halnya orang pacaran, pasti bertengkar lalu putus pada
akhirnya meski ada dua kemungkinan, putus lalu menikah atau putus dan hanya
ber-label mantan pacar.
Rodanya
sedang berputar, kalau rodanya dihentikan dan dirusakan, aku akan terus disini
sampai mati nanti.
Minggu, 19 Oktober 2014
Dunia Nyata
Aku Sela Fitriani dari sini melaporkan bahawa semua orang sibuk hari ini. Kantor sepi melompong dan hanya ada mba Yus, mba Tari dan mas Kahar. Ok, sebelumnya maaf jika tidak ada prolog terlebih dahulu.
Hidup baru telah di mulai. Kemarin adalah latihan dimana kita harus bisa bertahan di dunia yang cukup menguras semua tenaga kita entah iitu tenaga dalam maupun luar. 3 tahun cukuplah untuk hidup di dunia perkuliahan. Sekarang kita jajal dunia baru dimana kita benar-benar tidak dapat kembali. Dari pelembab bibir biasa menjadi lipstik merah gincu.
Mba Yus adalah finance di kantor cabang ini sedangkan Mba Tari adalah salah satu marketing dan Mas Kahar adalah seorang teknisi yang hari ini datang kepagian. Dunia baru, dunia kerja. Selamat tinggal dunia perkuliahan, selamat tinggal dunia yang selalu berkata "welcome to the jungle kepada para mahasiswa barunya!". Kalian tau? ini hutan yang sesungguhnya, maksudku ini hutan dengan level keliaran yang lebih tinggi.
Mba Yus adalah finance di kantor cabang ini sedangkan Mba Tari adalah salah satu marketing dan Mas Kahar adalah seorang teknisi yang hari ini datang kepagian. Dunia baru, dunia kerja. Selamat tinggal dunia perkuliahan, selamat tinggal dunia yang selalu berkata "welcome to the jungle kepada para mahasiswa barunya!". Kalian tau? ini hutan yang sesungguhnya, maksudku ini hutan dengan level keliaran yang lebih tinggi.
Apa kabar insan manusia? Apa kabar pria penggoda? Dan apa kabar pria yang selalu menyusahkan dan disusahkan. Apa kabar juga para jalang yang selalu bercerita tentang kebrengsekan dunia luar. Apa kabar semua? Semoga kalian baik-baik saja disana dan semoga selalu diberkati Tuhan setiap saat.
Senin, 18 Agustus 2014
Masih Tentang Anak Petani
Masih tentang anak petani. Dipandangnya
minyak kayu putih berwarna hijau lalu dibalurkannya minyak itu ke badannya
sendiri. Dengan pilu, anak petani berkata dalam hati, “meski aku tidak pernah
merasakannya secara real, aku tahu, dia menyayangiku seperti dia menyayangi
anaknya yang lain”.
“Kenapa tidak terasa hangat yah? Apa karena
minyak kayu putih ini sudah kadarluarsa?” tanya si anak petani dalam hati.
Sembari tersenyum miris anak petani berpikir bahwa “aku sudah besar sekarang,
minyak seperti ini mana mungkin bisa membuat tubuhku hangat?! Bodoh!!aku seudah
besar sekarang, minyak seperti ini mana mungkin bisa membuat tubuhku hangat?!
Bodoh!!aku seudah besar sekarang, minyak seperti ini mana mungkin bisa membuat
tubuhku hangat?! Bodoh!”.
Wajahnya sedikit berbeda dari enam tahun yang
lalu terakhir kali aku melihatnya. Melihat wajahnya membuatku sedih, menyentuh
tangannya membuatku sengsara. Perasaan itu kembali datang saat kulit tangannya
menyentuh kepalaku. Perasaan dimana amarah atas konspirasi suatu jati diri
diperkesalkan.
Memandang gambar – gambar di tembok kamarnya
membuatku iri, “kenapa tidak ada gambarku disini? Anak – anak perempuan lain
malah yang dipajang di dinding kamarnya. Alaaaah persetan dengan itu!” pikirku
dalam hati. Tapi perasaan luka sedikit terobati ketika aku lihat raut wajahnya
senang melihat kami dapat mengunjunginya. Apalagi raut wajah kerinduan terhadap
mantan istrinya yang juga datang mengantar anak – anaknya.
Sedikit tapi tidak banyak, kenapa aku sedikit
mengerti sekarang. Mungkin bukan hal yang mudah untuk melupakan kisah selama 27
tahun lamanya, bukan mungkin tapi memang sulit. Tak heran, mereka masih sedikit
menyimpan perasaan nostalgia itu. Waktu serasa berhenti saat aku memandang
wajahnya yang kini tak lagi segar seperti dulu. Muncul banyak pertanyaan yang
harusnya tak kupertanyakan karena mungkin aku sudah tahu apa jawabannya.
Pilu, benar – benar pilu.
Minggu, 25 Mei 2014
7 Steps To Move On based on Fresh To Move On
Fresh To Move On by Joko Anwar.
It was a great short movie. Buat kamu-kamu
yang suka nonton film pendek dan kebetulan baru aja putus, mungkin ini film
pendek ini bisa ngehibur kalian dengan ceritanya yang sedikit menyebalkan dan
shit!!! It was awesome! Kalo sebelumnya kamu pernah nonton film pendek karya
Joko Anwar yang berjudul Durable Love, nah
yang ini ga kalah seru bro, sis, cin.
Film pendek ini menceritakan si Lana (Tara
Basro), cewek pemeran utama yang hidupnya berubah 180° gara-gara patah hati
diputusin mantanya, Dito yang diperankan si ganteng Fachri Albar. Well, dari
kegagalan dan kegalauan si Lana ini, Margo, temen deketnya berusaha buat bantu
si Lana keluar dari lubang kegalauan yang udah nurunin berat berat badannya 2kg.
Margo ngasih buku tentang 7 steps to move
on, yang berisi tentang 7 langkah untuk move on dari mantan pacar menurut
pengalaman-pengalaman orang di twitter.
Ok, cabs ke tips pertama yaitu, GANTI NAMA
MANTAN PACAR KAMU DI SEMUA CONTACT LIST.
Ganti pake nama yang ga ngingetin kamu ke dia dan ngingetin tentang kenangan kalian
berdua. Lana berpikir untuk mengganti nama mantannya dengan si dongo, tapi
Margo said “jangan pake nama yang nunjukin kemarahan kamu sama mantan pacar
kamu karena itu bisa bikin kamu tambah marah dan itu ga akan berhasil”. Yup, it
won’t work!
Tips nomor dua menurut buku di film pendek
itu yaitu, spending time sama orang yang sama sekali ga into romance. Tips nomor
tiga, JANGAN PERNAH LIAT SOSIAL MEDIA MANTAN KAMU! Why? Because if you know he’s
happy, kamu bakal tambah bete dan pengen bunuh diri. Kalo kamu tau di sedih,
kamu bakal kegoda buat ngajak dia balikan dan abis udah harga diri!! Yang pasti
kita harus terus berpikiran positif meski kita ngarep dia ngikut galau juga
kaya kita. inget!! Possitive thinking!
Tips nomor empat, GA BOLEH PERGI KE TEMPAT YANG
DULU KAMU SERING PERGI SAMA MANTAN. Tau kenapa? Ini bertujuan untuk menghindari
ingatnya kamu sama si mantan meski inget terus, seenggaknya minimalisir coy...
usaha dikit kaga nape2 kali yee. Tips nomor lima, LAKUIN SEMUA HAL YANG
DILARANG SAMA MANTAN PACAR KAMU. Ga jelas deh tujuannya apa, mungkin untuk
sedikit keluar dari bayang2 si mantan kali yah, semoga aja bisa. Amin....
Tips move on nomor enam, NGEDATE. Mungkin ga
gampang buat beberapa orang ngedate pasca putus sama mantan, tapi ya apa
salahnya dicoba. Tapi inget, jangan pernah berniat untuk lampiasin kemarahan
kamu terhadap orang baru. Kamu kan marahnya sama mantan, jangan pernah libatin
atau jadiin ngedate itu sebagai pelampiasan pokonya. Jangan pernah berniat atau
berpikir kaya gitu.
Dan tips yang terakhir yaitu REKONSILIASI. Temuin
mantan kamu dan mulai hubungan sebagai temen biasa. Yup, semua hubungan baik
harus berakhir dengan baik pula bukan? Tapi masalahnya cukup dewasa ga buat
mulai hubungan baik sama kamu. Ya harusnya setelah kejadian A, B, C dst, semua
orang bisa ngambil hikmah dan pelajaran. Yaaa banyaklah usaha demi jadi orang
yang lebih baik maksudnya usaha untuk bisa move
on karena terlalu sakit patah hati. Kita semua kuat girls! Empowering women!
SEMANGAT!!! ^^
Senin, 19 Mei 2014
It’s not over even when it’s over
Saat kamu sudah tak sanggup lagi makan dan
menghabiskan makanan itu, kenapa kamu masih saja memaksakan diri untuk memakan
makanan itu? oh, mungkin kamu takut ibu memarahi kamu karena menyisakan
makanan.
Bertahan itu memang salah satu cara untuk
tetap berjalan di kehidupan yang cukup keras bahkan sangat kasar. Tapi saya
harus menyerang agar menang, karena tak semua bentuk pertahanan akan membuat
kita menang. Mungkin yang harus dipertanyakan adalah apa tujuannya, tujuan kita
harus bertahan atau menyerang. Jika sekarang saya sedang bermain basket, saya
akan menyerang karena saya tidak akan tinggal diam menunggu lawan menyerang dan
masuk pertahanan yang sedang saya buat. Tapi ini bukan permainan basket atau
olahraga lainnya, ini permainan hidup yang didalamnya terdapat peraturan yang
Tuhan buat dan manusia selalu melanggarnya.
Tirai sekarang benar-benar ditutup. Tanpa pemikiran
yang lebih panjang lagi, sutradara benar-benar menutup tirai dari pertunjukan
diorama yang selama ini di pertontonkan. Seperti naskah yang sudah
diperkirakan, diorama ini berakhir dengan ending perpisahan. Sebentar, apa ada
ending dari sebuah cerita yang tidak berbentuk perpisahan? “semua cerita pasti
berakhir dengan perpisahan bukan?” pikir sang sutradara. Baiklah, sebenarnya si
sutradara bukanlah sutradara sesungguhnya, dia hanyalah astrada alias assisten
sutradara. Jadi siapa sebenarnya sang sutradara? Mungkin kalian mengetahuinya
setelah kalian menyadari siapa dalang dari wayang-wayang hidup di bumi ini.
Semua cerita akan berakhir dengan perpisahan,
garis bawahi itu. Putus cinta, perceraian dan kematian. Semua orang yang
mempunyai cerita dengan sesama manusia akan berpisah pada akhirnya. Fakta yang
benar-benar jelas ada di pelupuk mata. Jadi, saya sarankan untuk melakukan
hal-hal baik dengan manusia lainnya sebelum kamu berpisah dengan mereka. Dan sesungguhnya,
tak pernah ada akhir. Bahkan ada kehidupan lain setelah kita mati. Mungkin perpisahan memang akhir, tapi akhir
tidak pernah berakhir.
It’s not over even when it’s over.
Kamis, 15 Mei 2014
What the...?!!!
Akan tiba
saat dimana kamu merasa kesepian di tengah keramaian, itu sudah biasa. Sangat
biasa. Tapi apa yang terjadi jika merasa kesepian ditengah kesepian?
Saat hujan
deras tiba, apa yang kau dengar? Halilintar? Petir? Atau suara hati? Jika kau
dapat mendengar nyanyian hatimu ditengah hujan deras, apa yang akan kau
lakukan?
Sedikit
memandang keluar jendela, “hujannya deras sekali, kapan mereka berhenti...” tanya
seseorang sembari melirik jam di dinding. Serasa semuanya telah hanyut dibawa
air hujan, terbang bersama angin yang datang menemani hujan dan lenyap menyerap
kedalam tanah bersama air yang jatuh dari langit. Perlahan mereka pergi,
menghilang entah kemana. Seperti ingin meninggalkan bekas setelah hujan, mereka
membuat tanah ini basah dan menciptakan genangan air di jalanan. Menciptakan
cipratan dan jika kau sentuh tetesan yang jatuh, mereka seakan memijit telapak
tanganmu. Membuat semua debu dan kotoran yang berada di tanganmu luluh ikut
terbawa tetesan jatuh ke tanah.
Setelah itu,
apa yang terjadi? Hujan yang tadi deras akhirnya reda juga. Tanpa mengucapkan
selamat tinggal mereka pergi lagi. Dan mungkin akan datang lagi dalam jangka
waktu yang tidak ditentukan.
Saat hujan,
selalu ada kilasan film yang ingin kembali ditanyangkan. Bahkan memaksa
ditanyangkan meski aku tidak mau menonton film – film itu. bukan hanya saat
hujan, tapi saat matahari pulang ke tempatnya untuk memejamkan matanya dan
bertukar tempat dengan bulan untuk menjaga bumi agar selalu terang meski
penghuninya merasa gelap saat malam tiba.
Kesepian ditengah
kesepian. Ini akan berlangsung beberapa
saat untuk beberapa waktu ke depan. Tapi tenang saja, angin, hujan, cahaya,
bahkan kegelapan akan membawa keadaan ini menjauh bahkan hilang. Bagaimana jika
kita meminta bantuan waktu untuk mempercepatnya? Pasti waktu tidak mau di ajak
bekerja sama karena dia tidak akan pernah bisa melanggar peraturan. Baiklah,
mari kita berjalan beriringan untuk membawa semuanya pergi, bukan pergi untuk
menhapus tapi pergi untuk mendatangkan mereka yang seharusnya menjadi
pengganti. Bukan pengganti sebagai cameo tapi memang mereka-lah tokoh utama
dari diorama yang selama ini digelar dengan peran – peran palsu.
Langganan:
Postingan (Atom)