Selasa, 27 November 2012

Tak ada hari tanpa khayalan!


Tak ada hari tanpa khayalan!

Kemarin saat matahari mulai naik dan sinarnya baru sedikit menyentuh badan si anak petani yang sedang berdiri melamun sambil mendengarkan lagu ber-Harmoni, pikirannya melayang jauh dan membayangkan tangan seseorang tiba-tiba memegang tangan kanannya dan seseorang yang lain memegang tangan kirinya. Tangan kedua orang itu terasa hangat dan tak asing bagi si anak petani. Tiba-tiba ia melihat dirinya yang kecil ditengah dua orang yang sedang menggenggam tangan yang kecil dan mungil itu. Dilihatnya ia yang tersenyum polos dan penuh kebahagiaan memegang tangan kedua orang dewasa dikedua sampingnya. ‘kapan aku akan tersenyum murni dan polos seperti itu? Mungkin aku pernah tersenyum seperti itu, tapi kau lupa bagaimana rasanya tersenyum seperti itu…’pikirnya melayang membayangkan ilusi yang ia lihat didepan matanya. Bayangan itu terasa nyata tapi kosong. Ini bodoh! Membayangkan sesuatu yang tidak ada… khayalan macam apa ini.

Kamis, 22 November 2012

Domino dan Api


Bermain main dengan api, itu sangat menyenangkan. Meski kau akan terbakar atau tidak bisa memadamkan api yang menyulut atau terbatuk batuk dengan asap yang dihasilkan dari kebakaran yang kau buat. Lebih baik menjadi orang yang mana? Senang membuat api, atau tidak pernah berani menyalakan api, hanya bertahan dalam kegelapan yang kau tak pernah tahu kapan kegelapan itu dikalahkan orang terang. Jangan pernah menjadi orang bodoh yang hanya bisa menonton, jadilah orang bodoh yang ditonton. Mungkin itu tidak tepat, mungkin juga orang yang membaca tulisan bodoh ini menganggap semua yang ditulis disini salah besar. Tapi inilah yang dipikirkan anak petaniketika melihat matahari datang dan membangunkannya dari mimpi yang juga bodoh yang membuat ia mengangkat sebelah alisnya ketika mengingat apa yang ia mimpikan semalam. Kenapa semua orang menghindari api? Apa karena terasa panas? Apa mereka takut tangan mereka terbakar? Luka dari api memang atau mungkin susah hilang atau mungkin juga tidak akan hilang, malah membekas seumur hidup. dan mungkin kebanyakan orang takut kulit mereka rusak jika bermain main dengan api.

Selain api, apa yang seru untuk kau mainkan? Domino… mungkin domino tidak terlalu asik untuk di mainkan, tetapi kau bisa menyusunnya dan menjaga supaya domino itu tidak jatuh, karena kalau salah satu domino itu jatuh, semua domino juga akan terjatuh. Satu yang harus kau ingat, kau harus menyusun domino itu membentuk lingkaran. Karena meski terjatuh, domino itu tetap berbentuk lingkaran bukan,..

Domino si anak petani terjatuh semua sekarang. Tapi ia akan segera menata domino itu kembali berdiri. Ini semakin menarik! Si anak petani bermain main dengan perasaannya. Apa yang ia akan lakukan. Kembali menyakiti hati orang lain atau apa? Itu terdengar jahat, sangat sangat jahat, seperti membunuh orang secara perlahan. Mungkin holy boy sedikit lebih beruntung karena ia akan segera sembuh dari sakitnya. Tapi bagaimana dengan hell boy yang saat ini sedang bersamanya, ini seperti membunuh orang secara perlahan, kembali ia katakan kalimat itu. Hell boy pernah mengajarkan pada anak petani,”jangan pernah takut membuat orang sakit hati.” Itu yang ia ajarkan. Tapi apa bisa ia lolos dari apa yang ia ajarkan pada si anak petani? Kita akan tunggu bagaimana konspirasi ini berakhir.

Dan satu pertanyaan lagi, ‘apa yang sedang anak petani rencanakan?’



Terjebak Dalam Situasi Tolol


Bab baru bagi si anak petani ketika seseorang tidak menyatakan tapi terus saja mengganggu hari-hari si anak petani. Orang itu selalu hadir di pagi, siang, sore dan malam si anak petani. Semua orang mendukung orang itu untuk jadi seseorang di hidup si anak petani, tapi ada satu perasaan yang membuat si anak petani merasa tidak nyaman ketika orang-orang menekannya untuk segera memilih bersamanya atau tidak. Bagaimana si anak petani bisa memutuskan bila orang itu tidak pernah sekalipun mengatakan perasaannya pada si anak petani. Sampai suatu hari ketika si anak petani sudah kehilangan kesabaran terjatuh kedalam jurang, seseorang yang lain datang mengulurkan tangannya dan tanpa menolak si anak petani langsung menyambut tangan seseorang yang lain itu. Dan sekarang, si anak petani bingung tentang perasaannya yang ternyata tidak berada pada seseorang yang lain itu. Ada satu sosok yang tak pernah bisa si anak petani lupakan dari pikirannya. Orang itu begitu arogan dan sombong serta jahat pada si anak petani, tapi itu tidak membuat si anak petani benci padanya, malah membuat si anak petani semakin mengagumi orang arogan itu. Jadi, si anak petani terjebak dalam kegoblokan yang ia buat sendiri. Dengan tema siapa yang si anak petani suka, siapa yang sedang bersama si anak petani sekarang, dan siapa yang sakit hatinya karena kegoblokan yang si anak petani buat. Merasa bodoh, goblok, dan tolol, itu yang si anak petani rasakan saat ini. Menjalani suatu ikatan dengan setengah hatinya. Malah jika dibilang, seluruh hatinya berada di orang arogan itu. Satu-satunya orang arogan yang bisa membuat lutut si anak petani lemas jika melihatnya.

Kita mulai dengan orang arogan yang membuat lutut si anak petani lemas. Wajahnya jahat, matanya tajam dan hatinya rapuh karena cintanya yang terdahulu. Ia bilang ia tidak akan pernah bisa sembuh dari kerapuhanya. Si anak petani berpikir,”siapa bilang seseorang tidak bisa sembuh dari kerapuhannya?. Itu bodoh!!” si anak petani tidak menyadari bahwa hatinya sendiri rapuh, mungkin lebih rapuh daripada orang arogan itu. Ia lebih bodoh karena tidak menyadarinya. Kembali lagi ke orang arogan, ia mempunyai karakter yang menurut si anak petani unik. Sepenggal cerita tentang orang arogan.

Sekarang kita bicarakan orang holy yang sakit hatinya karena kegoblokan si anak petani. Ia anak yang baik, pendiam dan penurut. Si anak petan isangat menghargai cara ia memasuki kehidupannya. Sangat holy, itu yang si anak petani sayangkan. Menunggu adalah sesuatu yang anak petan ipaling tidak sukai, dan holy boy ini telah membuat si anak petani tidak sabar.

Dari holy boy kita bicarakan hell boy. Ia datang mengulurkan tangannya untuk mengangkat si anak petani dari bawah jurang. Setelah si anak petanimenyambut uluran tangannya, si anak petani bingung apa ia lepaskan atau tetap genggam tangan hell boy ini. Sedangkan hatinya berbicara ia hanya memginginkan arogan man. “It’s so complicated!!!” kata si anak petani.

Situasi yang terjadi adalah si anak petani terjebak dalam kegoblokan dan ketololan yang ia buat. Perasaan bersalah juga menyelimutinya setiap pagi, siang, sore dan malam. Pertanyaan-pertanyaan seperti “kenapa aku melakukan hal segoblok ini?”, “kenapa aku mengambil keputusan yang merugikan dan menyiksa orang lain?” dan lain-lain. Orang arogan, holy boy dan hell boy, 3 orang yang cukup membuat hidup si anak petani keteteran akhir-akhir ini.


Tersenyum dalam perasaan yang menyiksa. Mungkin itu sudah biasa bagi si anak petani, tapi kasus ini berbeda dengan yang biasanya. Cinta itu dunia abstrak tanpa pengertian yang jelas dan konkrit. Tak bisa didefinisikan atau diketahui, tapi hanya bisa dirasakan. Mungkin hanya kita sendiri yang bisa mengerti atau bahkan kita sama sekali tidak dapat mengerti tentang sesuatu yang semua orang rasakan ini, karena si anak petanipun selalu bertanya pada dirinya tentang apa yang ia rasakan, dan apa yang ia pikirkan. Terkadang apa yang kita rasakan tidak selalu singkron dengan apa yang kita pikirkan. Dan salah satu yang paling si anak petanibenci adalah ketika ia harus membuat pikiran dan hatinya rukun dan tidak berkelahi meributkan sesuatu yang sebenarnya simple dan gampang untuk dipecahkan.
Itu kalimat yang si anak petani ucapkan untuk holy boy dan hell boy.

Merasa telah mempermainkan hati yang awalnya tulus, itu hal yang terjahat yang pernah si anak petani lakukan. Tetapi ada kalimat yang hell boy ajarkan pada si anak petani, “jangan pernah takut membuat orang lain merasa sakit hatinya”. Itu yang dia ajarkan hell boy pada si anak petani, dan sekarang hell boy sakit hatinya karena perlakuan si anak petani yang acuh tak acuh padanya. Terikat dalam suatu ikatan yang palsu. “Maaf!!” itu kata yang sering sekali anak petani ucapkan. Bodohnya si anak petani tetap membiarkan keadaan ini berlangsung lama. Sampai kapan ia mengakhiri seseorang yang hatinya terluka? Si anak petani begitu bodoh dan kekanak-kanakan karena telah membuat orang lain sakit hatinya karena ulahnya yang tolol. Hanya waktu, waktu yang bisa menjawab kapan cerita roman yang goblok ini berakhir…


Sekarang, yang ia pikirkan hanya perasaannya. Tentang dengan siapa ia sekarang, siapa yang ia sukai dan siapa yang ia sakiti. Ini jahat! Pikir si anak petani. Selalu terlintas dipikirannya saat saat holy boy mengganggu kehidupannya. Disuatu malam, holy boy dating membawakan minum berwarna orange dan berkata, “ini untuk kamu.” “Cara yang ia lakukan tidak salah, hanya saja aku tidak begitu menyukai cara itu…”si anak petani berkata. Miris melihat holy boy tidak pernah mau bertatap muka dengan anak petani. Mungkin ia pikir si anak petani begitu jahat dan tak punya perasaan. Tapi ia tak mengerti, mungkin tidak akan pernah mengerti. Bagaimana si anak petaniberperang dengan kesalahannya yang telah membohongi hell boy tentang perasaannya. Kejadian bodoh memang. Tak ada yang yang tahu apa yang sebenarnya anak petanirasakan dan pikirkan. Tapi sampai kapan situasi seperti ini berlangsung? Anak petanitetap pada keputusannya, “ini pasti akan aku akhiri, tapi aku tidak tahu kapan dan bagaimana aku mengakhirinya..” sekarang bagaimana? Terjebak dalam situasi yang tolol.

Mengingat semua itu membuat si anak petani lelah dan ingin menjauh dari ketololan yang ia hadapi. Tapi apa yang bisa ia lakukan? Ia bukan peri atau gadis yang punya peri yang bisa membuat semua keadaan membaik hanya dengan mengayunkan tongkat ajaibnya. Semua orang diberi kertas yang kosong saat ia diturunkan ke bumi, tapi tidak semua orang mau membuat garis garis ekstrim di kertas yang ia miliki.
“Kita itu HEBAT…….” Seru si miss faith sambil menjatuhkan dirinya ke atas tempat tidur, si anak petanihanya tertawa mendengar si miss faith berteriak kalau mereka itu orang hebat. Miss faith memang teman yang baik bagi anak petani. Kebodohan-kebodohan yang mereka buat selalu mereka jadikan sensasi dihidup mereka. Mereka tahu itu tolol, tapi itu yang mereka pikir seru. Cinta itu seperti roller coaster, seseorang berkata. Apa maksud dari perkataan itu? Mungkin mereka akan segera mengetahui jawabannya.


Miss faith, ia teman dari anak petani. Bebas, spontan dan rapuh, itulah ia. Tak banyak orang yang tahu tentang pikirannya. Hanya terkadang ia suka melakukan hal yang tak terduga. Meski ia senang bermain main dengan banyak roller coaster, tapi ia tetap senang dan setia dengan satu roller coaster. Menutupi sesuatu dengan sesuatu. Melakukan sesuatu dari sesuatu. ia tak pernah berhenti dari sesuatu. terkadang menyebalkan, tapi menyenangkan.

Lembar Pertama


Saat saat menyiksa ketika harus merasa sama padahal berbeda.
Sayang anak petani itu tak bisa melakukannya, membuat orang-orang merasakan sesuatu hilang dari hidup dan diri mereka, anak petanitau itu hal yang sangat jahat.  Melihat mereka yang ada dijalan sama dengannya dan menyaksikan mereka meminta minta untuk hidup mereka.” Bagaimana dengan hidupku?”pikir si anak petani. “Terpuruk dan menyedihkan”, mungkin itu hanya persepsinya saja, “selalu melihat sesuatu hanya dari satu sudut pandang”pikirnya lagi.

Hal yang paling miris adalah melihat anak yang percaya bahwa keajaiban itu ada. Dunia mereka polos dan nyaris tanpa dosa, mereka tak tau bahwa semua itu semu dan tak ada happy ending seperti cerita cerita yang biasa mereka dengar setiap malam sebelum tidur. Mereka terlalu bodoh dan suci untuk mengetahui itu semua.

Bagaimana dengan orang tua orang tua mereka? Bisakah mereka mengerti kalau bukan ini yang anak mereka inginkan, apa salah seorang anak berontak dan menyalahkan orang tua mereka atas apa yang orang tua mereka lakukan. Mungkin sebagian anak atau bisa saja semua anak tidak akan pernah mengerti atas pola pikir orang orang dewasa kecuali mereka diposisi orang-orang dewasa itu. “Mereka begitu egois!” itu yang dikatakan anak anak itu. Tidak ada orang yang tidak egois, sekalipun itu orang tuamu sendiri..gadis itu berkata. Beberapa saat kemudian gadis itu berkata lagi, tak ada seorangpun yang bisa kamu percaya, sekalipun itu dirimu sendiri. Lihat betapa tak amannya hidupmu. Kau hanya bisa mempercayai dan meyakini satu, Tuhanmu. Kau juga tak cukup pintar untuk tersenyum setiap waktu dan berpura pura tidak terjadi sesuatu kepadamu. Aktingmu jelek dan buruk. Bisakah setiap orang bersikap apa adanya? Tak berpura pura dan mengada ada, bersikap sewajarnya dan tersenyum tulus kepada setiap mata yang bertemu.

Harapan dan harapan, anak petani itu selalu berharap keajaiban datang menghampirinya. Apa yang akan terjadi apabila anak petaniitu tau kalau keajaiban itu hanyalah harapan kosong tanpa kata maupun ruang. Setiap malam dia hanya bisa menatap atap rusak dikamarnya, tak ada kata ataupun suara keluar dari mulutnya, tetapi ada sebuah nyanyian yang selalu ia lantuntan setiap malam sebelum tidurnya. Sebuah nyanyian yang tak pernah ada seorangpun bisa mendengarnya. Hanya ia,Tuhan, jam dinding usang, tembok dingin dan benda-benda mati yang bisa mendengarnya.
Seperti biasa, setelah ia melantunkan nyanyian jiwanya ia akan mencoba menutup matanya ditengah kegelapan dan membenamkan diri dalam selimut hangatnya. Anak petani juga manusia, ia selalu ingin sesuatu yang indah bisa hinggap dalam mimpinya. Dan apabila matanya masih belum bisa terpejam, kembali ingatan buruk dan meyedihkan akan datang dan merasuk kedalam pikiranya juga hatinya.

Tanpa terasa air akan keluar dari matanya. Kembali pertanyaan-pertanyaan konyol mucul, seperti”kenapa harus aku?” “kenapa tidak mereka?” “kenapa mereka bisa tersenyum dan aku tidak?”. Kenapa, kenapa, dan kenapa, anak petani tak pernah bosan menanyakan pertanyaan-pertanyaan itu. “Ini konyol! Hidup ini konyol, beri aku satu senyuman yang membuatku setidaknya bisa berpura pura tersenyum.”kata anak petani itu.

Anak petani selalu merasa kesepian meski ditengah keramaian. Tak peduli seramai apa tapi ketika rasa sepi itu datang, ia tak mampu berbuat apa-apa. Rapuh, menyedihkan, dan terluka. Berkhayal dan berpura-pura bahagia, apa itu adil? Anak petani hanya bisa berpura-pura. Tak bisakah anak petani bersikap apa adanya. Tak berpura-pura, tersenyum tanpa ada pikiran lain hinggap dikepalanya. “abaikan saja aku!!” seru si anak petanidalam hati, dia tak mampu meneriakkan apa yang sebenarnya ia ingin utarakan. Pernah anak petaniberpikir tentang kematian, kematian mungkin akan membuat kita semua berada dinegara dimana tidak ada beban dan peran yang kita pikul, tapi siapa yang tau tentang kematian? Anak petani terlalu bodoh untuk memikirkan itu semua.