Minggu, 06 April 2014

Dear... Diary...

15 march 2013

Ga tau gimana harus ngomongnya yang pasti saya bener bener jenuh alias bosen sama keadaan kaya gini.
Belum pernah ada yang namanya “malam minggu” di hidup saya, setiap orang yang pacaran pasti ngrasain apa yang namanya malam minggu. Miko aja yang jomblo terus malam mingguan sama kecengan – kecengannya , ahahaaa.

Ok, ga berenti sampe disitu semua pasangan pacaran pasti saling berkunjung kerumah masing – masing pasangannya, tapi ga di sini. Yaaa mungkin itu karena saya belum siap buat ngenalin “cowo” ke area keluarga soalnya saya belum terbiasa sama hal yang menurut saya itu... ga biasa alias aneh. Ga bisa munafik saya juga pengen banget kenal ibu dari orang yang saya anggep pacar itu but, saya masih belum siap, itu aneh dan saya belum bisa terbiasa dengan hal itu, yaa mungkin akan ada waktunya, someday!

Balik lagi ke malam mingguan atau hang out bareng pacar di sabtu malam, nonton makan photo box terus pulang atau maen game atau jalan – jalan ketempat yang.. yaaaa sekiranya bisa buat ngobrol – ngobrol ga jelas sambil minum sesuatu yang bisa ngangetin badan kamu di dinginnya malam, something like that!!

Pengen terbiasa tapi susah. Jangan pernah ngarep ada sms masuk di malem hari yang isinya “malem cantik!” atau “hei bitch!” atau sms – sms yang sebenernya ga penting tapi terkadang ngangenin dan cewek yang cueknya parahpun terkadang bete kalau yang dia anggep pacar ga ngasih kabar sama sekali.

Masa pacaran itu emang ga seindah masa pdkt, itu fakta yang bener – bener harus di underline trus di bolt terus di miringin sekalian. Cowok, bakal ngrasa tenang kalau uda dapetin hati kamu alias uda punya ikatan sama kamu atau simpelnya dapetin apa yang mereka kejar – kejar sewaktu pdkt. Saat pdkt, mereka rela nglakuin apa aja demi si kecengan, bela – belain ngorbanin apapun yang mereka punya demi dapetin hatisi kecengan, tapi apa yang mereka lakukan setelah jadian? Mereka terkadang woles dan yaaaa yaudalah, yang penting udah pacaran.

Sewoles – wolesnya cewek, ga bisa dipungkiri kalau mereka adalah makhluk perasa yang sensitif. Ga bisa kalau liat sesuatu itu ga pada tempatnya, sesuatu itu sebisa mungkin harus pada tempatnya dan jika tidak, mereka bakal sangat bete dan moody. Ga percaya? Buktiin aja sendiri. 

Cerita Teman Yang Lain

"Ya, saya memang seorang bodoh dan jalang!!! Saya tak pernah bisa mengendalikan dan menunjukan perasaan saya secara benar. Itulah kekurangan saya yang belum bisa saya tutupi atau orang lain tutupi. Orang itu berkata dia akan mencoba menutupi kekurangan saya, dia pikir dia siapa? Memangnya dia bisa menutupi kekurangan saya yang sangat amat banyak sekali? Memangnya dia mau berurusan dengan jalang bodoh seperti saya? Lihat, keluar dari bayang – bayang seseorang yang pernah dia cintapun belum bisa dia lakukan. Mengaku telah melupakan seseorang yang dia sayang selama beberapa tahun itu kebohongan yang sangat besar, bagaimana bisa seseorang melupakan seseorang yang dia sayang sekian tahun seperti itu."

"Ya.., dia tidak bilang dia akan pergi esok, makanya saya ingin segera beranjak dari tempat itu tadi. Jika saya tahu dia akan pergi besok, saya akan duduk lebih lama disana tadi. Kecupan manis tadi mungkin kecupan terakhir sebelum dia pergi, meski tidak akan lama tapi pasti akan terasa lama."

"Bersikap dewasa dan mengalah mungkin harus saya lakukan sesekali, dan saya melakukannya malam ini. Saya mencoba meredam ego itu malam ini, mengalahkan semua ego dengan sebuah perasaan khawatir dan lainnya, dan apa yang rasakan ketika melakukan ini, lega sedikit aneh! Seperti biasa."

"Dan kalian tau? Rasa takut itu kembali datang. Takut jatuh. Ini yang paling saya benci, saya memang sering terjatuh tapi saya malas berurusan dengan hal bernama cinta yang pastinya akan menyiksa setiap dia datang atau pergi tanpa diundang."

Itulah kenapa saya tidak pernah mempercayai jika seseorang dapat memenuhi hatinya tanpa menyelipkan hati yang lain. Mungkin ini egois ketika kau menginginkan seseorang memenuhi hatinya dengan namamu sedangkan kau sendiri belum bisa menempatkan namanya di dalam hatimu sepenuhnya. Namanya bahkan jarang saya tuliskan dalam diary saya, itu sangat jahat bukan? Berbeda saat saya mengagumi seorang arogan man yang namanya tidak terhitung saya tulis dalam diary saya. Tapi balasan apa yang saya dapat ketika saya menyimpan perasaan – perasaan itu, tidak ada sama sekali. Malah rasa sakit yang saya dapat, sedikit menyenangkan karena bisa merasakan sakit dari perasaan kagum atas seseorang itu terdengar sedikit saiko menurut saya meski disisi lain saya menikmatinya.

Awalnya, saya merasa perasaan ini palsu dan sedikit memaksa tetapi lama kelamaan ternyata ini sedikit nyata dan benar adanya. Dan bodohnya saya selalu menantikan ending dari diorama ini, entah itu happy atau sad saya tidak tau, saya tidak pernah tau, saya tidak akan pernah tau sampai ending itu datang sendiri suatu hari. Ya, suatu hari. Suatu hari itu pasti akan datang. Mungkin ini akan berhasil atau mungkin juga tidak akan berjalan seperti rencana. Semuanya sangat misteri, teka teki yang klunya kita buat sendiri tanpa kita sadari. Lucu bukan..., dan jawabannya...., tidak ada yang tau selain kita sendiri karena kita sendiri yang membuat jawabannya. Ini juga terdengar sangat lucu. 

Cerita Seorang Teman

Cerita Seorang Teman Tentang Kodrat Ada di Posisi Ini.

"Merasa kotor dan jalang saat mengingat beberapa kejadian. Kasarnya “gampangan”. Mudah sekali di-seduce. Mereka menyentuh perempuan dengan semaunya, memegang kendali seakan mereka menggenggam dunia."

"Awal cerita, mereka suguhkan arumanis dalam kuantitas yang sangat besar. Apa yang terjadi? Kita memakan arumanis yang mereka suguhkan. Manis dan terasa enak dimulut, tak lupa permen-permen yang tak kalah manis juga mereka berikan dalam kala yang sangat besar."

"Untuk apa mereka lakukan itu? tujuannya hanya satu, untuk mendapatkan semua keingingan dan hasrat mereka dari kita. mengambil intisari yang incar sejak awal.
Mereka akan datang menawarkan bantuan, mereka menawarkan gula-gula, mereka mengambil intisari. Setelah persediaan gula yang kita miliki berkurang dan habis, mereka akan mengincar korban baru untuk dihisap intisarinya."

"Semua terlihat sama sekarang, benar-benar sama. Terimakasih telah memberi saya pelajaran yang amat penting tentang rasa sakit, tentang menangisi sesuatu yang sebenarnya tidak teramat penting, melamuni sesuatu yang konyol, dan tersenyum dibalik kesakitan saat saya harus berkata terimakasih."



5 Hal yang Aku Benci

Hal yang paling aku benci di dunia untuk sekarang ini:

1.      Anak – anak. Tawa mereka membuat telinga dan otak bertabrakan dan ingin rasanya melakukan sesuatu yang bisa membuat mereka berhenti untuk tertawa. Ini jahat, memang jahat. Kali ini aku hanya ingin menjadi orang paling jahat sedunia. Aku ingin menjadi monster paling mengerikan yang akan menghentikan setiap tawa anak kecil. Oke, anak – anak yang masuk daftar ku hanyalah anak – anak kisaran umur 7-11 tahun. Kenapa? Hanya satu alasan yang tepat, karena anak kecil yang berada di rumah ku berumur sekitar 7-11 tahun. Mereka makhluk paling menyebalkan di dunia untuk saat ini.Aku tidak dibesarkan dengan cara seperti mereka,  jadi aku hanya ingin mereka berhenti tertawa. Sangat menyebalkan! Hal yang mungkin saja menyenangkan untuk dilakukan yaitu, menyihir mereka untuk diam dan tidak mengeluarkan sepatah katapun. Andai saja Harry Potter itu ada, aku ingin meminta tolong untuk mengajarkan aku sihir agar aku dapat membuat semua anak kecil menyebalkan diam dan berhenti mnyebalkan.

2.      Seseorang yang selalu berkata, “Papa”. Mereka yang selalu mengatakan kata itu selalu membuat aku membenci mereka untuk sesaat. Aku tau ini sangat kekanakan tapi, aku sangat membenci mereka. Ini memang tidak adil karena mereka tidak tau apa yang terjadi. Tapi hal itu benar-benar memuakkan. Sungguh, aku hanya ingin mereka merasakan apa yang aku rasakan. Muak akan hal bernama “Papa”.

3.      Mereka yang berbohong demi mendapatkan perasaan baik dari seseorang. Contohnya mungkin seperti ini: “ini, aku bawakan boneka kesukaanmu!” seseorang sembari membawa bungkusan kado. “dari siapa?” yang di beri bungkusan bertanya. “dari (dia), seseorang, dia bilang dia menyukaimu”. Betapa senangnya si penerima kado itu meski itu semua bohong. Si pemberi melakukan itu haya untuk memberikan perasaan baik yang sebenarnya palsu. Itu sangat amat memuakkan!!

4.      Mereka yang munafik. Yaa, seperti yang kalian ketahui orang-orang seperti itu memang pantas untuk ditampar hatinya bahkan di gantung terbalik hingga otak dan hati mereka bersatu (terdengar saiko). Mereka berbicara berbeda di waktu yang berbeda. Mengaku tidak menyukai sesuatu tapi mereka dengan jelas melakukan sesuatu yang mereka bilang tidak mereka sukai.

5.      Mereka yang tidak mau mengubah sesuatu demi kebaikan orang lain. Mungkin lebih tepatnya tidak peduli. Tetap pada pendiriannya meki sebenarnya salah dan membuat dia dicibir oleh banyak orang. Atau lebih tepatnya dungu? Atau “menyedihkan” mungkin. Orang-orang seperti itu tidak memuakkan, hanya saja membuat aku ingin mengoyak jantung dan hati mereka dan aku masukkan ke dalam otak mereka. Aku remas dan aku blender bersamaan sehingga menghasilkan kesingkronan bagi mereka.



Senin, 31 Maret 2014

MonSun

Ucapan bocah bernama Dimas tadi membuat aku berpikir, bagaimana caranya seseorang bisa sadar atau tahu jika dia akan merasa kehilangan saat orang yang setiap hari cerewet tidak lagi cerewet. Mencari tahu apakah kita berharga atau tidak bagi orang lain sedikit sulit untuk keadaan seperti ini.

Kenapa pria tadi tidak mengenakan alas kaki ditempat seperti ini, ok! Sepertinya temannya juga. Sebelah kiri sana beberapa pasangan sedang menikmati makan siangnya seraya memandang jalanan yang padat merayap. Sebelah kananku, terlihat keluarga besar yang sedang menikmati obrolan keluarga yang hangat. Membuat iri saja.

Tempatku duduk memang startegis. Aku dapat melihat keadaan di sekelilingku dengan jelas. Cuaca yang mendung didukung jalanan yang macet padat membuat setiap orang malas untuk pergi kemanapun. Meski tidak jauh dari keramaian, setidaknya aku dapat berpikir sedikit jernih di sini. Sedikit. Bukan karena pikiranku sedang tak jernih tapi, waktu dimana kita harus merasa sendiri dan menikmatinya dengan diri sendiri terkadang kita butuhkan. Dan prinsip lebih baik kelaparan daripada makan sendiri sudah di hapuskan dari buku besar sekarang.

Tidak sulit untuk menentukan apa yang kita butuhkan dan apa yang kita inginkan. Tapi terkadang sangat sulit untuk tidak melakukan apa yang kita tidak butuhkan tapi kita inginkan.


Melihat pemandangan keluarga kecil dengan dua anak perempuan mereka di depan membuat aku sangat amat cemburu, marah serta kesal. Tapi suatu saat nanti aku akan memilikinya. Suatu hari, aku akan melakukan apa yang tidak aku lakukan bersama keluargaku dulu. Tentunya suatu hari nanti akan jadi hari yang menarik. Lebih menarik dari hari ini atau dulu. Akan aku pastikan semuanya lebih menarik dan menyenangkan.  

Kamis, 20 Maret 2014

Aku dan Hujan

Ini bukan rasa kurang bersyukur karena aku diciptakan sebagai manusia, tapi terkadang aku hanya ingin menjadi hujan.

Banyak yang menyukainya ketika ia datang, tapi tak sedikit juga yang mencaci hingga mengusirnya pergi ketika ia datang. Padahal ia hanya ingin menyentuh keringnya bumi dan menyapa makhluk yang hidup dibawah sini.

Terkadang indah, manis, hangat, dingin, juga ganas. Itulah hujan. Aku berharap aku adalah hujan hari ini. Hari ini hujan terasa hangat dan cantik. Tapi terasa sedikit dingin dan kosong. 

Ada sesuatu yang hilang. Ada sesuatu yang kosong. Hujan, maaf jika aku terkadang mencaci makimu atau mengusirmu. Maaf jika kau pernah tersinggung atas sikapku hujan.


Tentang Puzzle

Di tempat yang ramai tadi, banyak sekali wajah dengan berbagai macam perasaan disana. Terlihat ada wajah gembira karena menemukan sesuatu, ada juga wajah kesal, sedih dan kecewa. Salah satu teman kami sedang berbahagia hari ini, dia genap berumur 21 tahun dan banyak sekali orang yang menyayanginya. Selamat ulang tahun orang jahat!! Haha.. For Andiany Pratiwi.

Di samping kebahagian yang sedang berlangsung tadi, aku melihat kemuraman di salah satu wajah di tempat itu. Ia terlihat kecewa, entah apa yang sedang dipikirkan orang itu. Dia terlihat kesepian dan sepertinya sedang merindukan seseorang, atau mungkin dia sedang menunggu handphone-nya berdering. Ternyata masih ada cerita klasik itu, kesepian ditengah keramaian. Semoga orang itu segera tersenyum tulus, tidak seperti tadi, memaksa tersenyum. Sangat aneh melihatnya seperti itu.

Sampai sekarang aku selalu dikellilingi orang-orang yang aku pikir menyayangi-ku. Bersyukur, terimakasih Tuhan telah memberikan mereka, tapi ada satu orang yang selalu membuat-ku penasaran hingga hari ini. Apa Dia pernah sekali saja mengingatku dalam doa-nya? Apa Dia pernah mengkhawatirkan-ku? Apa Dia pernah merindukan anak tengil ini? 

Aku sudah besar sekarang dan umur-ku hampir 21, apa kau pernah sekali saja mengingat hari kelahiranku? Maaf jika aku terkadang membenci apa yang telah kau turunkan. Warna kulit yang sama, postur tubuh yang mirip, dan tangan yang ternyata dapat menggambar sesuatu yang terkadang indah. Terimakasih sudah memberi-ku semuanya.

Mungkin aku tahu sekarang, dimana potongan puzzle yang selama ini aku cari. Tapi sepertinya aku tidak akan pernah bisa menaruh potongan itu ke dalam puzzle yang mungkin suatu hari akan sempurna. Meski aku sudah sudah tahu dimana potongan puzzle itu berada. 


Waktu-ku untuk keluar dari tahap ini tinggal beberapa langkah lagi. Setelah tahap ini selesai, akan ada tahap baru dimana ujian yang Tuhan berikan akan sedikit, semakin sulit, aku pikir. Tapi semuanya pasti menarik. Tak sabar untuk menantikan apa yang akan terjadi di depan sana.