Rabu, 28 November 2012

Bagian Dua

Malam tak berkata tiba, tembok pun tak bicara, hanya diam menatapi si anak petani yang sedang menatapi kata-kata sakit dari seseorang. Akhirnya si anak petani memberanikan diri berbicara pada holy boy yang merasa tersakiti karena kelakuan tololnya. ‘malam, maaf kalau saya mengganggu. Anak petani masih tenggelam dalam kebingungan yang membuat dirinya terlihat bodoh dan meyedihkan.

Anak petani masih saja kalah melawan ambisinya untuk mengakhiri konspirasi bodoh yang terjadi antara ia dan hell boy yang ternyata tak mau melepaskannya begitu saja. Dia bilang si anak petani tak pernah mau belajar untuk mengerti orang lain dan bersikap kekanak kanakan.

Mencari alasan yang tepat kenapa harus diakhiri, itu yang sulit. Ini sama saja seperti mendzalimi perasaan anak petani dan hell boy karena terus terusan memaksakan sesuatu yang sulit. Situasi dan kondisipun membuat ini semakin sulit ketika orang-orang membicarakan betapa jahatnya anak petani terhadap holy boy yang sekarang bisa berpura-pura semua baik-baik saja. Awalnya ia bilang untuk berpura-pura memaafkan orang lain itu sulit untuknya, tapi akhir-akhir ini ia berhasil memerankan tokoh berkarakter pemaaf. Anak petani bersyukur meski mungkin itu hanya pura-pura, tapi ia orang hebat karena bisa bertahan dalam kesakitan yang mungkin hanya ia yang bisa merasakan karena dijahati oleh anak petani.

Malam yang sepi menemani senyuman yang tak tahu untuk siapa dan tujuannya apa. Merasa bahagia tetapi tidak tahu bahagia karena apa dan untuk apa. Ini konyol, ada apa dengan perasaannya,. Hanya satu orang yang bisa menyadarkan si anak petani, miss. Psiko. Miss. 

Psiko tak pernah lupa mengingatkan tentang perubahan si anak petani, dan kemarin miss psiko menilai kalau anak petani telah banyak berubah. Anak petani lebih acuh dari sebelumnya, lebih tak peduli dengan orang lain dan lebih focus dengan apa yang anak petani lakukan dan rasakan. Si anak petani berpikir dan ternyata semua perkataan miss psiko itu benar adanya. Itu sedikit menyebalkan tapi membuat si anak petani berpikir untuk memperbaiki dirinya. Miss psiko itu bisa diandalkan dalam hal ini. Berbeda dengan miss screaming yang sekarang sedang dimabuk cinta pertama smpnya. Ia sangat sibuk dengan urusan-urusannya, tapi ia tetap teman yang baik. “Lihat muka-muka polos situ, tahu apa mereka tentang hidup? yang mereka tahu hanya tertawa dan menangis, itulah anak-anak”. Pikir si anak petani. Ia baru sadar kenapa selama ini ia tidak suka melihat anak kecil, anak petani baru menyadarinya kemarin-kemarin saat ia melihat seorang anak berlari sambil memegang mainannya. Ia menyadari kalau ternyata ia iri pada anak-anak itu. Hidup tanpa memikirkan hidup! itu lucu. Tapi itu adil, karena pada saat mereka dewasa, mereka tak akan pernah bisa merasakan perasaan itu lagi.

Sampai kapan diorama ini akan berlangsung? Tanya si anak petani lagi. Mungkin hampir setiap hari anak petani memikirkan cara untuk mengakhiri diorama bodoh ini, tapi hell boy tetap pada pendiriannya untuk mempertahankan diorama sebelah pihak ini.  


Sekarang apa yang harus anak petani lakukan, cara apa lagi yang harus dia lakukan untuk lepas dari hell boy. Ke egoisan telah membuat si anak petani menutup hatinya. Apa yang telah hell boy ajarkan pada anak petani sudah anak petani lakukan, yaitu tidak takut membuat orang sakit hati. Kesalahan besar yang anak petani lakukan adalah menerima permintaan hell boy untuk menjadi orang selalu mengganggu hidupnya, itu kesalahan besar yang sekarang menjadi pelajaran berharga bagi si anak petani.

Konsekuensi, itu pelajaran yang harusnya anak petani garis bawahi. Sebelumnya anak petani selalu mengabaikan kata yang satu itu, konsekuensi. Berpikir sebelum bertindak! Kalimat itu selalu terngiang di pikiran si anak petani sekarang. Anak petani harus dewasa dan pola pikirnya harus berubah sebelum masalah yang lebih besar datang di hidupnya. Memandang sesuatu dari sudut pandang orang lain mungkin lebih dapat membuka pikirannya. Ego dan ambisi yang sangat tinggi juga salah satu faktor yang membuat si anak petani sering menutup mata dan telinga dengan sekitarnya. Memang sudah saatnya anak petani belajar mengenai kehidupan yang lebih keras. Mengenai dirinya, hatinya, hidupnya dan orang banyak. Banyak orang yang terluka karena apa yang sudah anak petani lakukan. Anak petani harus berkaca dan menjadi orang yang lebih baik dari mulai detik ini. 
Membayangkan berada diposisi holy boy, tak lama lagi sakitnya akan segera sembuh. Itu bagus, tapi rasa bersalah telah membuatnya sakit masih saja melintas di pikiran anak petani. Anak petani juga merasa senang dapat melihat holy boy tertawa lepas dengan teman-temannya. Bagaimana dengan arogan man? Nampaknya si anak petani sudah melupakannya, itu bagus.


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar