Minggu, 31 Maret 2013

Mencapai Tingkat Kedewasaan


Semua orang akan menikah. Ya, semua teman saya satu persatu menjalani ritual itu. Mereka akhirnya menemukan orang yang mereka percaya untuk menjadi pasangan hidup mereka.

Banyak alasan mereka menikah di usia belasan atau 20, dari mulai kecelakaan, merasa waktu yang tepat, merasa telah menemukan orang yang tepat dan sebagainya. Dari semua alasan itu pasti ada satu alasan yang sama, mungkin seperti “cinta”. Ini yang menarik perhatian saya, saya penasaran dengan satu alasan yang sama itu. Kebanyakan orang tua termasuk orang tua saya merasa tenang bila anaknya sudah menemukan orang yang bertanggung jawab atas hidup mereka.

Menikah, sesuatu yang... dewasa. Tapi banyak orang dibawah umur 20 sudah menikah, apakah mereka harus disebut dewasa juga? Menikah adalah sesuatu yang tidak biasa, sakral dan dewasa. Itu pandangan dari seorang perempuan berusia 20 tahun yang belum tau menikah itu apa.

Saat mencapai angka 20 semua pandangan saya berubah, tentang hidup dan tentang mati. Mereka bilang, semua orang akan menjalani ujian untuk mendapatkan level yang lebih tinggi. Seperti saat kita Ujian Nasional di SMA untuk dapat lulus dan masuk universitas, universitas itu tingkatan yang lebih tinggi dari SMA bukan? Sama halnya dengan hidup, kita akan menjalani banyak sekali ujian untuk bisa mencapai level yang lebih tinggi, yaitu menjadi manusia yang layak disebut manusia. Saya belum tau level yang paling tinggi dari ujian manusia tapi yang saya tau kita adalah manusia ketika kita bisa tersenyum karena telah melewati jembatan yang yang mungkin saja kita bisa terjatuh saat melewatinya.

Ok, ini sedikit melantur, sampai dimana kita tadi, oyaa, saat kita menikah akan ada dimana level kita berada. Apa menikah salah satu ujian juga? Menurut saya iya, karena saat menikah, kita di uji untuk berbagi kehidupan kita dengan pasangan hidup. Kita juga di uji untuk mengalahkan ego dan semua keindividual-an kita. Menarik bukan? Berbagi itu sesuatu yang menyenangkan, tapi berbagi disini adalah berbagi setengah hidupmu dengan orang lain. Menantang bukan?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar