Jumat, 15 Maret 2013

Sekarang saya berani menyebutnya


Sekarang saya berani menyebutnya,

Cinta itu rumit! Klasik sekali. Tapi rumit, hhahaha. Apa yang bisa membuatnya tidak rumit? Tidak ada orang yang tahu. Seperti tulisan – tulisan tentang cinta lainya atau berbeda? Memang yang orang katakan tentang cinta itu ada benarnya, dia datang dan pergi tanpa di undang atau di suruh. Tapi, saya tidak tau apa yang harus saya bicarakan tentang tulisan berjudul “cinta”.

Saya sedikit canggung membicarakan hal ini, lebih canggung ketika kau bertemu orang yang kau suka di lorong kelas saat SMA, itu cerita salah satu teman saya yang tidak dapat bernafas saat dia berjalan beriringan bersama orang yang sangat dia suka.

Tulisan ini terasa sangat susah di tulis dibanding kau menulis perasaan sedih karena sesuatu. Saya berani sumpah, tulisan ini sangat amat sulit. Apa yang harus saya tulis tentang cinta? Pink? Bunga – bunga? Boneka teddy? Ini benar – benar bukan saya! Sungguh, ini benar – benar bukan diri saya. Si jalang ini berusaha untuk mengenal sesuatu yang orang bilang berwarna pink atau cerah atau merah atau apalah itu. Yang saya tau tentang ini yaitu abu abu. Itu alasan kenapa saya menyukai abu abu. Semu dan .... tidak jelas, amat sangat tidak terlihat. Yaaa terlihat meski sedikit, tapi tetap saja remang dan buram.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar